PD Air Hidup

Jl. Bhakti Warga 5 Kupang – NTT

Filemon, Onesimus dan Paulus

Written By: admin - May• 08•12

Hari ini kita akan belajar dari 1 kitab yang sangat pendek (hanya 1 pasal dengan 25 ayat) yakni Surat Filemon. Walaupun pendek tapi surat ini mengandung pesan praktis yang sangat baik dan penting yang mengatur kehidupan sesama orang Kristen. Kita akan mempelajari beberapa hal : (more…)

TUHAN, Bapa Kita Yang Pengasih

Written By: admin - Apr• 01•12

TUHAN, Bapa Kita Yang Pengasih
oleh GodLife Dari seri My Life

Alkitab: “TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.” Mazmur 116:5

Apa itu Pengasih?
Saya ingin saudara membayangkan bahwa sahabat saudara patah kaki dan harus kemana-mana menggunakan kruk. Dia begitu lelah dan mengalami lecet di tangannya. Jadi saudara pergi dan membeli sepasang kruk dan menggunakannya bersama dia. (more…)

Temukan Kekuatan Dalam Pengharapan

Written By: admin - Mar• 23•12

Temukan Kekuatan Dalam Pengharapan
oleh: Amy from GodLife

“Bulan berapa kira-kira anda akan melahirkan?”
Itulah yang biasa ditanyakan orang kepada seorang wanita hamil. Ada 9 bulan lamanya jeda antara konsepsi (pembuahan) dan kelahiran seorang anak, dan Tuhan memang sengaja melakukannya dengan cara itu. Mengapa Dia membuat wanita menunggu sampai 9 bulan lebih? Mungkin alasan yang sama Dia membuat saudara menunggu dari konsepsi janji saudara dan waktu ketika akhirnya janji itu tiba … (more…)

Bagaimana Tuhan Ingin Membantu Anda Menerima JanjiNya

Written By: admin - Mar• 22•12

Bagaimana Tuhan Ingin Membantu Anda Menerima JanjiNya?
oleh: Amy from GodLife

Tetaplah berenang.
Ketika aku masih kecil, orang tuaku membawaku untuk belajar berenang. Aku begitu takutnya sampai perutku mulas setiap kali aku berdiri di pinggir kolam. Tapi aku memiliki pelatih bagus yang ingin membuat aku bisa menguasai seluruh kolam renang. Prosesnya sangat lama! sampai-sampai aku berpikir mustahil aku bisa melakukannya, tapi inilah yang dia lakukan: Dia akan berdiri ujung bagian dangkal dari kolam renang dan menunggu aku “Berenanglah ke aku,” katanya. Ok, itu bisa aku lakukan. Tapi kemudian dia akan bergeser sedikit lebih jauh. “Teruslah berenang, Amy. Jangan berhenti mengayuh “Aku berenang lagi lebih jauh.. Dia terus melakukan ini sampai tiba-tiba aku berada di tepi seberang. aku benar-benar heran-aku tidak pernah bermimpi aku bisa melakukan itu! Dia membantu aku dengan berada terus didekat aku, meraih aku jika terjadi apa-apa,dan suaranya yang terus mendorongku dengan berkata “Tetaplah berenang.” (more…)

Kamulah Garam Dunia

Written By: admin - Jan• 10•10
Matius 15:13
Esra Soru
Ayat ini berkata bahwa kita adalah garam dunia. Kalau kita digambarkan sebagai ‘garam’ itu tidak berarti bahwa kita harus sama dengan garam dalam segala hal. Ini sama seperti kalau saudara mengatakan kepada seseorang ‘kamu itu seperti babi’. Tentu saudara hanya menyamakan dia dengan babi dalam hal-hal tertentu, bukan dalam segala sesuatu. (more…)

Kamulah Terang Dunia

Written By: admin - Jan• 10•10
Mat 5:14-16
Esra Soru

Dalam ayat ini (Mat 5:14) dikatakan bahwa kita adalah terang dunia. Kalau hal ini dipikir lebih luas maka sebetulnya kita bukan terang dunia (bdk. Yoh 1:6-8). Tuhan Yesuslah yang merupakan Terang dunia (Yoh 1:9  8:12  9:5). (more…)

Pemeliharaan Tuhan Yang Ajaib

Written By: admin - Jan• 08•10
1 Raj 17:1-16
Esra Soru

1 Raj 17:1-16 : (1) Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (2) Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: (3) “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. (more…)

Iman Yang Dewasa

Written By: admin - Jan• 08•10
2 Tim 3:10-17
Esra Soru

2 Tim 3:10-17 – (10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. (more…)

Kelahiran Kristus Yang Ajaib (Dari Perawan Maria)

Written By: admin - Dec• 16•09
Antara “Kata Alkitab” dan “Keberatan Masa Kini”
Bagian Terakhir Dari Tiga Tulisan
Esra Alfred Soru
Sebentar lagi umat Kristiani sedunia akan merayakan suatu hari raya besar yakni NATAL. Suatu perayaan untuk mengingat suatu peristiwa penting dalam sejarah dunia yakni kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. Ia yang adalah Allah pencipta alam semesta itu datang menjenguk manusia dengan menyamar sebagai manusia. Itulah yang dikenal dengan istilah “inkarnasi”.
Kesaksian Alkitab
Menurut kesaksian Alkitab, sewaktu Yesus berinkarnasi ke dalam dunia ini, Ia tidak datang dengan kebesaran-Nya sebagai Allah alam semesta melainkan datang dalam rupa seorang bayi mungil melalui rahim seorang perawan Yahudi bernama Maria. Injil Matius dan Lukas menggambarkan dengan jelas bahwa bayi yang dikandung perawan Yahudi itu adalah hasil karya Roh Kudus dan bukan hasil hubungan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sesungguhnya hal ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara mendadak atau kebetulan melainkan sudah dinubuatkan jauh sebelumnya. Dalam Kej 3:15 dikatakan : “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Jadi ada satu janji bahwa akan datang seorang keturunan perempuan itu yang akan berhasil meremukkan kepala ular itu. Menarik untuk dipikirkan bahwa keturunan yang akan datang itu tidak disebut sebagai keturunan laki-laki melainkan keturunan perempuan. Dalam kebudayaan paternalistik seperti di Yahudi, sering disebutkan dalam silsilah-silsilah tentang seorang laki-laki yang memperanakkan. Contohnya Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, dst. Kalau dikatakan bahwa Abraham memperanakkan Ishak maka dengan sendirinya orang mengerti bahwa bukan Abraham yang melahirkan Ishak melainkan istrinya. Jadi kalau Alkitab berkata tentang seorang laki-laki yang memperanakkan seseorang maka sudah tentu harus dimengerti hal itu dalam hubungan dengan seorang perempuan. Di sini sangat menarik bahwa ternyata keturunan yang akan meremukkan kepala ular itu bukanlah disebut keturunan laki-laki melainkan keturunan perempuan. Dengan demikian sebenarnya janji ini ingin mengatakan bahwa akan datang seseorang keturunan perempuan (tanpa laiki-laki) yang akan meremukkan kepala ular yakni iblis itu. Siapakah keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala iblis itu? Dialah Yesus Kristus yang lahir bukan dari keturunan laki-laki (dan perempuan) melainkan keturunan perempuan (tanpa laki-laki). Itulah sebabnya Kej 3:15 ini sering disebut “Proto Evangelium” (Injil yang pertama). Jadi sesungguhnya Kej 3:15 adalah sebuah tipe dari anti tipe yang akan datang yakni Kristus sendiri. Janji ini diteguhkan lagi oleh nabi Yesaya ketika ia berkata : “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”. Dan hal ini sungguh digenapi dalam diri Yesus Kristus sewaktu masuk ke dalam dunia ini. Mat 1:20-23 berkata : “…sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi : “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita”. Jadi kedatangan Kristus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan adalah penggenapan nubuatan dalam PL. Hal ini dipercayai dengan pasti oleh orang-orang Kristen yang sejati bahkan muncul dalam rumusan Pengakuan Iman Rasuli yang kita ucapkan setiap minggunya : “Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria…”
Perkembangan selanjutnya
Kepercayaan akan kelahiran Kristus dari seorang perawan sudah dipercayai golongan ortodoks selama ribuan tahun namun rupanya dalam perkembangan selanjutnya, doktrin/kepercayaan ini mulai ditentang dan ditolak terutama oleh aliran liberal dan juga gerakan “Jesus History” atau “Jesus Seminar”. Penolakan ini begitu hebat sehingga pokok ini menjadi suatu pokok yang sangat kontroversial. Pokok ini yang paling banyak diperdebatkan dalam studi Kristologi di samping topik kematian dan kebangkitan Kristus. Millard J. Erickson berkata :  “Di akhir abad 19 dan awal abad 20, kelahiran Yesus dari seorang perawan berada di garis depan perdebatan di antara golongan fundamentalis dengan golongan modernis. Golongan fundamentalis bersikeras bahwa doktrin ini merupakan kepercayaan yang sangat menentukan. Golongan modernis menyangkal doktrin ini sebagai tidak penting atau tidak dapat dipertahankan atau menafsirkannya kembali secara tidak harfiah. Bagi golongan fundamentalis, doktrin ini merupakan jaminan keunikan kualitatif dari keallahan Kristus, sedangkan bagi golongan modernis doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (Teologi Kristen II; hal. 393-394). Demikian pula D. James Kennedy : “Dari semua mujizat-mujizat dan misteri dalam Alkitab, mujizat kelahiran Yesus Kristus  melalui perawan Maria sudah mengalami serangan yang paling galak. Anehnya, serangan-serangan yang paling bersikap memusuhi datang dari mereka yang menganggap dirinya sebagai ahli teologia dan pelayan-pelayan Injil. Dengan mengaku bahwa mereka hanya ingin membersihkan semua yang berbau “mistik” dan “dongeng” dari kisah-kisah dalam Injil…” (Solving Bible Mysteries; hal. 69-70). Dan menariknya adalah bahwa penolakan terhadap doktrin ini justru dimulai dari seorang Pendeta yakni Harry Emerson Fosdick, Pendeta pada sebuah gereja megah “Riverside Church” di New York yang adalah pemimpin aliran teologi liberal di Amerika Serikat. Perhatikan kata-kata dalam khotbah Fosdick ini : “Aku ingin meyakinkan anda saat ini juga bahwa aku tidak percaya pada kelahiran melalui seorang perawan dan aku harap anda semua juga tidak.  Doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (Kennedy : 69; lihat juga Erickson : 394). D. James Kennedy ketika mengutip kata-kata Fosdick ini berkomentar : “Kata-kata itu diucapkan dalam paruh waktu pertama abad 20 dari atas mimbar…sejak itu kata-kata tersebut selalu bergema di semua gereja liberal di seluruh Amerika”. (Kennedy : 69).
Keberatan-keberatan terhadap doktrin ini
Ada beberapa keberatan yang biasa diajukan untuk menolak ajaran tentang kelahiran  Kristus dari seorang perawan. Kita akan melihatnya satu per satu dan mengujinya. Apakah keberatan modern ini layak menggugurkan kepercayaan ordoksi terhadap kelahiran ajaib Kristus dari seorang perawan?
Keberatan Pertama : Doktrin ini tidak masuk di akal dan bertentangan dengan hukum alam.
Inilah keberatan pertama dan utama. Mana mungkin seorang perempuan bisa hamil tanpa hubungan dengan seorang laki-laki? Ini adalah suatu hal yang tidak masuk di akal. Benarkah demikian? Sebelum menjawabnya, baiklah kita sadari satu hal bahwa sebenarnya akar dari pandangan semacam ini adalah ketidakpercayaan terhadap mujizat.  D. James Kennedy menulis :  “Jadi mengapa begitu banyak gereja dan hamba-hamba Tuhan yang menolak kelahiran melalui perawan? Alasan pertama adalah bahwa adanya kerancuan (bias) yang anti supernatural, yaitu kerangka pemikiran naturalistik yang sama sekali menolak tentang adanya mujizat. Jelas kalau anda tidak percaya kepada mujizat, anda tidak akan bisa percaya tentang kelahiran melalui seorang perawan”. (Kennedy : 77). Simak juga komentar  Josh Mc Dowell & Don Steward, 2 apologet Kristen terkemuka : “Yang menjadi masalah utama bagi banyak orang berkenaan dengan kelahiran dari anak dara itu ialah bahwa kejadian itu suatu mujizat. Kitab Suci tidak membicarakan peristiwa ini sebagai suatu kejadian yang biasa  saja, melainkan sebagai perbuatan Allah yang adikodrati. Mujizat kelahiran dari anak dara ini seharusnya tidak menjadi masalah jika orang mengakui kemungkinan terjadinya mujizat”. (Jawaban Bagi Pertanyaan Orang Yang Belum Percaya; hal. 72). Bandingkan ini dengan klimat Toni Evans : “Para perawan tidak bsia hamil, kecuali secara adikodrati”. (Allah Kita Maha Agung; hal. 347). Jadi kalau kita percaya bahwa Allah adalah Allah yang berada di atas alam semesta maka tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia dapat melakukan apa saja yang Ia kehendaki termasuk memasukkan Yesus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan. Mannford G. Gutzke dengan baik berkata : “Kelahiran dari seorang perawan sama sekali bukan masalah bagi Tuhan. Kalau memang ada Allah yang menciptakan alam semesta, kalau Ia melemparkan galaksi-galaksi dari ujung-ujung jari-Nya, kalau Ia menghiasi langit malam dengan kilauan Bima Sakti, maka bagi Dia adalah hal yang amat kecil untuk menciptakan sebuah benih mungil dan menanamkannya dalam rahim seorang perawan Yahudi muda”. (Gutzke dalam Kennedy : 78). Sedangkan Stephen Tong dengan sangat indah menulis : “Ketika Adam dicipta, Adam tidak memiliki ayah dan ibu. Jadi Adam ada tanpa ayah dan tanpa ibu. Inilah cara kerja Allah yang pertama. Tanpa pria, tanpa wanita, Allah menciptakan Adam. Ketika Hawa dicipta, ia dicipta dari tulung rusuk Adam , setelah Tuhan membuat Adam tertidur. Jadi Hawa datang dari tubuh Adam, sehingga Adam mengatakan : “inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej 2:23). Maka modus kedua, Hawa dicipta dari pria, tanpa wanita. Tuhan mencipta dengan memakai pria, tanpa wanita, maka terciptalah Hawa. Ini adalah cara penciptaan yang kedua. Ketika Allah menjadikan saudara dan saya, Tuhan memakai pria dan memakai wanita. Inilah cara yang ketiga. Maka tinggal satu cara lagi yang tersisa yaitu tanpa pria, dengan memakai wanita. Dengan cara yang keempat inilah Tuhan Yesus lahir. Jikalau Allah adalah Allah yang hidup, mengapa kita berhak membatasi Allah hanya dengan memakai tiga cara dan tidak memperbolehkan Allah memakai cara yang keempat? Itulah sebabnya orang Kristen percaya bahwa Allah sanggup memakai anak dara Maria untuk melahirkan Yesus Kristus. Itu sesuatu yang sangat logis dan masuk akal. (Yesus Kristus Juruselamat Dunia; hal. 77-78). Stephen Tong melanjutkan : “Allah tidak boleh dibatasi oleh pemikiran dan kehendak manusia. Allah yang sanggup menciptakan manusia tanpa lelaki dan tanpa perempuan, juga adalah Allah yang sanggup menciptakan manusia dengan memakai laki-laki dan perempuan, Allah yang menciptakan Adam, juga adalah Allah yang menciptakan Hawa. Dan Allah yang menjadikan kita semua dengan memakai laki-laki dan perempuan juga adalah Allah yang bisa memakai perempuan tanpa laki-laki untuk melahirkan Yesus Kristus”. (ibid : 78). Dengan demikian kita bisa melihat bahwa sebenarnya kelahiran dari anak dara adalah sesuatu yang masuk akal dan bukannya tidak masuk di akal.
Keberatan kedua : Doktrin tersebut hanya sedikit sekali dibicarakan di PB (Injil Matius dan Lukas) dan dengan demikian diragukan kebenarannya.
Seorang Pendeta Presbyterian di Amerika mengatakan : ‘Kelahiran melalui seorang perawan hanya disebutkan dalam 2 kitab Injil dalam Alkitab, yaitu Matius dan Lukas. Sedangkan dalam Injil Markus dan Yohanes sama sekali tidak disinggung. Paulus juga tidak pernah menyebutkan tentang itu. Karena itu aku tidak percaya’. (Kennedy : 78). Bagaimanakah kita memberi jawab apda keberatan semacam ini? Memang harus diakui bahwa hanya 2 Injil (Matius dan Lukas) yang menceritakan kelahiran Yesus dari seorang perawan. Namun demikian, hal yang paling mendasar adalah apakah kita percayai bahwa Alkitab adalah firman Allah atau tidak. Jika kita percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah dan dengan demikian tidak mungkin salah maka tidak peduli berapa banyak yang dibicarakan tentang satu topik meskipun hanya satu kali. Yang penting adalah jika topik itu pernah dibicarakan maka itu PASTI benar. Kelompok “Jesus History” atau “Jesus Seminar” jelas menolak dan tidak dapat menerima doktrin ini karena mereka tidak lagi mempercayai Alkitab apalagi cerita-cerita Injil dan menganggap itu sebagai karangan para murid Yesus.
Kalau suatu bagian Alkitab ditolak hanya karena itu tidak dibicarakan oleh lebih dari 2 tokoh Alkitab maka kita mempunyai alasan untuk menolak lebih banyak lagi. Contohnya : khotbah Yesus di bukit tidak bisa dipercaya karena hanya dibicarakan dalam Injil Matius dan Lukas. Markus dan Yohanes tidak membicarakannya. Paulus juga tidak pernah menyinggung itu dalam surat-suratnya. Lagi pula perlu disadari bahwa bahwa seorang penulis Alkitab tidak menyebutkan suatu topik bukan berarti ia tidak mempercayainya. Bahwa Markus dan Yohanes tidak membicarakan kelahiran dari anak dara bukan berarti mereka menolaknya. Bukankah Markus dan Yohanes tidak menceritakan kelahiran Yesus? Apakah itu berarti bahwa mereka tidak percaya bahwa Yesus dilahirkan? Paulus juga tidak pernah menyebut mujizat-mujizat yang pernah dibuat oleh Yesus. Jadi apakah Paulus tidak percaya bahwa Yesus pernah membuat mujizat apa pun? Paulus tidak pernah menyebutkan perumpamaan-perumpamaan Yesus. Apakah Paulus tidak percaya bahwa Yesus pernah menyampaikan perumpamaan? Kalau kita mengikuti gaya berpikir semacam ini maka kita bisa menghapus seluruh isi Kitab Suci.
Keberatan ketiga : Kalau Yesus dilahirkan dari seorang perawan (tidak dengan laki-laki) maka itu berarti bahwa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia
Kristologi kaum Injili mengatakan bahwa Kristus dalam inkarnasi-Nya adalah Alla yang sejati dan manusia yang sejati. Ia 100% Allah dan 100% manusia. Muncul pertanyaan yang berhubungan dengan kelahiran Kristus yakni jika Yesus dilahirkan dari  dari seorang perawan maka itu berarti bahwa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia. Sebenarnya keberatansemacam ini terlalu mengada-ada. Bukankah Adam dan Hawa adalah sungguh-sungguh manusia meski mereka tidak memiliki ayah dan ibu? Kalau Adam dan Hawa adalah sungguh-sungguh manusia meskipun ia tidak memiliki ayah dan ibu mengapa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia hanya karena tidak memiliki ayah?
Keberatan keempat : Kisah kelahiran Yesus dari seorang perawan mirip dengan ajaran agama-agama pra Kristen.
Keberatan berikut dalam hubungan dengan kelahrian Kristus yang ajaib adalah bahwa ada cerita-cerita dari agama pra Kristen yang mirip dengan cerita Injil tentang kelahiran Yesus. Dalam mitologi Yunani diceritakan bahwa dewa Zeus mendekati Alcmene tanpa hubungan seksual dan kemudian melahirkan Hercules, sang pahlawan yang lahir dari seorang perawan. Legenda Budha menceritakan bahwa  Budha dilahirkan dari perawan Maya. Dari Hindu dikisahkan bahwa Wishnu, dalam inkarnasinya yang kedelapan, muncul sebagai dewa Krishna, yang lahir melalui perawan Devaki. Demikian pula dari Romawi, Kaisar Agustus dan Alexander Agung dipercaya lahir dari perawan-perawan. Sumber-sumber ini membuat beberapa orang percaya bahwa kisah kelahiran dari seorang perawan yang terdapat dalam Injil merupakan saduran dari kisah-kisah serupa yang terdapat dalam kesusasteraan agama-agama lain bahkan yang lain melihatnya sebagai mitos, bahkan mitos yang dicuri/dipinjam dari agama lain.
Sesungguhnya keberatan ini sama sekali tidak masuk di akal. Mengapa? Karena kalau dipelajari dengan seksama, sesungguhnya cerita-cerita itu bukannya mirip dengan cerita Injil melainkan sangat berbeda. Kennedy membantah keberatan-keberatan ini (Kennedy: 81) dengan berkata : “Dalam kasus Zeus yang menjadi ayah Hercules melalui seorang perawan, kita menemukan apa yang biasanya ditemukan dalam mitologi Yunani di mana dewa-dewa tidak lain adalah manusia-manusia yang “diperbesar” menjadi ukuran dewa, dan dengan dosa-dosa serta kelemahan manusia, hidup bersama dengan manusia. Dewa-dewa Yunani sering kali digambarkan sebagai lebih menyukai perempuan-perempuan (manusia) biasa. Tentang Budha, ibunya menyatakan bahwa seekor gajah putih yang memiliki 6 buah taring dan pembuluh-pembuluh darah berwarna merah datang mendekatinya, dan menyebabkannya mengandung bayi yang kemudian menjadi Budha. Dalam kasus Wishnu, menurut legenda, ia pertama kali menjelma menjadi ikan, lalu kura-kura, selanjutnya beruang, singa, dan beberapa makhluk aneh lainnya. Sukar melihat hubungan antara cerita ini dengan kisah kelahiran Yesus. Dalam kasus Kaisar Agustus, ia mengaku bahwa ibunya, Olympia dihamili oleh seekor ular; Alexander Agung juga mengaku bahwa ayahnya adalah seekor ular. (Mengapa hal ini perlu disombongkan sungguh tidak bisa dipahami)”. Jadi jelas bahwa ternyata semua mitos kafir ini sangat jauh berbeda dengan kisah Yesus dan karenanya tidak mungkin kisah kelahiran Yesus diambil dari mitologi-mitologi kafir ini. Simaklah kata-kata Budi Asali : “Maria mengandung dari Roh Kudus” bukan berarti bahwa Allah / Roh Kudus melakukan hubungan seks dengan Maria dan menyebabkannya mengandung melalui hubungan seks itu. Dalam dongeng-dongeng kafir kita sering membaca tentang dewa yang berhubungan seks dengan manusia sehingga mempunyai anak. Tetapi kekristenan tidak mengajarkan hal seperti itu. “Maria mengandung dari Roh Kudus”, artinya Roh Kudus melakukan suatu mujijat sehingga perawan Maria itu mengandung tanpa hubungan seks dengan siapapun”. (Eksposisi Injil Matius; hal. 20). Akhirnya perhatikan kesimpulan Thomas Thorburn : “Semua cerita yang bermacam-macam mengenai kandungan dan kelahiran yang gaib ini, yang kita temui dalam dongeng-dongeng dan sejarah Mitologi, umumnya mempunyai satu unsur serupa – semua nya itu justru menunjukkan perbedaan atau ketidaksamaan dan bukannya persamaan di antara cerita kelahiran Yesus di dalam agama Kristen dan di dalam dongeng-dongeng yang beredar di kalangan agama-agama kafir”. (Critical Examination of the Evidences for the Doctrine of the Virgin Birth; hal. 158).
Keberatan kelima : Yesus sering disebut sebagai anak Yusuf dan bahwa “dikandung dari Roh Kudus” adalah istilah yang umum di Yahudi.
Keberatan ini dikemukakan oleh seorang teolog Skotlandia bernama William  Barclay. Barclay memulai keberatannya dengan berkata : “Perikop ini (Mat 1:18-25) menceritakan tentang Yesus yang dilahirkan oleh karya Roh Kudus. Perikop ini menuturkan cerita tentang kelahiran dari perawan. Pokok ini merupakan doktrin yang penuh dengan kesulitan; dan gereja kita tidak memaksa kita untuk menerima ajaran itu secara  hurufiah dan secara jasmani. Ajaran ini adalah salah satu ajaran yang diterima oleh gereja. Gereja memberi kita keleluasaan untuk memahami serta mengambil kesimpulan sendiri. … yang ditekankannya dalam perikop ini bukanlah pertama-tama bahwa Yesus lahir dari seorang wanita perawan, melainkan Yesus lahir karena karya Roh Kudus”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Matius; hal. 30-31). Terhadap pernyataan Barclay ini, Budi Asali berkomentar : “Ini jelas merupakan penafsiran sesat yang sama sekali tidak menghargai otoritas Kitab Suci, dan ini menunjukkan kesesatan William Barclay! Gereja manapun yang tidak mengharuskan doktrin kelahiran Yesus dari seorang perawan, adalah gereja yang sesat!” (Budi Asali : 19). Dalam bukunya yang lain Barclay menulis : “Silsilah Yesus baik dalam Injil Lukas maupun Injil Matius (Luk 3:23-38; Mat 1:1-17) mengikuti silsilah Yusuf. Jadi aneh jika Yusuf bukan ayah-Nya. Ketika Maria mencari-cari Dia sementara Yesus berdiskusi di Bait Suci, Maria berkata kepada-Nya “Bapamu dan aku dengan cemas mencari engkau” (Luk 2 :48). Sebutan bapa dengan pasti diberikan oleh Maria kepada Yusuf. Berulang-ulang Yesus diacu sebagai putera Yusuf (Mat 13 :55 ; Yoh 6 :24). Kitab-kitab lainnya dalam PB tidak berbicara mengenai kelahiran dari anak dara itu. Meskipun dalam Gal 4 :4 Paulus berkata-kata tentang Yesus sebagai ‘yang dilahirkan dari seorang wanita’. Tetapi inilah ungkapan yang lazim bagi setiap manusia yang fana (Ay 14:4; 15:14; 25:4). (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Injil Lukas; hal. 18). Barclay melanjutkan : “Apabila kita tidak memahami hal kelahiran dari anak dara ini, lalu bagaimanakah timbulnya cerita itu? Ada peribahasa Yahudi yang mengatakan bahwa pada setiap anak selalu ada tiga yang terlibat – bapa, ibu dan Roh Allah. Mereka yakin bahwa seorang anak tidak akan dilahirkan tanpa Roh Kudus. Ada kemungkinan bahwa cerita-cerita PB mengenai kelahiran Yesus diungkapkan dalam kata-kata indah, yang secara puitis dikatakan bahkan kalaupun ia mempunyai seorang ayah manusiawi, Roh Kudus tetap bekerja dalam kelahirannya secara unik”. (ibid : 18-19). Dan akhirnya Barclay berkata :  “Dalam hal ini kita dapat memutuskan sendiri. Kita dapat menerima ajaran harfiah mengenai kelahiran dari seorang perawan; tetapi bisa juga kita lebih suka untuk memahaminya sebagai cara yang indah untuk menekankan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga. (ibid : 19).
Apakah yang harus kita katakan tentang keberatan/pendapat Barclay ini? Pertama-tama haruslah diingat bahwa secara hukum Yesus adalah anak Yusuf. Karena itu tidak aneh, kalau silsilah-Nya dibuat melalui Yusuf. Selain itu penyebutan Yesus sebagai anak Yusuf adalah penyebutan dalam konteks manusia-Nya. Bukankah akhirnya Yusuf juga mengakui Yesus sebagai anaknya? Jadi wajar kalau Yesus disebut sebagai anak Yusuf. Bahwa Maria menyebut Yusuf sebagai Bapanya Yesus (Luk 2:48) haruslah dilihat dari terang ini. Selain itu pula Barclay gagal melihat konteks ayat ini di mana Luk 2:49 justru memperlihatkan kata-kata Yesus : “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?.” Dengan kata lain, Ia mengatakan bahwa Yusuf bukanlah bapa-Nya, karena Allahlah yang adalah Bapa-Nya. Dapat ditambahkan pula bahwa penyebutna Yesus sebagai anak Yusuf adalah menurut anggapan orang. Perhatikan Luk 3:23 : “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli..” (band. Yoh 6:42). Dengan demikian jelaslah bahwa penyebutan Yusuf sevagai bapa Yesus atau Yesus sebagai anak Yusuf tidak cukup menjadi alasan untuk menolak doktrin kelahiran Kristus dari anak dara.
Lalu bagaimana dengan peribahasa Yahudi yang dikatakan Barclay? Haruslah diingat bahwa Luk 1:26-38 dan Mat 1:18-25 merupakan historical narrative (cerita sejarah) dan karenanya harus ditafsirkan secara hurufiah, tidak boleh dijadikan puisi/peribahasa. Seandainya benar bahwa ada peribahasa Yahudi seperti itu, bukankah gambaran kitab Injil jelas memperlihatkan cerita yang berbeda dari kebanyakan cara kelahiran anak-anak Yahudi. Bapa, ibu dan Roh Kudus memang terlibat dalam kelahiran seorang anak Yahudi tetapi Alkitab dengan jelas memperlihatkan bahwa hanya ibu (Maria) dan Roh Kudus yang terlibat dalam proses kelahiran Yesus.
Kita sudah menjawab semua keberatan terhadap doktrin kelahiran Kristus dari seorang perawan dan kita sudah menemukan bahwa keberatan-keberatan itu, tidak ada satu pun yang cukup kuat untuk menolak doktrin ini. Doktrin kelahiran Yesus dari anak dara adalah doktrin yang sangat penting dalam Alkitab dan peristiwa ini adalah sebuah mujizat. Yesus Kristus adalah Allah yang ajaib dan karenanya layaklah untuk dipikirkan bahwa Ia datang dan pergi dari dunia ini dengan cara yang ajaib pula. Kiranya iman kita diteguhkan untuk mempercayai peristiwa yang agung ini sambil merayakan dan menikmati sukacita Natal tahun ini. SELAMAT NATAL!!

Antara “Kata Alkitab” dan “Keberatan Masa Kini”

Bagian Terakhir Dari Tiga Tulisan

Esra Alfred Soru

Sebentar lagi umat Kristiani sedunia akan merayakan suatu hari raya besar yakni NATAL. Suatu perayaan untuk mengingat suatu peristiwa penting dalam sejarah dunia yakni kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. (more…)

Siapakah Orang Majus & Bintang Apakah yang Mereka Lihat?

Written By: admin - Dec• 16•09
Bagian Kedua dari Tiga Tulisan
Esra Alfred Soru
Satu kisah yang tidak dapat dipisahkan dari Natal adalah kisah kunjungan orang Majus yang datang mencari dan menyembah Yesus. Kisah ini hanya diceritakan oleh Matius sedangkan ketiga Injil yang lain tidak menyinggung kisah ini sama sekali. Tentang hal ini beberapa orang menaruh keraguan tentang historitas kisah ini namun sesungguhnya ini bukanlah persoalan jika kita menyadari bahwa setiap pengarang Injil mempunyai sumber-sumber sendiri dalam penulisan Injilnya. Mungkin juga Matius mencatatnya karena sebelumnya Markus tidak mencatatnya sedangkan Lukas dan Yohanes tidak mencatatnya karena merasa Matius sudah mencatatnya. Kalau kita sungguh mempercayai kesaksian Alkitab, kita tentu akan menerimanya tanpa keraguan apalagi dengan alasan-alasan yang dipaksakan.
Gaya tulis Matius : Jawaban atas nubuatan
Kalau kita mempelajari sedikit latar belakang Injil Matius, kita mengerti bahwa sebagai orang Yahudi, Matius mempunyai kepentingan untuk meyakinkan para pembaca yang adalah orang Yahudi bahwa sesungguhnya Kristus adalah Mesias yang dinanti-nantikan di mana Ia menjawab semua nubuatan tentang Mesias. Itulah sebabnya dalam menulis silsilah Yesus, Matius memulainya dari Abraham saja (tidak dari Adam) yang mana merupakan nenek moyang bangsa Israel (Mat 1:1). Ini jelas berbeda dengan Lukas yang menujukkan Injilnya bagi orang-orang gentile (non Yahudi) sehingga menulis silsilah Yesus sampai ke Adam sebagai manusia pertama bahkan sampai pada Allah. (Luk 3:38). Karena itu Matius biasanya mencatat peristiwa-peristiwa tentang Kristus dan menghubungkannya dengan PL sebagai bukti bahwa Kristus adalah jawaban dan sentral dari berita PL. Demikianlah yang terjadi ketika Matius mencatat peristiwa kunjungan orang-orang Majus saat Yesus dilahirkan. Mungkin saja Matius mencatat peristiwa ini dan melihatnya sebagai penggenapan dari harapan yang terdapat dalam Maz 72:10-11 : “Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!” dan juga nubuatan dalam Yes 60:6 : “Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN”.
Siapakah orang-orang  Majus itu?
Siapakah orang-orang Majus itu? Tidak banyak keterangan dari Alkitab tentang mereka kecuali informasi bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘magoi’. Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, … ‘. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr  juga memberikan keterangan : “Orang-orang Majus (magoi) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8). Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa : “Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama dan obat-obatan. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan dan perbintangan. Perhatikan juga keterangan William Barclay berikut ini : “Para Majus adalah orang-orang yang mengetahui filsafat, ilmu kedokteran dan ilmu alam. Mereka juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang akan terjadi….orang Majus adalah orang yang baik dan suci, yang selalu berusaha mencari kebenaran”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari- Matius; hal. 40). Selanjutnya Herodatus memberikan keterangan lebih rinci tentang orang-orang Majus ini bahwa : “Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi. Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan Prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana” (ibid : 39). Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah imam-imam dalam kerajaan Syeba dan Arabia yang adalah keturunan Abraham dari Ketura dan mereka mengajar atas nama Allah yang telah mereka terima dari tradisi lisan Abraham (Kej 25:6). Sangat mungkin mereka ini sudah memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi dalam pembuangan, atau dengan nubuat dan pengaruh Daniel, sehingga mereka memiliki nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25).
Berapa jumlah mereka?
Tentu saja jumlah mereka sangatlah banyak di daerah mereka sendiri. Namun berapa banyakkah yang datang mencari Yesus dan menyembah-Nya? Banyak dari antara kita merasa bahwa mereka berjumlah 3 orang dan demikian pula menurut tradisi. Bahkan tradisi-tradisi ini sampai memberitahukan nama ketiga orang Majus ini. Tradisi abad 6 mengatakan bahwa 3 orang Majus ini adalah Bithisarea, Melichior, dan Gathaspa sedangkan tradisi Armenia abad 14 mengatakan bahwa ketiga orang Majus itu adalah 3 orang raja, masing-masing bernama Gasper (raja Arab), Melkhior (raja Persia) dan Balthazar (raja India). Walaupun demikian kita harus sadar bahwa Alkitab sama sekali tidak memberitahukan jumlah orang-orang Majus ini maupun nama-nama mereka. Sangat mungkin bahwa jumlah tersebut (3 orang) dikaitkan dengan 3 persembahan yang dibawa mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Namun persoalanya adalah apakah jumlah persembahan menentukan jumlah pemberi?  Jelas tidak harus demikian. Bisa jadi mereka berjumlah lebih dari 3 orang namun membawa 3 macam persembahan.
Bintang apakah yang mereka lihat ?
Lalu bintang apakah yang dilihat oleh para majus itu yang menuntun mereka dalam mencari Yesus? Sudah terdapat banyak usaha untuk menjelaskan bintang Natal/bintang Betlehem ini secara ilmiah. (1) Ada yang berkata bahwa ini adalah konyungsi planet yakni situasi dimana beberapa planet berada dalam satu garis dengan bulan yang terlihat dari bumi sehingga terlihat beda dengan bintang-bintang pada umumnya. Namun persoalannya adalah karena konyungsi planet bersifat tetap untuk jangka waktu lama, tentu agak kurang cocok dengan apa yang dilihat orang majus. (2) Kepler pernah mengatakan bahwa bintang ini adalah “Supernova”. Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan energi sampai akhirnya meredup. Ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 1604 di mana sementara Kepler, mengamat-amati hubungan Jupiter dan Saturnus yang terdapat dalam konstelasi Sagitarius di langit, tiba-tiba muncul sebuah bintang secerah Jupiter, yang tampak di antara Jupiter dan Saturnus. Kepler menghitung bahwa kejadian ini terjadi setiap hampir 800 tahun sekali. Berarti 2 kejadian sebelumnya terjadi sekitar tahun 7 SM. Ia lalu menulis sebuah buku berjudul De Stella Nova in Pede Serpentarti dan menghubungkan supernova ini dengan tahun kelahiran Kristus seperti perhitungan Laurence Suslyga bahwa Kristus lahir di tahun 4 SM. Tahun 1614 Kepler mempublikasikan kesimpulannya bahwa supernova yang kelihatan tahun 1604 juga adalah supernova yang tampak di tahun 7 atau 6 SM dan dikenal sebagai bintang Betlehem. Kepler percaya bahwa supernova itu sengaja “ditempatkan” Tuhan untuk memimpin orang-orang Majus untuk berjumpa dengan Yesus. Terhadap pendapat ini Herlianto berkata bahwa : “Kelihatannya supernova juga tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan petunjuk arah”. (www.yabina.org) (3) Ada juga yang berkata bahwa bintang itu adalah sebuah meteor yakni benda langit yang juga mengelilingi matahari, tetapi ketika dekat dengan bumi ia bisa tertarik gaya tarik bumi sehingga ketika memasuki atmosfir bumi ia terbakar karena gesekan dengan udara dan terlihat seperti bola api. Ada yang berkeberatan dengan pandangan semacam ini dengan alasan bahwa meteor biasa jatuhnya cepat sehingga tidak cocok dengan apa yang dilihat orang Majus yang seakan-akan berhenti di atas Betlehem. (4) Pandangan lain tentang bintang Betlehem ini yang paling banyak diterima adalah bahwa itu adalah sebuah komet yang kemudian hari disebut komet Halley berdasarkan penemunya yakni Edmond Halley. Tentang ini Herlianto memberi penjelasan :“Komit adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk parabola, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu. Kemungkinannya, komitlah yang dilihat orang majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kelahiran atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu. Kemungkinan bintang itu komet memang besar, karena dalam Matius 2:1-10, terlihat bahwa bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa hari”. (ibid). Herlianto melanjutkan : “Komit itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM (Encarta), dan terakhir terlihat pada tahun 1986. Dari beberapa kehadiran komit yang kemudian dinamakan Halley itu lamanya berkisar 75 sampai 79 tahun. Dengan mengambil median 77, dihitung dari tahun 239sM, kemungkinan besar pada tahun-tahun sekitar 8 SM komit Halley mendekati dan terlihat di bumi dan berada di atas Yudea di hari kelahiran Yesus. Namun juga ada yang menolak dugaan ini dengan alasan bahwa : “Catatan mengenai penampakan komet tidak cocok dengan kelahiran Tuhan. Misalnya, Komet Halley tampak pada tahun 11 S.M., tetapi hari Natal yang pertama terjadi sekitar tahun 7 sampai 5 SM”. (Artikel ©Hx’02). Kalau begitu bintang apakah yang dilihat orang-orang Majus itu? Kita memang tidak dapat mengetahuinya dengan pasti dan itu tidaklah penting. Satu hal yang pasti adalah apa pun bintang itu, Allah telah memakainya sedemikian rupa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Dalam artikel ©Hx’02 kembali dikatakan bahwa : “Tuhan telah sering menggunakan cahaya surgawi yang istimewa untuk membimbing umat-Nya, seperti kemuliaan yang memenuhi Kemah Suci (Keluaran 40:34-38) dan Bait Suci (1 Raja-raja 8:10) dan cahaya yang menyinari Rasul Paulus (Kisah Para Rasul 9:3). Tanda-tanda yang menunjukkan kehadiran Tuhan seperti itu dikenal sebagai Kemuliaan Shekinah, atau tempat tinggal Tuhan. Cahaya istimewa ini adalah manifestasi yang tampak dari keagungan Tuhan. Beberapa penjelasan para ahli astronom di atas mengenai Bintang Betlehem sangat bermacam-macam, tetapi semuanya itu menuju kepada satu kesimpulan saja. Satu hal yang dapat kita simpulkan bahwa munculnya Bintang Betlehem tersebut adalah salah satu kasih karunia Allah untuk menyambut datangnya Juruselamat dunia yang turun ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia yaitu Tuhan Yesus Kristus”.
Mengapa mereka bertemu Yesus di dalam rumah ?
Matius 2 :11 berkata : ‘Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia…’ Jadi mereka bertemu bayi Yesus di dalam rumah. Mengapa bukan di kandang ? Bukankah Yesus dilahirkan di kandang? Beberapa orang memakai ayat ini untuk menunjukkan kontradiksi Alkitab namun sesungguhnya tidaklah demikian. Kita harus memahami bahwa waktu di mana para Majus menjumpai Yesus, bukanlah tepat pada saat Yesus dilahirkan (di kandang) namun beberapa waktu setelah Yesus dilahirkan sehingga tentunya Maria dan Yusuf sudah pindah dari kadang ke sebuah rumah. Jadi para gembala hadir pada saat Yesus dilahirkan makanya mereka bertemu Yesus di kadang namun para Majus hadir beberapa waktu kemudian makanya mereka bertemu Yesus di rumah. Itu berarti bahwa para gembala tidak pernah bertemu dengan para Majus. (Catatan : Kalau bikin drama Natal, jangan pertemukan para gembala dan para Majus sebab ini keliru). Jadi tidak ada kontradiksi dalam Alkitab!

Bagian Kedua dari Tiga Tulisan

Esra Alfred Soru

Satu kisah yang tidak dapat dipisahkan dari Natal adalah kisah kunjungan orang Majus yang datang mencari dan menyembah Yesus. Kisah ini hanya diceritakan oleh Matius sedangkan ketiga Injil yang lain tidak menyinggung kisah ini sama sekali. Tentang hal ini beberapa orang menaruh keraguan tentang historitas kisah ini namun sesungguhnya ini bukanlah persoalan jika kita menyadari bahwa setiap pengarang Injil mempunyai sumber-sumber sendiri dalam penulisan Injilnya. (more…)