PD Air Hidup

Jl. Bhakti Warga 5 Kupang – NTT

bagaimana dengan ayat-ayat seperti Wah 3:14 dan Kol 1:15?

Written By: admin - Jun• 09•09

 

Saya pernah mendengar khotbah Pak Esra yang mengatakan bahwa Kristus dan Allah itu sama umurnya, sama kuasanya. Lalu bagaimana dengan ayat-ayat seperti Wah 3:14 dan Kol 1:15? Mohon penjelasan!

Jawaban Ev.Esra Soru

Ini pertanyaan yang bagus karena ayat-ayat ini biasa digunakan oleh kelompok Saksi Yehovah maupun Unitarian untuk membuktikan bahwa Yesus tidak setara dengan Allah. Sekarang mari kita perhatikan 2 ayat ini : 

Wah 3:14 – “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

  • Kol 1:15 – Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Dua ayat di atas memang sepintas lalu menunjukkan bahwa Yesus itu diciptakan oleh Bapa dan dengan demikian tidak sama umur atau sama kekal dengan Bapa. Saya akan jelaskan satu per satu. 

Wah 3:14

Wah 3:14 – “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

Dalam penerjemahan suatu kata yang mempunyai banyak arti, kita harus selalu berhati-hati untuk tidak memilih arti yang salah. Sebagai contoh, kata ‘heart’ dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan ‘jantung’ ataupun ‘hati’ (sebagai pusat dari manusia). Kalau kita mendengar istilah ‘heart attack’, maka tentu kita harus memilih arti pertama dan menerjemahkan sebagai ‘serangan jantung’. Tetapi kalau kita mendengar istilah ‘broken heart’, maka kita tentu harus memilih arti kedua dan menerjemahkan ‘patah hati’.

Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan ‘permulaan’ dalam Wah 3:14 ini adalah ARKHE. Kata ARKHE ini mempunyai banyak arti seperti:

1. Beginning (= permulaan / mulanya). Arti ini diambil dalam Yoh 1:1.

2. Ruler / chief (= pemerintah / kepala).

3. Origin (= asal usul).

4. Source (= sumber).

Kalau kita mau mengambil arti pertama, maka ada 2 kemungkinan:

1. Kita akan menafsirkan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama, karena ini berarti Yesus bukan Allah. Ini yang diambil oleh Saksi-Saksi Yehuwa, Unitarian, dan ini jelas salah, karena penafsiran ini bertentangan dengan banyak ayat-ayat Kitab Suci yang lain, yang menyatakan Yesus sebagai Allah, kekal, Pencipta, dsb.

b. Kita menafsirkan bahwa Yesus adalah sumber / pemula dari ciptaan Allah, atau yang memulai ciptaan Allah. Saya akan memberikan beberapa contoh penerjemahan seperti ini:

NASB menerjemahkan ‘beginning’, tetapi memberikan catatan kaki yang mengatakan: “I. e., origin or source” (= Yaitu, asal usul atau sumber).

NKJV menerjemahkan ‘beginning’, tetapi menuliskannya ‘Beginning’ (huruf pertama menggunakan huruf besar), yang jelas memaksudkan ini sebagai gelar ilahi bagi Yesus.

Apakah kata ‘beginning’ itu memang bisa diartikan seperti itu? Saya kira ya, karena dalam kamus Webster’s New World Dictionary (College Edition) dikatakan bahwa kata ‘to begin’ bisa berarti : 

‘to cause to start’ (= menyebabkan untuk mulai), atau ‘to cause to come into being’ (= menyebabkan ada / tercipta), atau ‘originate’ (= memulai). 

Sedangkan untuk kata ‘beginning’ bisa diartikan :

‘a starting’ (= suatu pe-mulai-an), atau ‘origin’ (= asal usul), atau ‘source’ (= sumber).

Atau, kita bisa mengambil arti ke 2, yaitu ‘ruler / chief’ (= pemerintah / kepala), seperti dalam terjemahan NIV: ‘the ruler of God’s creation’ (= pemerintah / penguasa dari ciptaan Allah). Jelas bahwa terjemahan ini tidak menunjukkan Yesus sebagai ciptaan dari Allah! Atau bisa juga kita mengambil arti ke 3 atau ke 4. Dengan demiki¬an Wah 3:14 ini menunjukkan Yesus sebagai ‘sumber’ atau ‘asal mula’ dari ciptaan Allah. Dengan demikian Wah 3:14 ini tidak menunjukkan Yesus sebagai ciptaan Allah, tetapi sebagai Pencipta! Perhatikan 2 terjemahan di bawah ini : 

Living Bible: ‘the primeval source of God’s creation’ (= sumber yang mula-mula dari ciptaan Allah).

FAYH: ‘sumber segala ciptaan Allah’.

Catatan: FAYH = Firman Allah Yang Hidup, yaitu Kitab Suci Indonesia dalam bahasa sehari-hari, yang merupakan terjemahan dari Living Bible.

Kol 1:15

Kol 1:15 – Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan

Kata ‘sulung’ / ‘anak sulung’ memang biasanya diartikan sebagai salah seorang dari kelompok tersebut, hanya saja ia yang paling tua / paling dulu ada. Tetapi dalam Kitab Suci seringkali suatu kata bisa digunakan dalam arti yang berbeda dengan biasanya. Misalnya:

1. Kata ‘iman’ digunakan puluhan atau mungkin ratusan kali dalam arti ‘kepercayaan’, tetapi dalam Gal 1:23 kata ‘iman’ digunakan dalam arti ‘ajaran / Injil’.

Gal 1:23 – “Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya”.

2. Kata ‘allah’ / ‘Allah’ digunakan ratusan atau ribuan kali untuk menunjuk kepada Allah / dewa, tetapi juga perkecualiannya.

Maz 82:1,6-7 – “(1) Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: … (6) Aku sendiri telah berfirman: ‘Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. – (7) Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.’”.

NASB menerjemahkan ‘para allah’ dalam Maz 82:1 dengan kata ‘rulers’ (= penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah).

Demikian juga dengan penggunaan kata ‘sulung’. Sekalipun biasanya menunjuk kepada salah satu dari kelompok tersebut, hanya saja ia yang paling tua / paling dulu ada, tetapi ada perkecualiannya, di mana kata ‘sulung’ digunakan dengan arti yang berbeda dari biasanya. Misalnya:

Rom 8:29 – “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara”.

Ibr 1:6 – “Dan ketika Ia membawa pula AnakNya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.’”.

Catatan: untuk kata ‘sulung’ dalam kedua ayat ini digunakan kata Yunani yang sama seperti dalam Kol 1:15.

Pada waktu Kristus dikatakan sebagai ‘yang sulung di antara banyak saudara’ / ‘AnakNya yang sulung’, sudah tentu Kristus tidak bisa dikatakan termasuk dalam kelompok ‘saudara-saudara’ / ‘anak-anak Allah’ tersebut. Ingat bahwa istilah ‘Anak Allah’ untuk Yesus tidak menunjuk kepada kemanusiaan-Nya, tetapi kepada keilahianNya. Kalau dalam Rom 8:29 dan Ibr 1:6, kata ‘sulung’ bisa diartikan bahwa Yesus tidak termasuk dalam kelompok itu, apakah aneh kalau kata-kata ‘yang sulung dari semua ciptaan’ dalam Kol 1:15 kita artikan dengan cara yang serupa? Ini tidak menunjukkan bahwa Yesus termasuk dalam ciptaan, tetapi bahwa Ia ada di atas ciptaan itu. 

Alasan lain yang menyebabkan sebutan ‘yang sulung dari semua ciptaan’ terhadap diri Yesus, tidak boleh diartikan bahwa Yesus merupakan ciptaan pertama adalah karena Kol 1:15 tidak boleh ditafsirkan menentang konteksnya. Kol 1:16-17 menunjukkan keilahian Yesus dan bahwa Yesus adalah Pencipta segala sesuatu. Kalau Kol 1:15 diartikan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama, maka Ia sama sekali bukan Allah, dan Ia tidak bisa mencipta, dan dengan demikian bertentangan dengan Kol 1:16-17. 

Kol 1:16 – “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”. 

Kol 1:17 – “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia”.

Kalau begitu apa makna ayat ini? Terjemahan NIV berbunyi :

‘the firstborn over all creation’ (= yang sulung di atas semua ciptaan).

Jadi ayat ini mau mengatakan bahwa Yesus berada di atas semua ciptaan. Jadi salahlah kalau mengatakan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama seperti yang dipercaya para Saksi Yehovah dan Unitarian.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply