PD Air Hidup

Jl. Bhakti Warga 5 Kupang – NTT

Aman Dalam Tangan Tuhan

Written By: admin - Oct• 26•09
Mazmur 91:1.16
Esra A Soru
Tidak ada satu orang pun yang ingin berada dalam kondisi yang tidak aman. Semua orang ingin keamanan dan kenyamanan. Itulah sebabnya orang menyewa jasa security untuk menjaga keamanan rumah/kantor mereka. Itulah sebabnya rumah-rumah di kota kebanyakan berpagar tembok. Dirasa masih kurang, orang menempatkan anjing herder di depan rumah mereka. Jadi manusia ingin keamanan tetapi semakin ia menginginkan keamanan justru ia terus diburu dengan berbagai ancaman. Meskipun demikian Daud dalam Mazmur 91 berkata : “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai”(ay. 2). Ikuti 2 kupasan berikut :
1. Kita Membutuhkan Keamanan Karena Ada Banyak Ancaman
Dalam Mazmur ini Daud menggambarkan bahwa hidupnya selalu dibayang-bayangi oleh sejumlah bahaya/ancaman. Dalam ayat 3 dikatakan :
‘Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk’.
Frase “jerat penangkap burung” ini dalam Alkitab Terjemahan Lama disebut “jerat orang pemburu”. Apa yang dimaksud dengan “jerat penangkap burung” ini? Mengapa jerat burung kok bias mengancam kita? Jerat penangkap burung adalah jebakan yang dipasang oleh pemburu yang untuk menangkap burung. Jerat itu sangat berbahaya namun  ditaruh pada tempat yang tidak diduga. Bagi burung, jerat itu adalah bahaya yang tersembunyi. Jadi maksud ungkapan ini adalah bahwa dalam hidup kita ini selalu ada ancaman dari bahaya-bahaya yang terselubung. Bandingkan bunyi ayat ini dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari maupun Contemporary English Version :
BIS : “Ia akan melepaskan engkau dari bahaya tersembunyi…”
CEV : “The Lord will keep you safe from secret traps…”
Kemungkinan besar yang dimaksud oleh Daud adalah jebakan-jebakan yang dipasang Saul terhadap diri-Nya. Inilah bahaya/ancaman pertama dalam hidup kita. Tidak semua orang di sekitar kita tulus seperti merpati. Ada yang licik seperti ular yang setiap saat dapat menjebak kita.
Selanjutnya dikatakan dalam ayat 3 dan 6 tentang penyakit sampar yang busuk.
Ay 3 – Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Ay 6 – terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Ancaman kedua yang digambarkan pemazmur adalah penyakit sampar. Penyakit sampar ini digambarkan dalam tingkatan/stadium yang tinggi. Alkitab Terjemahan Baru mengatakan “penyakit sampar yang busuk”, Alkitab Terjemahan Lama mengatakan “sampar yang amat membinasakan” dan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan “dari penyakit yang membawa maut”. Jadi penyakit adalah ancaman bagi kehidupan manusia di mana penyakit dapat membawa maut kepada manusia. Contohnya penyakit stroke, gula darah, darah tinggi, darah rendah, jantung koroner, tipes, kanker (rahim, payudara, otak, kulit), dll. Juga seiring dengan waktu, muncul penyakit-penyakit aneh seperti AIDS, Ebola, Ataxia, dll. Ini adalah konsekuensi dosa. Dosa menyebabkan penyakit, penderitaan dan maut. Penyakit adalah ancaman bagi kehidupan manusia.
Ancaman yang ketiga dinyatakan dalam ayat 5 yakni kedahsyatan malam.
Ay 5 – Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang…
Alkitab Terjemahan Lama menyebutnya ‘hebat malam’. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menyebutnya ‘bahaya di waktu malam’. Alkitab ASV menyebutnya “the terror by night” (teror dari malam) dan Alkitab GW menyebutnya ‘terrors of the night’ (terornya malam). Ini berbicara tentang bahaya/ancaman yang datang tiba-tiba, mendadak, yang sangat tidak diduga.
Itulah ancaman-ancaman yang digambarkan pemazmur. Tentu masih ada banyak ancaman yang kita hadapi dalam hidup ini dan semua itu membuat hidup menjadi tidak aman.
2. Dalam Tangan Tuhan Ada Tempat Perlindungan Yang Aman
Dalam ay 2 pemazmur mengungkapkan seruan umat Allah :
Ay 2 – “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan ayat tersebut sebagai berikut :
“Engkaulah pembela dan pelindungku, Allahku, pada-Mulah aku percaya.”
Mengapa Allah dapat menjadi tempat perlindungan ? Karena Ia adalah satu-satunya penyelamat yang benar.
Yes 45:5 – Akulah TUHAN, tak ada lainnya, Aku Allah Yang Maha esa. Engkau telah Kupersenjatai, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
Allah yang sama juga berjanji memelihara orang-orang yang berharap kepada-Nya.
Maz 55:23 – Serahkanlah kekuatiranmu kepada TUHAN, maka Ia akan menopang engkau; sebab orang jujur tidak dibiarkan-Nya dikalahkan.
Meskipun Allah berjanji untuk melindungi kita tetapi itu tidak terjadi secara otomatis terhadap setiap orang. Ada persyaratannya !
Pertama, duduk dalam lindungan Tuhan.
Perhatikan bunyi ayat 1 :
“….orang yang duduk dalam lindungan yang Mahatinggi”
Duduk di sini berarti tidak bergerak/beranjak dari Tuhan. Atau sama artinya dengan setia kepada Tuhan. Jadi orang yang setia akan dilindungi oleh Tuhan.
Kedua, bermalam dalam naungan yang Mahakuasa.
Ay 1 – “…dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa”
Bermalam di sini berarti ada bersama Tuhan atau  mengambil waktu bersama Tuhan di dalam doa. Tuhan berjanji melindungi orang-orang yang selalu memohonkan perlindungan-Nya melalui doa. Apakah saudara melakukan itu atau tidak?
Ketiga, percaya akan kemampuan Tuhan dalam menolong.
Ay 2 : akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Jadi Allah akan menjadi perlindungan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Saudara yang terkasih, manusia hidup dalam dunia yang berdosa sehingga ada banyak ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri seperti bahaya, kematian, sakit-penyakit, bencana, dll. Tetapi berbahagialah setiap orang yang percaya kepada Allah, yang setia kepada-Nya dan yang bergantung kepada-Nya dalam doa.

Mazmur 91:1.16

Esra A Soru

Tidak ada satu orang pun yang ingin berada dalam kondisi yang tidak aman. Semua orang ingin keamanan dan kenyamanan. Itulah sebabnya orang menyewa jasa security untuk menjaga keamanan rumah/kantor mereka. Itulah sebabnya rumah-rumah di kota kebanyakan berpagar tembok. Dirasa masih kurang, orang menempatkan anjing herder di depan rumah mereka. Jadi manusia ingin keamanan tetapi semakin ia menginginkan keamanan justru ia terus diburu dengan berbagai ancaman. Meskipun demikian Daud dalam Mazmur 91 berkata : “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai“(ay. 2). Ikuti 2 kupasan berikut :

1. Kita Membutuhkan Keamanan Karena Ada Banyak Ancaman

Dalam Mazmur ini Daud menggambarkan bahwa hidupnya selalu dibayang-bayangi oleh sejumlah bahaya/ancaman. Dalam ayat 3 dikatakan :

‘Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk’.

Frase “jerat penangkap burung” ini dalam Alkitab Terjemahan Lama disebut “jerat orang pemburu”. Apa yang dimaksud dengan “jerat penangkap burung” ini? Mengapa jerat burung kok bias mengancam kita? Jerat penangkap burung adalah jebakan yang dipasang oleh pemburu yang untuk menangkap burung. Jerat itu sangat berbahaya namun  ditaruh pada tempat yang tidak diduga. Bagi burung, jerat itu adalah bahaya yang tersembunyi. Jadi maksud ungkapan ini adalah bahwa dalam hidup kita ini selalu ada ancaman dari bahaya-bahaya yang terselubung. Bandingkan bunyi ayat ini dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari maupun Contemporary English Version :

BIS : “Ia akan melepaskan engkau dari bahaya tersembunyi…

CEV : “The Lord will keep you safe from secret traps…

Kemungkinan besar yang dimaksud oleh Daud adalah jebakan-jebakan yang dipasang Saul terhadap diri-Nya. Inilah bahaya/ancaman pertama dalam hidup kita. Tidak semua orang di sekitar kita tulus seperti merpati. Ada yang licik seperti ular yang setiap saat dapat menjebak kita.

Selanjutnya dikatakan dalam ayat 3 dan 6 tentang penyakit sampar yang busuk.

Ay 3 – Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Ay 6 – terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Ancaman kedua yang digambarkan pemazmur adalah penyakit sampar. Penyakit sampar ini digambarkan dalam tingkatan/stadium yang tinggi. Alkitab Terjemahan Baru mengatakan “penyakit sampar yang busuk”, Alkitab Terjemahan Lama mengatakan “sampar yang amat membinasakan” dan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan “dari penyakit yang membawa maut”. Jadi penyakit adalah ancaman bagi kehidupan manusia di mana penyakit dapat membawa maut kepada manusia. Contohnya penyakit stroke, gula darah, darah tinggi, darah rendah, jantung koroner, tipes, kanker (rahim, payudara, otak, kulit), dll. Juga seiring dengan waktu, muncul penyakit-penyakit aneh seperti AIDS, Ebola, Ataxia, dll. Ini adalah konsekuensi dosa. Dosa menyebabkan penyakit, penderitaan dan maut. Penyakit adalah ancaman bagi kehidupan manusia.

Ancaman yang ketiga dinyatakan dalam ayat 5 yakni kedahsyatan malam.

Ay 5 – Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang…

Alkitab Terjemahan Lama menyebutnya ‘hebat malam’. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menyebutnya ‘bahaya di waktu malam’. Alkitab ASV menyebutnya “the terror by night” (teror dari malam) dan Alkitab GW menyebutnya ‘terrors of the night’ (terornya malam). Ini berbicara tentang bahaya/ancaman yang datang tiba-tiba, mendadak, yang sangat tidak diduga.

Itulah ancaman-ancaman yang digambarkan pemazmur. Tentu masih ada banyak ancaman yang kita hadapi dalam hidup ini dan semua itu membuat hidup menjadi tidak aman.

2. Dalam Tangan Tuhan Ada Tempat Perlindungan Yang Aman

Dalam ay 2 pemazmur mengungkapkan seruan umat Allah :

Ay 2 – “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan ayat tersebut sebagai berikut :

“Engkaulah pembela dan pelindungku, Allahku, pada-Mulah aku percaya.”

Mengapa Allah dapat menjadi tempat perlindungan ? Karena Ia adalah satu-satunya penyelamat yang benar.

Yes 45:5 – Akulah TUHAN, tak ada lainnya, Aku Allah Yang Maha esa. Engkau telah Kupersenjatai, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

Allah yang sama juga berjanji memelihara orang-orang yang berharap kepada-Nya.

Maz 55:23 – Serahkanlah kekuatiranmu kepada TUHAN, maka Ia akan menopang engkau; sebab orang jujur tidak dibiarkan-Nya dikalahkan.

Meskipun Allah berjanji untuk melindungi kita tetapi itu tidak terjadi secara otomatis terhadap setiap orang. Ada persyaratannya !

Pertama, duduk dalam lindungan Tuhan.

Perhatikan bunyi ayat 1 :

“….orang yang duduk dalam lindungan yang Mahatinggi”

Duduk di sini berarti tidak bergerak/beranjak dari Tuhan. Atau sama artinya dengan setia kepada Tuhan. Jadi orang yang setia akan dilindungi oleh Tuhan.

Kedua, bermalam dalam naungan yang Mahakuasa.

Ay 1 – “…dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa”

Bermalam di sini berarti ada bersama Tuhan atau  mengambil waktu bersama Tuhan di dalam doa. Tuhan berjanji melindungi orang-orang yang selalu memohonkan perlindungan-Nya melalui doa. Apakah saudara melakukan itu atau tidak?

Ketiga, percaya akan kemampuan Tuhan dalam menolong.

Ay 2 : akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Jadi Allah akan menjadi perlindungan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Saudara yang terkasih, manusia hidup dalam dunia yang berdosa sehingga ada banyak ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri seperti bahaya, kematian, sakit-penyakit, bencana, dll. Tetapi berbahagialah setiap orang yang percaya kepada Allah, yang setia kepada-Nya dan yang bergantung kepada-Nya dalam doa.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply