<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PD Air Hidup &#187; Ragam</title>
	<atom:link href="http://airhidup.info/wp/category/ragam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://airhidup.info/wp</link>
	<description>Jl. Bhakti Warga 5 Kupang - NTT</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Jan 2010 10:59:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Kelahiran Kristus Yang Ajaib (Dari Perawan Maria)</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 05:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Antara “Kata Alkitab” dan “Keberatan Masa Kini” Bagian Terakhir Dari Tiga Tulisan Esra Alfred Soru Sebentar lagi umat Kristiani sedunia akan merayakan suatu hari raya besar yakni NATAL. Suatu perayaan untuk mengingat suatu peristiwa penting dalam sejarah dunia yakni kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. Ia yang adalah Allah pencipta alam semesta itu datang menjenguk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Antara “Kata Alkitab” dan “Keberatan Masa Kini”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bagian Terakhir Dari Tiga Tulisan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Esra Alfred Soru</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sebentar lagi umat Kristiani sedunia akan merayakan suatu hari raya besar yakni NATAL. Suatu perayaan untuk mengingat suatu peristiwa penting dalam sejarah dunia yakni kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. Ia yang adalah Allah pencipta alam semesta itu datang menjenguk manusia dengan menyamar sebagai manusia. Itulah yang dikenal dengan istilah “inkarnasi”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kesaksian Alkitab</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Menurut kesaksian Alkitab, sewaktu Yesus berinkarnasi ke dalam dunia ini, Ia tidak datang dengan kebesaran-Nya sebagai Allah alam semesta melainkan datang dalam rupa seorang bayi mungil melalui rahim seorang perawan Yahudi bernama Maria. Injil Matius dan Lukas menggambarkan dengan jelas bahwa bayi yang dikandung perawan Yahudi itu adalah hasil karya Roh Kudus dan bukan hasil hubungan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sesungguhnya hal ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara mendadak atau kebetulan melainkan sudah dinubuatkan jauh sebelumnya. Dalam Kej 3:15 dikatakan : “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.&#8221; Jadi ada satu janji bahwa akan datang seorang keturunan perempuan itu yang akan berhasil meremukkan kepala ular itu. Menarik untuk dipikirkan bahwa keturunan yang akan datang itu tidak disebut sebagai keturunan laki-laki melainkan keturunan perempuan. Dalam kebudayaan paternalistik seperti di Yahudi, sering disebutkan dalam silsilah-silsilah tentang seorang laki-laki yang memperanakkan. Contohnya Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, dst. Kalau dikatakan bahwa Abraham memperanakkan Ishak maka dengan sendirinya orang mengerti bahwa bukan Abraham yang melahirkan Ishak melainkan istrinya. Jadi kalau Alkitab berkata tentang seorang laki-laki yang memperanakkan seseorang maka sudah tentu harus dimengerti hal itu dalam hubungan dengan seorang perempuan. Di sini sangat menarik bahwa ternyata keturunan yang akan meremukkan kepala ular itu bukanlah disebut keturunan laki-laki melainkan keturunan perempuan. Dengan demikian sebenarnya janji ini ingin mengatakan bahwa akan datang seseorang keturunan perempuan (tanpa laiki-laki) yang akan meremukkan kepala ular yakni iblis itu. Siapakah keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala iblis itu? Dialah Yesus Kristus yang lahir bukan dari keturunan laki-laki (dan perempuan) melainkan keturunan perempuan (tanpa laki-laki). Itulah sebabnya Kej 3:15 ini sering disebut “Proto Evangelium” (Injil yang pertama). Jadi sesungguhnya Kej 3:15 adalah sebuah tipe dari anti tipe yang akan datang yakni Kristus sendiri. Janji ini diteguhkan lagi oleh nabi Yesaya ketika ia berkata : “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”. Dan hal ini sungguh digenapi dalam diri Yesus Kristus sewaktu masuk ke dalam dunia ini. Mat 1:20-23 berkata : “&#8230;sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi : &#8220;Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel&#8221; &#8212; yang berarti: Allah menyertai kita”. Jadi kedatangan Kristus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan adalah penggenapan nubuatan dalam PL. Hal ini dipercayai dengan pasti oleh orang-orang Kristen yang sejati bahkan muncul dalam rumusan Pengakuan Iman Rasuli yang kita ucapkan setiap minggunya : “Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria&#8230;”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Perkembangan selanjutnya</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kepercayaan akan kelahiran Kristus dari seorang perawan sudah dipercayai golongan ortodoks selama ribuan tahun namun rupanya dalam perkembangan selanjutnya, doktrin/kepercayaan ini mulai ditentang dan ditolak terutama oleh aliran liberal dan juga gerakan “Jesus History” atau “Jesus Seminar”. Penolakan ini begitu hebat sehingga pokok ini menjadi suatu pokok yang sangat kontroversial. Pokok ini yang paling banyak diperdebatkan dalam studi Kristologi di samping topik kematian dan kebangkitan Kristus. Millard J. Erickson berkata :  “Di akhir abad 19 dan awal abad 20, kelahiran Yesus dari seorang perawan berada di garis depan perdebatan di antara golongan fundamentalis dengan golongan modernis. Golongan fundamentalis bersikeras bahwa doktrin ini merupakan kepercayaan yang sangat menentukan. Golongan modernis menyangkal doktrin ini sebagai tidak penting atau tidak dapat dipertahankan atau menafsirkannya kembali secara tidak harfiah. Bagi golongan fundamentalis, doktrin ini merupakan jaminan keunikan kualitatif dari keallahan Kristus, sedangkan bagi golongan modernis doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (Teologi Kristen II; hal. 393-394). Demikian pula D. James Kennedy : “Dari semua mujizat-mujizat dan misteri dalam Alkitab, mujizat kelahiran Yesus Kristus  melalui perawan Maria sudah mengalami serangan yang paling galak. Anehnya, serangan-serangan yang paling bersikap memusuhi datang dari mereka yang menganggap dirinya sebagai ahli teologia dan pelayan-pelayan Injil. Dengan mengaku bahwa mereka hanya ingin membersihkan semua yang berbau “mistik” dan “dongeng” dari kisah-kisah dalam Injil…” (Solving Bible Mysteries; hal. 69-70). Dan menariknya adalah bahwa penolakan terhadap doktrin ini justru dimulai dari seorang Pendeta yakni Harry Emerson Fosdick, Pendeta pada sebuah gereja megah “Riverside Church” di New York yang adalah pemimpin aliran teologi liberal di Amerika Serikat. Perhatikan kata-kata dalam khotbah Fosdick ini : “Aku ingin meyakinkan anda saat ini juga bahwa aku tidak percaya pada kelahiran melalui seorang perawan dan aku harap anda semua juga tidak.  Doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (Kennedy : 69; lihat juga Erickson : 394). D. James Kennedy ketika mengutip kata-kata Fosdick ini berkomentar : “Kata-kata itu diucapkan dalam paruh waktu pertama abad 20 dari atas mimbar…sejak itu kata-kata tersebut selalu bergema di semua gereja liberal di seluruh Amerika”. (Kennedy : 69).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan-keberatan terhadap doktrin ini</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ada beberapa keberatan yang biasa diajukan untuk menolak ajaran tentang kelahiran  Kristus dari seorang perawan. Kita akan melihatnya satu per satu dan mengujinya. Apakah keberatan modern ini layak menggugurkan kepercayaan ordoksi terhadap kelahiran ajaib Kristus dari seorang perawan?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan Pertama : Doktrin ini tidak masuk di akal dan bertentangan dengan hukum alam.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Inilah keberatan pertama dan utama. Mana mungkin seorang perempuan bisa hamil tanpa hubungan dengan seorang laki-laki? Ini adalah suatu hal yang tidak masuk di akal. Benarkah demikian? Sebelum menjawabnya, baiklah kita sadari satu hal bahwa sebenarnya akar dari pandangan semacam ini adalah ketidakpercayaan terhadap mujizat.  D. James Kennedy menulis :  “Jadi mengapa begitu banyak gereja dan hamba-hamba Tuhan yang menolak kelahiran melalui perawan? Alasan pertama adalah bahwa adanya kerancuan (bias) yang anti supernatural, yaitu kerangka pemikiran naturalistik yang sama sekali menolak tentang adanya mujizat. Jelas kalau anda tidak percaya kepada mujizat, anda tidak akan bisa percaya tentang kelahiran melalui seorang perawan”. (Kennedy : 77). Simak juga komentar  Josh Mc Dowell &amp; Don Steward, 2 apologet Kristen terkemuka : “Yang menjadi masalah utama bagi banyak orang berkenaan dengan kelahiran dari anak dara itu ialah bahwa kejadian itu suatu mujizat. Kitab Suci tidak membicarakan peristiwa ini sebagai suatu kejadian yang biasa  saja, melainkan sebagai perbuatan Allah yang adikodrati. Mujizat kelahiran dari anak dara ini seharusnya tidak menjadi masalah jika orang mengakui kemungkinan terjadinya mujizat”. (Jawaban Bagi Pertanyaan Orang Yang Belum Percaya; hal. 72). Bandingkan ini dengan klimat Toni Evans : “Para perawan tidak bsia hamil, kecuali secara adikodrati”. (Allah Kita Maha Agung; hal. 347). Jadi kalau kita percaya bahwa Allah adalah Allah yang berada di atas alam semesta maka tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia dapat melakukan apa saja yang Ia kehendaki termasuk memasukkan Yesus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan. Mannford G. Gutzke dengan baik berkata : “Kelahiran dari seorang perawan sama sekali bukan masalah bagi Tuhan. Kalau memang ada Allah yang menciptakan alam semesta, kalau Ia melemparkan galaksi-galaksi dari ujung-ujung jari-Nya, kalau Ia menghiasi langit malam dengan kilauan Bima Sakti, maka bagi Dia adalah hal yang amat kecil untuk menciptakan sebuah benih mungil dan menanamkannya dalam rahim seorang perawan Yahudi muda”. (Gutzke dalam Kennedy : 78). Sedangkan Stephen Tong dengan sangat indah menulis : “Ketika Adam dicipta, Adam tidak memiliki ayah dan ibu. Jadi Adam ada tanpa ayah dan tanpa ibu. Inilah cara kerja Allah yang pertama. Tanpa pria, tanpa wanita, Allah menciptakan Adam. Ketika Hawa dicipta, ia dicipta dari tulung rusuk Adam , setelah Tuhan membuat Adam tertidur. Jadi Hawa datang dari tubuh Adam, sehingga Adam mengatakan : “inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej 2:23). Maka modus kedua, Hawa dicipta dari pria, tanpa wanita. Tuhan mencipta dengan memakai pria, tanpa wanita, maka terciptalah Hawa. Ini adalah cara penciptaan yang kedua. Ketika Allah menjadikan saudara dan saya, Tuhan memakai pria dan memakai wanita. Inilah cara yang ketiga. Maka tinggal satu cara lagi yang tersisa yaitu tanpa pria, dengan memakai wanita. Dengan cara yang keempat inilah Tuhan Yesus lahir. Jikalau Allah adalah Allah yang hidup, mengapa kita berhak membatasi Allah hanya dengan memakai tiga cara dan tidak memperbolehkan Allah memakai cara yang keempat? Itulah sebabnya orang Kristen percaya bahwa Allah sanggup memakai anak dara Maria untuk melahirkan Yesus Kristus. Itu sesuatu yang sangat logis dan masuk akal. (Yesus Kristus Juruselamat Dunia; hal. 77-78). Stephen Tong melanjutkan : “Allah tidak boleh dibatasi oleh pemikiran dan kehendak manusia. Allah yang sanggup menciptakan manusia tanpa lelaki dan tanpa perempuan, juga adalah Allah yang sanggup menciptakan manusia dengan memakai laki-laki dan perempuan, Allah yang menciptakan Adam, juga adalah Allah yang menciptakan Hawa. Dan Allah yang menjadikan kita semua dengan memakai laki-laki dan perempuan juga adalah Allah yang bisa memakai perempuan tanpa laki-laki untuk melahirkan Yesus Kristus”. (ibid : 78). Dengan demikian kita bisa melihat bahwa sebenarnya kelahiran dari anak dara adalah sesuatu yang masuk akal dan bukannya tidak masuk di akal.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan kedua : Doktrin tersebut hanya sedikit sekali dibicarakan di PB (Injil Matius dan Lukas) dan dengan demikian diragukan kebenarannya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Seorang Pendeta Presbyterian di Amerika mengatakan : ‘Kelahiran melalui seorang perawan hanya disebutkan dalam 2 kitab Injil dalam Alkitab, yaitu Matius dan Lukas. Sedangkan dalam Injil Markus dan Yohanes sama sekali tidak disinggung. Paulus juga tidak pernah menyebutkan tentang itu. Karena itu aku tidak percaya’. (Kennedy : 78). Bagaimanakah kita memberi jawab apda keberatan semacam ini? Memang harus diakui bahwa hanya 2 Injil (Matius dan Lukas) yang menceritakan kelahiran Yesus dari seorang perawan. Namun demikian, hal yang paling mendasar adalah apakah kita percayai bahwa Alkitab adalah firman Allah atau tidak. Jika kita percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah dan dengan demikian tidak mungkin salah maka tidak peduli berapa banyak yang dibicarakan tentang satu topik meskipun hanya satu kali. Yang penting adalah jika topik itu pernah dibicarakan maka itu PASTI benar. Kelompok “Jesus History” atau “Jesus Seminar” jelas menolak dan tidak dapat menerima doktrin ini karena mereka tidak lagi mempercayai Alkitab apalagi cerita-cerita Injil dan menganggap itu sebagai karangan para murid Yesus.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kalau suatu bagian Alkitab ditolak hanya karena itu tidak dibicarakan oleh lebih dari 2 tokoh Alkitab maka kita mempunyai alasan untuk menolak lebih banyak lagi. Contohnya : khotbah Yesus di bukit tidak bisa dipercaya karena hanya dibicarakan dalam Injil Matius dan Lukas. Markus dan Yohanes tidak membicarakannya. Paulus juga tidak pernah menyinggung itu dalam surat-suratnya. Lagi pula perlu disadari bahwa bahwa seorang penulis Alkitab tidak menyebutkan suatu topik bukan berarti ia tidak mempercayainya. Bahwa Markus dan Yohanes tidak membicarakan kelahiran dari anak dara bukan berarti mereka menolaknya. Bukankah Markus dan Yohanes tidak menceritakan kelahiran Yesus? Apakah itu berarti bahwa mereka tidak percaya bahwa Yesus dilahirkan? Paulus juga tidak pernah menyebut mujizat-mujizat yang pernah dibuat oleh Yesus. Jadi apakah Paulus tidak percaya bahwa Yesus pernah membuat mujizat apa pun? Paulus tidak pernah menyebutkan perumpamaan-perumpamaan Yesus. Apakah Paulus tidak percaya bahwa Yesus pernah menyampaikan perumpamaan? Kalau kita mengikuti gaya berpikir semacam ini maka kita bisa menghapus seluruh isi Kitab Suci.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan ketiga : Kalau Yesus dilahirkan dari seorang perawan (tidak dengan laki-laki) maka itu berarti bahwa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kristologi kaum Injili mengatakan bahwa Kristus dalam inkarnasi-Nya adalah Alla yang sejati dan manusia yang sejati. Ia 100% Allah dan 100% manusia. Muncul pertanyaan yang berhubungan dengan kelahiran Kristus yakni jika Yesus dilahirkan dari  dari seorang perawan maka itu berarti bahwa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia. Sebenarnya keberatansemacam ini terlalu mengada-ada. Bukankah Adam dan Hawa adalah sungguh-sungguh manusia meski mereka tidak memiliki ayah dan ibu? Kalau Adam dan Hawa adalah sungguh-sungguh manusia meskipun ia tidak memiliki ayah dan ibu mengapa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia hanya karena tidak memiliki ayah?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan keempat : Kisah kelahiran Yesus dari seorang perawan mirip dengan ajaran agama-agama pra Kristen.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan berikut dalam hubungan dengan kelahrian Kristus yang ajaib adalah bahwa ada cerita-cerita dari agama pra Kristen yang mirip dengan cerita Injil tentang kelahiran Yesus. Dalam mitologi Yunani diceritakan bahwa dewa Zeus mendekati Alcmene tanpa hubungan seksual dan kemudian melahirkan Hercules, sang pahlawan yang lahir dari seorang perawan. Legenda Budha menceritakan bahwa  Budha dilahirkan dari perawan Maya. Dari Hindu dikisahkan bahwa Wishnu, dalam inkarnasinya yang kedelapan, muncul sebagai dewa Krishna, yang lahir melalui perawan Devaki. Demikian pula dari Romawi, Kaisar Agustus dan Alexander Agung dipercaya lahir dari perawan-perawan. Sumber-sumber ini membuat beberapa orang percaya bahwa kisah kelahiran dari seorang perawan yang terdapat dalam Injil merupakan saduran dari kisah-kisah serupa yang terdapat dalam kesusasteraan agama-agama lain bahkan yang lain melihatnya sebagai mitos, bahkan mitos yang dicuri/dipinjam dari agama lain.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sesungguhnya keberatan ini sama sekali tidak masuk di akal. Mengapa? Karena kalau dipelajari dengan seksama, sesungguhnya cerita-cerita itu bukannya mirip dengan cerita Injil melainkan sangat berbeda. Kennedy membantah keberatan-keberatan ini (Kennedy: 81) dengan berkata : “Dalam kasus Zeus yang menjadi ayah Hercules melalui seorang perawan, kita menemukan apa yang biasanya ditemukan dalam mitologi Yunani di mana dewa-dewa tidak lain adalah manusia-manusia yang “diperbesar” menjadi ukuran dewa, dan dengan dosa-dosa serta kelemahan manusia, hidup bersama dengan manusia. Dewa-dewa Yunani sering kali digambarkan sebagai lebih menyukai perempuan-perempuan (manusia) biasa. Tentang Budha, ibunya menyatakan bahwa seekor gajah putih yang memiliki 6 buah taring dan pembuluh-pembuluh darah berwarna merah datang mendekatinya, dan menyebabkannya mengandung bayi yang kemudian menjadi Budha. Dalam kasus Wishnu, menurut legenda, ia pertama kali menjelma menjadi ikan, lalu kura-kura, selanjutnya beruang, singa, dan beberapa makhluk aneh lainnya. Sukar melihat hubungan antara cerita ini dengan kisah kelahiran Yesus. Dalam kasus Kaisar Agustus, ia mengaku bahwa ibunya, Olympia dihamili oleh seekor ular; Alexander Agung juga mengaku bahwa ayahnya adalah seekor ular. (Mengapa hal ini perlu disombongkan sungguh tidak bisa dipahami)”. Jadi jelas bahwa ternyata semua mitos kafir ini sangat jauh berbeda dengan kisah Yesus dan karenanya tidak mungkin kisah kelahiran Yesus diambil dari mitologi-mitologi kafir ini. Simaklah kata-kata Budi Asali : “Maria mengandung dari Roh Kudus” bukan berarti bahwa Allah / Roh Kudus melakukan hubungan seks dengan Maria dan menyebabkannya mengandung melalui hubungan seks itu. Dalam dongeng-dongeng kafir kita sering membaca tentang dewa yang berhubungan seks dengan manusia sehingga mempunyai anak. Tetapi kekristenan tidak mengajarkan hal seperti itu. “Maria mengandung dari Roh Kudus”, artinya Roh Kudus melakukan suatu mujijat sehingga perawan Maria itu mengandung tanpa hubungan seks dengan siapapun”. (Eksposisi Injil Matius; hal. 20). Akhirnya perhatikan kesimpulan Thomas Thorburn : “Semua cerita yang bermacam-macam mengenai kandungan dan kelahiran yang gaib ini, yang kita temui dalam dongeng-dongeng dan sejarah Mitologi, umumnya mempunyai satu unsur serupa – semua nya itu justru menunjukkan perbedaan atau ketidaksamaan dan bukannya persamaan di antara cerita kelahiran Yesus di dalam agama Kristen dan di dalam dongeng-dongeng yang beredar di kalangan agama-agama kafir”. (Critical Examination of the Evidences for the Doctrine of the Virgin Birth; hal. 158).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan kelima : Yesus sering disebut sebagai anak Yusuf dan bahwa “dikandung dari Roh Kudus” adalah istilah yang umum di Yahudi.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Keberatan ini dikemukakan oleh seorang teolog Skotlandia bernama William  Barclay. Barclay memulai keberatannya dengan berkata : “Perikop ini (Mat 1:18-25) menceritakan tentang Yesus yang dilahirkan oleh karya Roh Kudus. Perikop ini menuturkan cerita tentang kelahiran dari perawan. Pokok ini merupakan doktrin yang penuh dengan kesulitan; dan gereja kita tidak memaksa kita untuk menerima ajaran itu secara  hurufiah dan secara jasmani. Ajaran ini adalah salah satu ajaran yang diterima oleh gereja. Gereja memberi kita keleluasaan untuk memahami serta mengambil kesimpulan sendiri. &#8230; yang ditekankannya dalam perikop ini bukanlah pertama-tama bahwa Yesus lahir dari seorang wanita perawan, melainkan Yesus lahir karena karya Roh Kudus”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Matius; hal. 30-31). Terhadap pernyataan Barclay ini, Budi Asali berkomentar : “Ini jelas merupakan penafsiran sesat yang sama sekali tidak menghargai otoritas Kitab Suci, dan ini menunjukkan kesesatan William Barclay! Gereja manapun yang tidak mengharuskan doktrin kelahiran Yesus dari seorang perawan, adalah gereja yang sesat!” (Budi Asali : 19). Dalam bukunya yang lain Barclay menulis : “Silsilah Yesus baik dalam Injil Lukas maupun Injil Matius (Luk 3:23-38; Mat 1:1-17) mengikuti silsilah Yusuf. Jadi aneh jika Yusuf bukan ayah-Nya. Ketika Maria mencari-cari Dia sementara Yesus berdiskusi di Bait Suci, Maria berkata kepada-Nya “Bapamu dan aku dengan cemas mencari engkau” (Luk 2 :48). Sebutan bapa dengan pasti diberikan oleh Maria kepada Yusuf. Berulang-ulang Yesus diacu sebagai putera Yusuf (Mat 13 :55 ; Yoh 6 :24). Kitab-kitab lainnya dalam PB tidak berbicara mengenai kelahiran dari anak dara itu. Meskipun dalam Gal 4 :4 Paulus berkata-kata tentang Yesus sebagai ‘yang dilahirkan dari seorang wanita’. Tetapi inilah ungkapan yang lazim bagi setiap manusia yang fana (Ay 14:4; 15:14; 25:4). (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Injil Lukas; hal. 18). Barclay melanjutkan : “Apabila kita tidak memahami hal kelahiran dari anak dara ini, lalu bagaimanakah timbulnya cerita itu? Ada peribahasa Yahudi yang mengatakan bahwa pada setiap anak selalu ada tiga yang terlibat – bapa, ibu dan Roh Allah. Mereka yakin bahwa seorang anak tidak akan dilahirkan tanpa Roh Kudus. Ada kemungkinan bahwa cerita-cerita PB mengenai kelahiran Yesus diungkapkan dalam kata-kata indah, yang secara puitis dikatakan bahkan kalaupun ia mempunyai seorang ayah manusiawi, Roh Kudus tetap bekerja dalam kelahirannya secara unik”. (ibid : 18-19). Dan akhirnya Barclay berkata :  “Dalam hal ini kita dapat memutuskan sendiri. Kita dapat menerima ajaran harfiah mengenai kelahiran dari seorang perawan; tetapi bisa juga kita lebih suka untuk memahaminya sebagai cara yang indah untuk menekankan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga. (ibid : 19).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Apakah yang harus kita katakan tentang keberatan/pendapat Barclay ini? Pertama-tama haruslah diingat bahwa secara hukum Yesus adalah anak Yusuf. Karena itu tidak aneh, kalau silsilah-Nya dibuat melalui Yusuf. Selain itu penyebutan Yesus sebagai anak Yusuf adalah penyebutan dalam konteks manusia-Nya. Bukankah akhirnya Yusuf juga mengakui Yesus sebagai anaknya? Jadi wajar kalau Yesus disebut sebagai anak Yusuf. Bahwa Maria menyebut Yusuf sebagai Bapanya Yesus (Luk 2:48) haruslah dilihat dari terang ini. Selain itu pula Barclay gagal melihat konteks ayat ini di mana Luk 2:49 justru memperlihatkan kata-kata Yesus : &#8220;Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?.&#8221; Dengan kata lain, Ia mengatakan bahwa Yusuf bukanlah bapa-Nya, karena Allahlah yang adalah Bapa-Nya. Dapat ditambahkan pula bahwa penyebutna Yesus sebagai anak Yusuf adalah menurut anggapan orang. Perhatikan Luk 3:23 : “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli..” (band. Yoh 6:42). Dengan demikian jelaslah bahwa penyebutan Yusuf sevagai bapa Yesus atau Yesus sebagai anak Yusuf tidak cukup menjadi alasan untuk menolak doktrin kelahiran Kristus dari anak dara.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Lalu bagaimana dengan peribahasa Yahudi yang dikatakan Barclay? Haruslah diingat bahwa Luk 1:26-38 dan Mat 1:18-25 merupakan historical narrative (cerita sejarah) dan karenanya harus ditafsirkan secara hurufiah, tidak boleh dijadikan puisi/peribahasa. Seandainya benar bahwa ada peribahasa Yahudi seperti itu, bukankah gambaran kitab Injil jelas memperlihatkan cerita yang berbeda dari kebanyakan cara kelahiran anak-anak Yahudi. Bapa, ibu dan Roh Kudus memang terlibat dalam kelahiran seorang anak Yahudi tetapi Alkitab dengan jelas memperlihatkan bahwa hanya ibu (Maria) dan Roh Kudus yang terlibat dalam proses kelahiran Yesus.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kita sudah menjawab semua keberatan terhadap doktrin kelahiran Kristus dari seorang perawan dan kita sudah menemukan bahwa keberatan-keberatan itu, tidak ada satu pun yang cukup kuat untuk menolak doktrin ini. Doktrin kelahiran Yesus dari anak dara adalah doktrin yang sangat penting dalam Alkitab dan peristiwa ini adalah sebuah mujizat. Yesus Kristus adalah Allah yang ajaib dan karenanya layaklah untuk dipikirkan bahwa Ia datang dan pergi dari dunia ini dengan cara yang ajaib pula. Kiranya iman kita diteguhkan untuk mempercayai peristiwa yang agung ini sambil merayakan dan menikmati sukacita Natal tahun ini. SELAMAT NATAL!!</div>
<p><em>Antara “Kata Alkitab” dan “Keberatan Masa Kini” </em></p>
<p><em>Bagian Terakhir Dari Tiga Tulisan</em></p>
<p><strong><em>Esra Alfred Soru</em></strong></p>
<p>Sebentar lagi umat Kristiani sedunia akan merayakan suatu hari raya besar yakni NATAL. Suatu perayaan untuk mengingat suatu peristiwa penting dalam sejarah dunia yakni kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. <span id="more-504"></span>Ia yang adalah Allah pencipta alam semesta itu datang menjenguk manusia dengan menyamar sebagai manusia. Itulah yang dikenal dengan istilah “inkarnasi”.</p>
<p><strong><em>Kesaksian Alkitab</em></strong></p>
<p>Menurut kesaksian Alkitab, sewaktu Yesus berinkarnasi ke dalam dunia ini, Ia tidak datang dengan kebesaran-Nya sebagai Allah alam semesta melainkan datang dalam rupa seorang bayi mungil melalui rahim seorang perawan Yahudi bernama Maria. Injil Matius dan Lukas menggambarkan dengan jelas bahwa bayi yang dikandung perawan Yahudi itu adalah hasil karya Roh Kudus dan bukan hasil hubungan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sesungguhnya hal ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara mendadak atau kebetulan melainkan sudah dinubuatkan jauh sebelumnya. Dalam Kej 3:15 dikatakan : “<em>Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; </em><em><span style="text-decoration: underline;">keturunannya akan meremukkan kepalamu</span></em><em>, dan engkau akan meremukkan tumitnya</em>.&#8221; Jadi ada satu janji bahwa akan datang seorang keturunan perempuan itu yang akan berhasil meremukkan kepala ular itu. Menarik untuk dipikirkan bahwa keturunan yang akan datang itu tidak disebut sebagai keturunan laki-laki melainkan keturunan perempuan. Dalam kebudayaan paternalistik seperti di Yahudi, sering disebutkan dalam silsilah-silsilah tentang seorang laki-laki yang memperanakkan. Contohnya Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, dst. Kalau dikatakan bahwa Abraham memperanakkan Ishak maka dengan sendirinya orang mengerti bahwa bukan Abraham yang melahirkan Ishak melainkan istrinya. Jadi kalau Alkitab berkata tentang seorang laki-laki yang memperanakkan seseorang maka sudah tentu harus dimengerti hal itu dalam hubungan dengan seorang perempuan. Di sini sangat menarik bahwa ternyata keturunan yang akan meremukkan kepala ular itu bukanlah disebut keturunan laki-laki melainkan keturunan perempuan. Dengan demikian sebenarnya janji ini ingin mengatakan bahwa akan datang seseorang keturunan perempuan (tanpa laki-laki) yang akan meremukkan kepala ular yakni iblis itu. Siapakah keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala iblis itu? Dialah Yesus Kristus yang lahir bukan dari keturunan laki-laki (dan perempuan) melainkan keturunan perempuan (tanpa laki-laki). Itulah sebabnya Kej 3:15 ini sering disebut “<em>Proto Evangelium</em>” (Injil yang pertama). Jadi sesungguhnya Kej 3:15 adalah sebuah tipe dari anti tipe yang akan datang yakni Kristus sendiri. Janji ini diteguhkan lagi oleh nabi Yesaya ketika ia berkata : “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”. Dan hal ini sungguh digenapi dalam diri Yesus Kristus sewaktu masuk ke dalam dunia ini. Mat 1:20-23 berkata : “&#8230;sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi : &#8220;Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel&#8221; &#8212; yang berarti: Allah menyertai kita”. Jadi kedatangan Kristus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan adalah penggenapan nubuatan dalam PL. Hal ini dipercayai dengan pasti oleh orang-orang Kristen yang sejati bahkan muncul dalam rumusan Pengakuan Iman Rasuli yang kita ucapkan setiap minggunya : “Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria&#8230;”</p>
<p><strong><em>Perkembangan selanjutnya </em></strong></p>
<p>Kepercayaan akan kelahiran Kristus dari seorang perawan sudah dipercayai golongan ortodoks selama ribuan tahun namun rupanya dalam perkembangan selanjutnya, doktrin/kepercayaan ini mulai ditentang dan ditolak terutama oleh aliran liberal dan juga gerakan “Jesus History” atau “Jesus Seminar”. Penolakan ini begitu hebat sehingga pokok ini menjadi suatu pokok yang sangat kontroversial. Pokok ini yang paling banyak diperdebatkan dalam studi Kristologi di samping topik kematian dan kebangkitan Kristus. Millard J. Erickson berkata :  “Di akhir abad 19 dan awal abad 20, kelahiran Yesus dari seorang perawan berada di garis depan perdebatan di antara golongan fundamentalis dengan golongan modernis. Golongan fundamentalis bersikeras bahwa doktrin ini merupakan kepercayaan yang sangat menentukan. Golongan modernis menyangkal doktrin ini sebagai tidak penting atau tidak dapat dipertahankan atau menafsirkannya kembali secara tidak harfiah. Bagi golongan fundamentalis, doktrin ini merupakan jaminan keunikan kualitatif dari keallahan Kristus, sedangkan bagi golongan modernis doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (Teologi Kristen II; hal. 393-394). Demikian pula D. James Kennedy : “Dari semua mujizat-mujizat dan misteri dalam Alkitab, mujizat kelahiran Yesus Kristus  melalui perawan Maria sudah mengalami serangan yang paling galak. Anehnya, serangan-serangan yang paling bersikap memusuhi datang dari mereka yang menganggap dirinya sebagai ahli teologia dan pelayan-pelayan Injil. Dengan mengaku bahwa mereka hanya ingin membersihkan semua yang berbau “mistik” dan “dongeng” dari kisah-kisah dalam Injil…” (Solving Bible Mysteries; hal. 69-70). Dan menariknya adalah bahwa penolakan terhadap doktrin ini justru dimulai dari seorang Pendeta yakni Harry Emerson Fosdick, Pendeta pada sebuah gereja megah “Riverside Church” di New York yang adalah pemimpin aliran teologi liberal di Amerika Serikat. Perhatikan kata-kata dalam khotbah Fosdick ini : “Aku ingin meyakinkan anda saat ini juga bahwa aku tidak percaya pada kelahiran melalui seorang perawan dan aku harap anda semua juga tidak.  Doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (Kennedy : 69; lihat juga Erickson : 394). D. James Kennedy ketika mengutip kata-kata Fosdick ini berkomentar : “Kata-kata itu diucapkan dalam paruh waktu pertama abad 20 dari atas mimbar…sejak itu kata-kata tersebut selalu bergema di semua gereja liberal di seluruh Amerika”. (Kennedy : 69).</p>
<p><strong>Keberatan-keberatan terhadap doktrin ini</strong></p>
<p>Ada beberapa keberatan yang biasa diajukan untuk menolak ajaran tentang kelahiran  Kristus dari seorang perawan. Kita akan melihatnya satu per satu dan mengujinya. Apakah keberatan modern ini layak menggugurkan kepercayaan ordoksi terhadap kelahiran ajaib Kristus dari seorang perawan?</p>
<p><strong><em>Keberatan Pertama : Doktrin ini tidak masuk di akal dan bertentangan dengan hukum alam. </em></strong></p>
<p>Inilah keberatan pertama dan utama. Mana mungkin seorang perempuan bisa hamil tanpa hubungan dengan seorang laki-laki? Ini adalah suatu hal yang tidak masuk di akal. Benarkah demikian? Sebelum menjawabnya, baiklah kita sadari satu hal bahwa sebenarnya akar dari pandangan semacam ini adalah ketidakpercayaan terhadap mujizat.  D. James Kennedy menulis :  “Jadi mengapa begitu banyak gereja dan hamba-hamba Tuhan yang menolak kelahiran melalui perawan? Alasan pertama adalah bahwa adanya kerancuan (bias) yang anti supernatural, yaitu kerangka pemikiran naturalistik yang sama sekali menolak tentang adanya mujizat. Jelas kalau anda tidak percaya kepada mujizat, anda tidak akan bisa percaya tentang kelahiran melalui seorang perawan”. (Kennedy : 77). Simak juga komentar  Josh Mc Dowell &amp; Don Steward, 2 apologet Kristen terkemuka : “Yang menjadi masalah utama bagi banyak orang berkenaan dengan kelahiran dari anak dara itu ialah bahwa kejadian itu suatu mujizat. Kitab Suci tidak membicarakan peristiwa ini sebagai suatu kejadian yang biasa  saja, melainkan sebagai perbuatan Allah yang adikodrati. Mujizat kelahiran dari anak dara ini seharusnya tidak menjadi masalah jika orang mengakui kemungkinan terjadinya mujizat”. (Jawaban Bagi Pertanyaan Orang Yang Belum Percaya; hal. 72). Bandingkan ini dengan klimat Toni Evans : “Para perawan tidak bsia hamil, kecuali secara adikodrati”. (Allah Kita Maha Agung; hal. 347). Jadi kalau kita percaya bahwa Allah adalah Allah yang berada di atas alam semesta maka tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia dapat melakukan apa saja yang Ia kehendaki termasuk memasukkan Yesus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan. Mannford G. Gutzke dengan baik berkata : “Kelahiran dari seorang perawan sama sekali bukan masalah bagi Tuhan. Kalau memang ada Allah yang menciptakan alam semesta, kalau Ia melemparkan galaksi-galaksi dari ujung-ujung jari-Nya, kalau Ia menghiasi langit malam dengan kilauan Bima Sakti, maka bagi Dia adalah hal yang amat kecil untuk menciptakan sebuah benih mungil dan menanamkannya dalam rahim seorang perawan Yahudi muda”. (Gutzke dalam Kennedy : 78). Sedangkan Stephen Tong dengan sangat indah menulis : “Ketika Adam dicipta, Adam tidak memiliki ayah dan ibu. Jadi Adam ada tanpa ayah dan tanpa ibu. Inilah cara kerja Allah yang pertama. Tanpa pria, tanpa wanita, Allah menciptakan Adam. Ketika Hawa dicipta, ia dicipta dari tulung rusuk Adam , setelah Tuhan membuat Adam tertidur. Jadi Hawa datang dari tubuh Adam, sehingga Adam mengatakan : “inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej 2:23). Maka modus kedua, Hawa dicipta dari pria, tanpa wanita. Tuhan mencipta dengan memakai pria, tanpa wanita, maka terciptalah Hawa. Ini adalah cara penciptaan yang kedua. Ketika Allah menjadikan saudara dan saya, Tuhan memakai pria dan memakai wanita. Inilah cara yang ketiga. Maka tinggal satu cara lagi yang tersisa yaitu tanpa pria, dengan memakai wanita. Dengan cara yang keempat inilah Tuhan Yesus lahir. Jikalau Allah adalah Allah yang hidup, mengapa kita berhak membatasi Allah hanya dengan memakai tiga cara dan tidak memperbolehkan Allah memakai cara yang keempat? Itulah sebabnya orang Kristen percaya bahwa Allah sanggup memakai anak dara Maria untuk melahirkan Yesus Kristus. Itu sesuatu yang sangat logis dan masuk akal. (Yesus Kristus Juruselamat Dunia; hal. 77-78). Stephen Tong melanjutkan : “Allah tidak boleh dibatasi oleh pemikiran dan kehendak manusia. Allah yang sanggup menciptakan manusia tanpa lelaki dan tanpa perempuan, juga adalah Allah yang sanggup menciptakan manusia dengan memakai laki-laki dan perempuan, Allah yang menciptakan Adam, juga adalah Allah yang menciptakan Hawa. Dan Allah yang menjadikan kita semua dengan memakai laki-laki dan perempuan juga adalah Allah yang bisa memakai perempuan tanpa laki-laki untuk melahirkan Yesus Kristus”. (ibid : 78). Dengan demikian kita bisa melihat bahwa sebenarnya kelahiran dari anak dara adalah sesuatu yang masuk akal dan bukannya tidak masuk di akal.</p>
<p><strong><em>Keberatan kedua : Doktrin tersebut hanya sedikit sekali dibicarakan di PB (Injil Matius dan Lukas) dan dengan demikian diragukan kebenarannya. </em></strong></p>
<p>Seorang Pendeta Presbyterian di Amerika mengatakan : ‘Kelahiran melalui seorang perawan hanya disebutkan dalam 2 kitab Injil dalam Alkitab, yaitu Matius dan Lukas. Sedangkan dalam Injil Markus dan Yohanes sama sekali tidak disinggung. Paulus juga tidak pernah menyebutkan tentang itu. Karena itu aku tidak percaya’. (Kennedy : 78). Bagaimanakah kita memberi jawab apda keberatan semacam ini? Memang harus diakui bahwa hanya 2 Injil (Matius dan Lukas) yang menceritakan kelahiran Yesus dari seorang perawan. Namun demikian, hal yang paling mendasar adalah apakah kita percayai bahwa Alkitab adalah firman Allah atau tidak. Jika kita percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah dan dengan demikian tidak mungkin salah maka tidak peduli berapa banyak yang dibicarakan tentang satu topik meskipun hanya satu kali. Yang penting adalah jika topik itu pernah dibicarakan maka itu PASTI benar. Kelompok “Jesus History” atau “Jesus Seminar” jelas menolak dan tidak dapat menerima doktrin ini karena mereka tidak lagi mempercayai Alkitab apalagi cerita-cerita Injil dan menganggap itu sebagai karangan para murid Yesus.</p>
<p>Kalau suatu bagian Alkitab ditolak hanya karena itu tidak dibicarakan oleh lebih dari 2 tokoh Alkitab maka kita mempunyai alasan untuk menolak lebih banyak lagi. Contohnya : khotbah Yesus di bukit tidak bisa dipercaya karena hanya dibicarakan dalam Injil Matius dan Lukas. Markus dan Yohanes tidak membicarakannya. Paulus juga tidak pernah menyinggung itu dalam surat-suratnya. Lagi pula perlu disadari bahwa bahwa seorang penulis Alkitab tidak menyebutkan suatu topik bukan berarti ia tidak mempercayainya. Bahwa Markus dan Yohanes tidak membicarakan kelahiran dari anak dara bukan berarti mereka menolaknya. Bukankah Markus dan Yohanes tidak menceritakan kelahiran Yesus? Apakah itu berarti bahwa mereka tidak percaya bahwa Yesus dilahirkan? Paulus juga tidak pernah menyebut mujizat-mujizat yang pernah dibuat oleh Yesus. Jadi apakah Paulus tidak percaya bahwa Yesus pernah membuat mujizat apa pun? Paulus tidak pernah menyebutkan perumpamaan-perumpamaan Yesus. Apakah Paulus tidak percaya bahwa Yesus pernah menyampaikan perumpamaan? Kalau kita mengikuti gaya berpikir semacam ini maka kita bisa menghapus seluruh isi Kitab Suci.</p>
<p><strong><em>Keberatan ketiga : Kalau Yesus dilahirkan dari seorang perawan (tidak dengan laki-laki) maka itu berarti bahwa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia</em></strong></p>
<p>Kristologi kaum Injili mengatakan bahwa Kristus dalam inkarnasi-Nya adalah Alla yang sejati dan manusia yang sejati. Ia 100% Allah dan 100% manusia. Muncul pertanyaan yang berhubungan dengan kelahiran Kristus yakni jika Yesus dilahirkan dari  dari seorang perawan maka itu berarti bahwa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia. Sebenarnya keberatansemacam ini terlalu mengada-ada. Bukankah Adam dan Hawa adalah sungguh-sungguh manusia meski mereka tidak memiliki ayah dan ibu? Kalau Adam dan Hawa adalah sungguh-sungguh manusia meskipun ia tidak memiliki ayah dan ibu mengapa Yesus bukan sungguh-sungguh manusia hanya karena tidak memiliki ayah?</p>
<p><strong><em>Keberatan keempat : Kisah kelahiran Yesus dari seorang perawan mirip dengan ajaran agama-agama pra Kristen. </em></strong></p>
<p>Keberatan berikut dalam hubungan dengan kelahrian Kristus yang ajaib adalah bahwa ada cerita-cerita dari agama pra Kristen yang mirip dengan cerita Injil tentang kelahiran Yesus. Dalam mitologi Yunani diceritakan bahwa dewa Zeus mendekati Alcmene tanpa hubungan seksual dan kemudian melahirkan Hercules, sang pahlawan yang lahir dari seorang perawan. Legenda Budha menceritakan bahwa  Budha dilahirkan dari perawan Maya. Dari Hindu dikisahkan bahwa Wishnu, dalam inkarnasinya yang kedelapan, muncul sebagai dewa Krishna, yang lahir melalui perawan Devaki. Demikian pula dari Romawi, Kaisar Agustus dan Alexander Agung dipercaya lahir dari perawan-perawan. Sumber-sumber ini membuat beberapa orang percaya bahwa kisah kelahiran dari seorang perawan yang terdapat dalam Injil merupakan saduran dari kisah-kisah serupa yang terdapat dalam kesusasteraan agama-agama lain bahkan yang lain melihatnya sebagai mitos, bahkan mitos yang dicuri/dipinjam dari agama lain.</p>
<p>Sesungguhnya keberatan ini sama sekali tidak masuk di akal. Mengapa? Karena kalau dipelajari dengan seksama, sesungguhnya cerita-cerita itu bukannya mirip dengan cerita Injil melainkan sangat berbeda. Kennedy membantah keberatan-keberatan ini (Kennedy: 81) dengan berkata : “Dalam kasus Zeus yang menjadi ayah Hercules melalui seorang perawan, kita menemukan apa yang biasanya ditemukan dalam mitologi Yunani di mana dewa-dewa tidak lain adalah manusia-manusia yang “diperbesar” menjadi ukuran dewa, dan dengan dosa-dosa serta kelemahan manusia, hidup bersama dengan manusia. Dewa-dewa Yunani sering kali digambarkan sebagai lebih menyukai perempuan-perempuan (manusia) biasa. Tentang Budha, ibunya menyatakan bahwa seekor gajah putih yang memiliki 6 buah taring dan pembuluh-pembuluh darah berwarna merah datang mendekatinya, dan menyebabkannya mengandung bayi yang kemudian menjadi Budha. Dalam kasus Wishnu, menurut legenda, ia pertama kali menjelma menjadi ikan, lalu kura-kura, selanjutnya beruang, singa, dan beberapa makhluk aneh lainnya. Sukar melihat hubungan antara cerita ini dengan kisah kelahiran Yesus. Dalam kasus Kaisar Agustus, ia mengaku bahwa ibunya, Olympia dihamili oleh seekor ular; Alexander Agung juga mengaku bahwa ayahnya adalah seekor ular. (Mengapa hal ini perlu disombongkan sungguh tidak bisa dipahami)”. Jadi jelas bahwa ternyata semua mitos kafir ini sangat jauh berbeda dengan kisah Yesus dan karenanya tidak mungkin kisah kelahiran Yesus diambil dari mitologi-mitologi kafir ini. Simaklah kata-kata Budi Asali : “Maria mengandung dari Roh Kudus” bukan berarti bahwa Allah / Roh Kudus melakukan hubungan seks dengan Maria dan menyebabkannya mengandung melalui hubungan seks itu. Dalam dongeng-dongeng kafir kita sering membaca tentang dewa yang berhubungan seks dengan manusia sehingga mempunyai anak. Tetapi kekristenan tidak mengajarkan hal seperti itu. “Maria mengandung dari Roh Kudus”, artinya Roh Kudus melakukan suatu mujijat sehingga perawan Maria itu mengandung tanpa hubungan seks dengan siapapun”. (Eksposisi Injil Matius; hal. 20). Akhirnya perhatikan kesimpulan Thomas Thorburn : “Semua cerita yang bermacam-macam mengenai kandungan dan kelahiran yang gaib ini, yang kita temui dalam dongeng-dongeng dan sejarah Mitologi, umumnya mempunyai satu unsur serupa – semua nya itu justru menunjukkan perbedaan atau ketidaksamaan dan bukannya persamaan di antara cerita kelahiran Yesus di dalam agama Kristen dan di dalam dongeng-dongeng yang beredar di kalangan agama-agama kafir”. (Critical Examination of the Evidences for the Doctrine of the Virgin Birth; hal. 158).</p>
<p><strong><em>Keberatan kelima : Yesus sering disebut sebagai anak Yusuf dan bahwa “dikandung dari Roh Kudus” adalah istilah yang umum di Yahudi.</em></strong></p>
<p>Keberatan ini dikemukakan oleh seorang teolog Skotlandia bernama William  Barclay. Barclay memulai keberatannya dengan berkata : “Perikop ini (Mat 1:18-25) menceritakan tentang Yesus yang dilahirkan oleh karya Roh Kudus. Perikop ini menuturkan cerita tentang kelahiran dari perawan. Pokok ini merupakan doktrin yang penuh dengan kesulitan; dan gereja kita tidak memaksa kita untuk menerima ajaran itu secara  hurufiah dan secara jasmani. Ajaran ini adalah salah satu ajaran yang diterima oleh gereja. Gereja memberi kita keleluasaan untuk memahami serta mengambil kesimpulan sendiri. &#8230; yang ditekankannya dalam perikop ini bukanlah pertama-tama bahwa Yesus lahir dari seorang wanita perawan, melainkan Yesus lahir karena karya Roh Kudus”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Matius; hal. 30-31). Terhadap pernyataan Barclay ini, Budi Asali berkomentar : “Ini jelas merupakan penafsiran sesat yang sama sekali tidak menghargai otoritas Kitab Suci, dan ini menunjukkan kesesatan William Barclay! Gereja manapun yang tidak mengharuskan doktrin kelahiran Yesus dari seorang perawan, adalah gereja yang sesat!” (Budi Asali : 19). Dalam bukunya yang lain Barclay menulis : “Silsilah Yesus baik dalam Injil Lukas maupun Injil Matius (Luk 3:23-38; Mat 1:1-17) mengikuti silsilah Yusuf. Jadi aneh jika Yusuf bukan ayah-Nya. Ketika Maria mencari-cari Dia sementara Yesus berdiskusi di Bait Suci, Maria berkata kepada-Nya “Bapamu dan aku dengan cemas mencari engkau” (Luk 2 :48). Sebutan bapa dengan pasti diberikan oleh Maria kepada Yusuf. Berulang-ulang Yesus diacu sebagai putera Yusuf (Mat 13 :55 ; Yoh 6 :24). Kitab-kitab lainnya dalam PB tidak berbicara mengenai kelahiran dari anak dara itu. Meskipun dalam Gal 4 :4 Paulus berkata-kata tentang Yesus sebagai ‘yang dilahirkan dari seorang wanita’. Tetapi inilah ungkapan yang lazim bagi setiap manusia yang fana (Ay 14:4; 15:14; 25:4). (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Injil Lukas; hal. 18). Barclay melanjutkan : “Apabila kita tidak memahami hal kelahiran dari anak dara ini, lalu bagaimanakah timbulnya cerita itu? Ada peribahasa Yahudi yang mengatakan bahwa pada setiap anak selalu ada tiga yang terlibat – bapa, ibu dan Roh Allah. Mereka yakin bahwa seorang anak tidak akan dilahirkan tanpa Roh Kudus. Ada kemungkinan bahwa cerita-cerita PB mengenai kelahiran Yesus diungkapkan dalam kata-kata indah, yang secara puitis dikatakan bahkan kalaupun ia mempunyai seorang ayah manusiawi, Roh Kudus tetap bekerja dalam kelahirannya secara unik”. (ibid : 18-19). Dan akhirnya Barclay berkata :  “Dalam hal ini kita dapat memutuskan sendiri. Kita dapat menerima ajaran harfiah mengenai kelahiran dari seorang perawan; tetapi bisa juga kita lebih suka untuk memahaminya sebagai cara yang indah untuk menekankan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan keluarga. (ibid : 19).</p>
<p>Apakah yang harus kita katakan tentang keberatan/pendapat Barclay ini? Pertama-tama haruslah diingat bahwa secara hukum Yesus adalah anak Yusuf. Karena itu tidak aneh, kalau silsilah-Nya dibuat melalui Yusuf. Selain itu penyebutan Yesus sebagai anak Yusuf adalah penyebutan dalam konteks manusia-Nya. Bukankah akhirnya Yusuf juga mengakui Yesus sebagai anaknya? Jadi wajar kalau Yesus disebut sebagai anak Yusuf. Bahwa Maria menyebut Yusuf sebagai Bapanya Yesus (Luk 2:48) haruslah dilihat dari terang ini. Selain itu pula Barclay gagal melihat konteks ayat ini di mana Luk 2:49 justru memperlihatkan kata-kata Yesus : &#8220;Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?.&#8221; Dengan kata lain, Ia mengatakan bahwa Yusuf bukanlah bapa-Nya, karena Allahlah yang adalah Bapa-Nya. Dapat ditambahkan pula bahwa penyebutna Yesus sebagai anak Yusuf adalah menurut anggapan orang. Perhatikan Luk 3:23 : “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli..” (band. Yoh 6:42). Dengan demikian jelaslah bahwa penyebutan Yusuf sevagai bapa Yesus atau Yesus sebagai anak Yusuf tidak cukup menjadi alasan untuk menolak doktrin kelahiran Kristus dari anak dara.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan peribahasa Yahudi yang dikatakan Barclay? Haruslah diingat bahwa Luk 1:26-38 dan Mat 1:18-25 merupakan historical narrative (cerita sejarah) dan karenanya harus ditafsirkan secara hurufiah, tidak boleh dijadikan puisi/peribahasa. Seandainya benar bahwa ada peribahasa Yahudi seperti itu, bukankah gambaran kitab Injil jelas memperlihatkan cerita yang berbeda dari kebanyakan cara kelahiran anak-anak Yahudi. Bapa, ibu dan Roh Kudus memang terlibat dalam kelahiran seorang anak Yahudi tetapi Alkitab dengan jelas memperlihatkan bahwa hanya ibu (Maria) dan Roh Kudus yang terlibat dalam proses kelahiran Yesus.</p>
<p>Kita sudah menjawab semua keberatan terhadap doktrin kelahiran Kristus dari seorang perawan dan kita sudah menemukan bahwa keberatan-keberatan itu, tidak ada satu pun yang cukup kuat untuk menolak doktrin ini. Doktrin kelahiran Yesus dari anak dara adalah doktrin yang sangat penting dalam Alkitab dan peristiwa ini adalah sebuah mujizat. Yesus Kristus adalah Allah yang ajaib dan karenanya layaklah untuk dipikirkan bahwa Ia datang dan pergi dari dunia ini dengan cara yang ajaib pula. Kiranya iman kita diteguhkan untuk mempercayai peristiwa yang agung ini sambil merayakan dan menikmati sukacita Natal tahun ini. SELAMAT NATAL!!!</p>
<div></div>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/&amp;n=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/&amp;t=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;link=http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Antara%20%E2%80%9CKata%20Alkitab%E2%80%9D%20dan%20%E2%80%9CKeberatan%20Masa%20Kini%E2%80%9D%0D%0ABagian%20Terakhir%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASebentar%20lagi%20umat%20Kristiani%20sedunia%20akan%20merayakan%20suatu%20hari%20raya%20besar%20yakni%20NATAL.%20Suatu%20perayaan%20untuk%20mengingat%20suatu%20peristiwa%20penting%20dalam%20sejarah%20dunia%20yakni%20kelahiran%20Yesus%20Kristu" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/&amp;title=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/&amp;srcTitle=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;snippet=Antara%20%E2%80%9CKata%20Alkitab%E2%80%9D%20dan%20%E2%80%9CKeberatan%20Masa%20Kini%E2%80%9D%0D%0ABagian%20Terakhir%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASebentar%20lagi%20umat%20Kristiani%20sedunia%20akan%20merayakan%20suatu%20hari%20raya%20besar%20yakni%20NATAL.%20Suatu%20perayaan%20untuk%20mengingat%20suatu%20peristiwa%20penting%20dalam%20sejarah%20dunia%20yakni%20kelahiran%20Yesus%20Kristu" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Antara%20%E2%80%9CKata%20Alkitab%E2%80%9D%20dan%20%E2%80%9CKeberatan%20Masa%20Kini%E2%80%9D%0D%0ABagian%20Terakhir%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASebentar%20lagi%20umat%20Kristiani%20sedunia%20akan%20merayakan%20suatu%20hari%20raya%20besar%20yakni%20NATAL.%20Suatu%20perayaan%20untuk%20mengingat%20suatu%20peristiwa%20penting%20dalam%20sejarah%20dunia%20yakni%20kelahiran%20Yesus%20Kristu" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Kelahiran%20Kristus%20Yang%20Ajaib%20%28Dari%20Perawan%20Maria%29%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Antara%20%E2%80%9CKata%20Alkitab%E2%80%9D%20dan%20%E2%80%9CKeberatan%20Masa%20Kini%E2%80%9D%0D%0ABagian%20Terakhir%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASebentar%20lagi%20umat%20Kristiani%20sedunia%20akan%20merayakan%20suatu%20hari%20raya%20besar%20yakni%20NATAL.%20Suatu%20perayaan%20untuk%20mengingat%20suatu%20peristiwa%20penting%20dalam%20sejarah%20dunia%20yakni%20kelahiran%20Yesus%20Kristu" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29+-+http://b2l.me/bmydb&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Antara%20%E2%80%9CKata%20Alkitab%E2%80%9D%20dan%20%E2%80%9CKeberatan%20Masa%20Kini%E2%80%9D%0D%0ABagian%20Terakhir%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASebentar%20lagi%20umat%20Kristiani%20sedunia%20akan%20merayakan%20suatu%20hari%20raya%20besar%20yakni%20NATAL.%20Suatu%20perayaan%20untuk%20mengingat%20suatu%20peristiwa%20penting%20dalam%20sejarah%20dunia%20yakni%20kelahiran%20Yesus%20Kristu" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/&amp;name=Kelahiran+Kristus+Yang+Ajaib+%28Dari+Perawan+Maria%29&amp;description=Antara%20%E2%80%9CKata%20Alkitab%E2%80%9D%20dan%20%E2%80%9CKeberatan%20Masa%20Kini%E2%80%9D%0D%0ABagian%20Terakhir%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASebentar%20lagi%20umat%20Kristiani%20sedunia%20akan%20merayakan%20suatu%20hari%20raya%20besar%20yakni%20NATAL.%20Suatu%20perayaan%20untuk%20mengingat%20suatu%20peristiwa%20penting%20dalam%20sejarah%20dunia%20yakni%20kelahiran%20Yesus%20Kristu&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/kelahiran-kristus-yang-ajaib-dari-perawan-maria-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Orang Majus &amp; Bintang Apakah yang Mereka Lihat?</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 04:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Bagian Kedua dari Tiga Tulisan Esra Alfred Soru Satu kisah yang tidak dapat dipisahkan dari Natal adalah kisah kunjungan orang Majus yang datang mencari dan menyembah Yesus. Kisah ini hanya diceritakan oleh Matius sedangkan ketiga Injil yang lain tidak menyinggung kisah ini sama sekali. Tentang hal ini beberapa orang menaruh keraguan tentang historitas kisah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bagian Kedua dari Tiga Tulisan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Esra Alfred Soru</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Satu kisah yang tidak dapat dipisahkan dari Natal adalah kisah kunjungan orang Majus yang datang mencari dan menyembah Yesus. Kisah ini hanya diceritakan oleh Matius sedangkan ketiga Injil yang lain tidak menyinggung kisah ini sama sekali. Tentang hal ini beberapa orang menaruh keraguan tentang historitas kisah ini namun sesungguhnya ini bukanlah persoalan jika kita menyadari bahwa setiap pengarang Injil mempunyai sumber-sumber sendiri dalam penulisan Injilnya. Mungkin juga Matius mencatatnya karena sebelumnya Markus tidak mencatatnya sedangkan Lukas dan Yohanes tidak mencatatnya karena merasa Matius sudah mencatatnya. Kalau kita sungguh mempercayai kesaksian Alkitab, kita tentu akan menerimanya tanpa keraguan apalagi dengan alasan-alasan yang dipaksakan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Gaya tulis Matius : Jawaban atas nubuatan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kalau kita mempelajari sedikit latar belakang Injil Matius, kita mengerti bahwa sebagai orang Yahudi, Matius mempunyai kepentingan untuk meyakinkan para pembaca yang adalah orang Yahudi bahwa sesungguhnya Kristus adalah Mesias yang dinanti-nantikan di mana Ia menjawab semua nubuatan tentang Mesias. Itulah sebabnya dalam menulis silsilah Yesus, Matius memulainya dari Abraham saja (tidak dari Adam) yang mana merupakan nenek moyang bangsa Israel (Mat 1:1). Ini jelas berbeda dengan Lukas yang menujukkan Injilnya bagi orang-orang gentile (non Yahudi) sehingga menulis silsilah Yesus sampai ke Adam sebagai manusia pertama bahkan sampai pada Allah. (Luk 3:38). Karena itu Matius biasanya mencatat peristiwa-peristiwa tentang Kristus dan menghubungkannya dengan PL sebagai bukti bahwa Kristus adalah jawaban dan sentral dari berita PL. Demikianlah yang terjadi ketika Matius mencatat peristiwa kunjungan orang-orang Majus saat Yesus dilahirkan. Mungkin saja Matius mencatat peristiwa ini dan melihatnya sebagai penggenapan dari harapan yang terdapat dalam Maz 72:10-11 : “Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!” dan juga nubuatan dalam Yes 60:6 : “Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Siapakah orang-orang  Majus itu?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Siapakah orang-orang Majus itu? Tidak banyak keterangan dari Alkitab tentang mereka kecuali informasi bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘magoi’. Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, &#8230; ‘. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr  juga memberikan keterangan : “Orang-orang Majus (magoi) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8). Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa : “Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama dan obat-obatan. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan dan perbintangan. Perhatikan juga keterangan William Barclay berikut ini : “Para Majus adalah orang-orang yang mengetahui filsafat, ilmu kedokteran dan ilmu alam. Mereka juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang akan terjadi….orang Majus adalah orang yang baik dan suci, yang selalu berusaha mencari kebenaran”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari- Matius; hal. 40). Selanjutnya Herodatus memberikan keterangan lebih rinci tentang orang-orang Majus ini bahwa : “Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi. Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan Prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana” (ibid : 39). Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah imam-imam dalam kerajaan Syeba dan Arabia yang adalah keturunan Abraham dari Ketura dan mereka mengajar atas nama Allah yang telah mereka terima dari tradisi lisan Abraham (Kej 25:6). Sangat mungkin mereka ini sudah memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi dalam pembuangan, atau dengan nubuat dan pengaruh Daniel, sehingga mereka memiliki nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Berapa jumlah mereka?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tentu saja jumlah mereka sangatlah banyak di daerah mereka sendiri. Namun berapa banyakkah yang datang mencari Yesus dan menyembah-Nya? Banyak dari antara kita merasa bahwa mereka berjumlah 3 orang dan demikian pula menurut tradisi. Bahkan tradisi-tradisi ini sampai memberitahukan nama ketiga orang Majus ini. Tradisi abad 6 mengatakan bahwa 3 orang Majus ini adalah Bithisarea, Melichior, dan Gathaspa sedangkan tradisi Armenia abad 14 mengatakan bahwa ketiga orang Majus itu adalah 3 orang raja, masing-masing bernama Gasper (raja Arab), Melkhior (raja Persia) dan Balthazar (raja India). Walaupun demikian kita harus sadar bahwa Alkitab sama sekali tidak memberitahukan jumlah orang-orang Majus ini maupun nama-nama mereka. Sangat mungkin bahwa jumlah tersebut (3 orang) dikaitkan dengan 3 persembahan yang dibawa mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Namun persoalanya adalah apakah jumlah persembahan menentukan jumlah pemberi?  Jelas tidak harus demikian. Bisa jadi mereka berjumlah lebih dari 3 orang namun membawa 3 macam persembahan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bintang apakah yang mereka lihat ?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Lalu bintang apakah yang dilihat oleh para majus itu yang menuntun mereka dalam mencari Yesus? Sudah terdapat banyak usaha untuk menjelaskan bintang Natal/bintang Betlehem ini secara ilmiah. (1) Ada yang berkata bahwa ini adalah konyungsi planet yakni situasi dimana beberapa planet berada dalam satu garis dengan bulan yang terlihat dari bumi sehingga terlihat beda dengan bintang-bintang pada umumnya. Namun persoalannya adalah karena konyungsi planet bersifat tetap untuk jangka waktu lama, tentu agak kurang cocok dengan apa yang dilihat orang majus. (2) Kepler pernah mengatakan bahwa bintang ini adalah “Supernova”. Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan energi sampai akhirnya meredup. Ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 1604 di mana sementara Kepler, mengamat-amati hubungan Jupiter dan Saturnus yang terdapat dalam konstelasi Sagitarius di langit, tiba-tiba muncul sebuah bintang secerah Jupiter, yang tampak di antara Jupiter dan Saturnus. Kepler menghitung bahwa kejadian ini terjadi setiap hampir 800 tahun sekali. Berarti 2 kejadian sebelumnya terjadi sekitar tahun 7 SM. Ia lalu menulis sebuah buku berjudul De Stella Nova in Pede Serpentarti dan menghubungkan supernova ini dengan tahun kelahiran Kristus seperti perhitungan Laurence Suslyga bahwa Kristus lahir di tahun 4 SM. Tahun 1614 Kepler mempublikasikan kesimpulannya bahwa supernova yang kelihatan tahun 1604 juga adalah supernova yang tampak di tahun 7 atau 6 SM dan dikenal sebagai bintang Betlehem. Kepler percaya bahwa supernova itu sengaja &#8220;ditempatkan&#8221; Tuhan untuk memimpin orang-orang Majus untuk berjumpa dengan Yesus. Terhadap pendapat ini Herlianto berkata bahwa : “Kelihatannya supernova juga tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan petunjuk arah”. (www.yabina.org) (3) Ada juga yang berkata bahwa bintang itu adalah sebuah meteor yakni benda langit yang juga mengelilingi matahari, tetapi ketika dekat dengan bumi ia bisa tertarik gaya tarik bumi sehingga ketika memasuki atmosfir bumi ia terbakar karena gesekan dengan udara dan terlihat seperti bola api. Ada yang berkeberatan dengan pandangan semacam ini dengan alasan bahwa meteor biasa jatuhnya cepat sehingga tidak cocok dengan apa yang dilihat orang Majus yang seakan-akan berhenti di atas Betlehem. (4) Pandangan lain tentang bintang Betlehem ini yang paling banyak diterima adalah bahwa itu adalah sebuah komet yang kemudian hari disebut komet Halley berdasarkan penemunya yakni Edmond Halley. Tentang ini Herlianto memberi penjelasan :“Komit adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk parabola, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu. Kemungkinannya, komitlah yang dilihat orang majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kelahiran atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu. Kemungkinan bintang itu komet memang besar, karena dalam Matius 2:1-10, terlihat bahwa bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa hari”. (ibid). Herlianto melanjutkan : “Komit itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM (Encarta), dan terakhir terlihat pada tahun 1986. Dari beberapa kehadiran komit yang kemudian dinamakan Halley itu lamanya berkisar 75 sampai 79 tahun. Dengan mengambil median 77, dihitung dari tahun 239sM, kemungkinan besar pada tahun-tahun sekitar 8 SM komit Halley mendekati dan terlihat di bumi dan berada di atas Yudea di hari kelahiran Yesus. Namun juga ada yang menolak dugaan ini dengan alasan bahwa : “Catatan mengenai penampakan komet tidak cocok dengan kelahiran Tuhan. Misalnya, Komet Halley tampak pada tahun 11 S.M., tetapi hari Natal yang pertama terjadi sekitar tahun 7 sampai 5 SM”. (Artikel ©Hx&#8217;02). Kalau begitu bintang apakah yang dilihat orang-orang Majus itu? Kita memang tidak dapat mengetahuinya dengan pasti dan itu tidaklah penting. Satu hal yang pasti adalah apa pun bintang itu, Allah telah memakainya sedemikian rupa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Dalam artikel ©Hx&#8217;02 kembali dikatakan bahwa : “Tuhan telah sering menggunakan cahaya surgawi yang istimewa untuk membimbing umat-Nya, seperti kemuliaan yang memenuhi Kemah Suci (Keluaran 40:34-38) dan Bait Suci (1 Raja-raja 8:10) dan cahaya yang menyinari Rasul Paulus (Kisah Para Rasul 9:3). Tanda-tanda yang menunjukkan kehadiran Tuhan seperti itu dikenal sebagai Kemuliaan Shekinah, atau tempat tinggal Tuhan. Cahaya istimewa ini adalah manifestasi yang tampak dari keagungan Tuhan. Beberapa penjelasan para ahli astronom di atas mengenai Bintang Betlehem sangat bermacam-macam, tetapi semuanya itu menuju kepada satu kesimpulan saja. Satu hal yang dapat kita simpulkan bahwa munculnya Bintang Betlehem tersebut adalah salah satu kasih karunia Allah untuk menyambut datangnya Juruselamat dunia yang turun ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia yaitu Tuhan Yesus Kristus”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengapa mereka bertemu Yesus di dalam rumah ?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Matius 2 :11 berkata : ‘Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia&#8230;’ Jadi mereka bertemu bayi Yesus di dalam rumah. Mengapa bukan di kandang ? Bukankah Yesus dilahirkan di kandang? Beberapa orang memakai ayat ini untuk menunjukkan kontradiksi Alkitab namun sesungguhnya tidaklah demikian. Kita harus memahami bahwa waktu di mana para Majus menjumpai Yesus, bukanlah tepat pada saat Yesus dilahirkan (di kandang) namun beberapa waktu setelah Yesus dilahirkan sehingga tentunya Maria dan Yusuf sudah pindah dari kadang ke sebuah rumah. Jadi para gembala hadir pada saat Yesus dilahirkan makanya mereka bertemu Yesus di kadang namun para Majus hadir beberapa waktu kemudian makanya mereka bertemu Yesus di rumah. Itu berarti bahwa para gembala tidak pernah bertemu dengan para Majus. (Catatan : Kalau bikin drama Natal, jangan pertemukan para gembala dan para Majus sebab ini keliru). Jadi tidak ada kontradiksi dalam Alkitab!</div>
<p><em>Bagian Kedua dari Tiga Tulisan</em></p>
<p><strong><em>Esra Alfred Soru</em></strong></p>
<p>Satu kisah yang tidak dapat dipisahkan dari Natal adalah kisah kunjungan orang Majus yang datang mencari dan menyembah Yesus. Kisah ini hanya diceritakan oleh Matius sedangkan ketiga Injil yang lain tidak menyinggung kisah ini sama sekali. Tentang hal ini beberapa orang menaruh keraguan tentang historitas kisah ini namun sesungguhnya ini bukanlah persoalan jika kita menyadari bahwa setiap pengarang Injil mempunyai sumber-sumber sendiri dalam penulisan Injilnya.<span id="more-502"></span> Mungkin juga Matius mencatatnya karena sebelumnya Markus tidak mencatatnya sedangkan Lukas dan Yohanes tidak mencatatnya karena merasa Matius sudah mencatatnya. Kalau kita sungguh mempercayai kesaksian Alkitab, kita tentu akan menerimanya tanpa keraguan apalagi dengan alasan-alasan yang dipaksakan.</p>
<p><strong><em>Gaya tulis Matius : Jawaban atas nubuatan</em></strong></p>
<p>Kalau kita mempelajari sedikit latar belakang Injil Matius, kita mengerti bahwa sebagai orang Yahudi, Matius mempunyai kepentingan untuk meyakinkan para pembaca yang adalah orang Yahudi bahwa sesungguhnya Kristus adalah Mesias yang dinanti-nantikan di mana Ia menjawab semua nubuatan tentang Mesias. Itulah sebabnya dalam menulis silsilah Yesus, Matius memulainya dari Abraham saja (tidak dari Adam) yang mana merupakan nenek moyang bangsa Israel (Mat 1:1). Ini jelas berbeda dengan Lukas yang menujukkan Injilnya bagi orang-orang gentile (non Yahudi) sehingga menulis silsilah Yesus sampai ke Adam sebagai manusia pertama bahkan sampai pada Allah. (Luk 3:38). Karena itu Matius biasanya mencatat peristiwa-peristiwa tentang Kristus dan menghubungkannya dengan PL sebagai bukti bahwa Kristus adalah jawaban dan sentral dari berita PL. Demikianlah yang terjadi ketika Matius mencatat peristiwa kunjungan orang-orang Majus saat Yesus dilahirkan. Mungkin saja Matius mencatat peristiwa ini dan melihatnya sebagai penggenapan dari harapan yang terdapat dalam Maz 72:10-11 : “K<em>iranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya</em>!” dan juga nubuatan dalam Yes 60:6 : “<em>Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN</em>”.</p>
<p><strong><em>Siapakah orang-orang  Majus itu?</em></strong></p>
<p>Siapakah orang-orang Majus itu? Tidak banyak keterangan dari Alkitab tentang mereka kecuali informasi bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘<em>magoi</em>’. Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “<em>Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, ..</em>. ‘. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr  juga memberikan keterangan : “<em>Orang-orang Majus (magoi) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia</em> (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7).<em> Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun</em> (Kis 8:9; 13:8). Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa : “<em>Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama dan obat-obatan</em>. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan dan perbintangan. Perhatikan juga keterangan William Barclay berikut ini : “<em>Para Majus adalah orang-orang yang mengetahui filsafat, ilmu kedokteran dan ilmu alam. Mereka juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang akan terjadi….orang Majus adalah orang yang baik dan suci, yang selalu berusaha mencari kebenaran</em>”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari- Matius; hal. 40). Selanjutnya Herodatus memberikan keterangan lebih rinci tentang orang-orang Majus ini bahwa : “<em>Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi. Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan Prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana</em>” (ibid : 39). Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah imam-imam dalam kerajaan Syeba dan Arabia yang adalah keturunan Abraham dari Ketura dan mereka mengajar atas nama Allah yang telah mereka terima dari tradisi lisan Abraham (Kej 25:6). Sangat mungkin mereka ini sudah memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi dalam pembuangan, atau dengan nubuat dan pengaruh Daniel, sehingga mereka memiliki nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25).</p>
<p><strong><em>Berapa jumlah mereka?</em></strong></p>
<p>Tentu saja jumlah mereka sangatlah banyak di daerah mereka sendiri. Namun berapa banyakkah yang datang mencari Yesus dan menyembah-Nya? Banyak dari antara kita merasa bahwa mereka berjumlah 3 orang dan demikian pula menurut tradisi. Bahkan tradisi-tradisi ini sampai memberitahukan nama ketiga orang Majus ini. Tradisi abad 6 mengatakan bahwa 3 orang Majus ini adalah <strong>Bithisarea</strong>, <strong>Melichior</strong>, dan <strong>Gathaspa </strong>sedangkan tradisi Armenia abad 14 mengatakan bahwa ketiga orang Majus itu adalah 3 orang raja, masing-masing bernama <strong>Gasper </strong>(raja Arab), <strong>Melkhior </strong>(raja Persia) dan <strong>Balthazar </strong>(raja India). Walaupun demikian kita harus sadar bahwa Alkitab sama sekali tidak memberitahukan jumlah orang-orang Majus ini maupun nama-nama mereka. Sangat mungkin bahwa jumlah tersebut (3 orang) dikaitkan dengan 3 persembahan yang dibawa mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Namun persoalanya adalah apakah jumlah persembahan menentukan jumlah pemberi?  Jelas tidak harus demikian. Bisa jadi mereka berjumlah lebih dari 3 orang namun membawa 3 macam persembahan.</p>
<p><strong><em>Bintang apakah yang mereka lihat ?</em></strong></p>
<p>Lalu bintang apakah yang dilihat oleh para majus itu yang menuntun mereka dalam mencari Yesus? Sudah terdapat banyak usaha untuk menjelaskan bintang Natal/bintang Betlehem ini secara ilmiah. (1) Ada yang berkata bahwa ini adalah<strong><span style="text-decoration: underline;"><em> konyungsi planet </em></span></strong>yakni situasi dimana beberapa planet berada dalam satu garis dengan bulan yang terlihat dari bumi sehingga terlihat beda dengan bintang-bintang pada umumnya. Namun persoalannya adalah karena konyungsi planet bersifat tetap untuk jangka waktu lama, tentu agak kurang cocok dengan apa yang dilihat orang majus. (2) Kepler pernah mengatakan bahwa bintang ini adalah “<strong><span style="text-decoration: underline;"><em>Supernova</em></span></strong>”. Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan energi sampai akhirnya meredup. Ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 1604 di mana sementara Kepler, mengamat-amati hubungan Jupiter dan Saturnus yang terdapat dalam konstelasi Sagitarius di langit, tiba-tiba muncul sebuah bintang secerah Jupiter, yang tampak di antara Jupiter dan Saturnus. Kepler menghitung bahwa kejadian ini terjadi setiap hampir 800 tahun sekali. Berarti 2 kejadian sebelumnya terjadi sekitar tahun 7 SM. Ia lalu menulis sebuah buku berjudul De Stella Nova in Pede Serpentarti dan menghubungkan supernova ini dengan tahun kelahiran Kristus seperti perhitungan Laurence Suslyga bahwa Kristus lahir di tahun 4 SM. Tahun 1614 Kepler mempublikasikan kesimpulannya bahwa supernova yang kelihatan tahun 1604 juga adalah supernova yang tampak di tahun 7 atau 6 SM dan dikenal sebagai bintang Betlehem. Kepler percaya bahwa supernova itu sengaja &#8220;ditempatkan&#8221; Tuhan untuk memimpin orang-orang Majus untuk berjumpa dengan Yesus. Terhadap pendapat ini Herlianto berkata bahwa : “<em>Kelihatannya supernova juga tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan petunjuk arah</em>”. (www.yabina.org) (3) Ada juga yang berkata bahwa bintang itu adalah sebuah <strong><span style="text-decoration: underline;"><em>meteor </em></span></strong>yakni benda langit yang juga mengelilingi matahari, tetapi ketika dekat dengan bumi ia bisa tertarik gaya tarik bumi sehingga ketika memasuki atmosfir bumi ia terbakar karena gesekan dengan udara dan terlihat seperti bola api. Ada yang berkeberatan dengan pandangan semacam ini dengan alasan bahwa meteor biasa jatuhnya cepat sehingga tidak cocok dengan apa yang dilihat orang Majus yang seakan-akan berhenti di atas Betlehem. (4) Pandangan lain tentang bintang Betlehem ini yang paling banyak diterima adalah bahwa itu adalah sebuah komet yang kemudian hari disebut komet Halley berdasarkan penemunya yakni Edmond Halley. Tentang ini Herlianto memberi penjelasan :“<em>Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk parabola, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu. Kemungkinannya, komitlah yang dilihat orang majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kelahiran atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu. Kemungkinan bintang itu komet memang besar, karena dalam Matius 2:1-10, terlihat bahwa bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa har</em>i”. (ibid). Herlianto melanjutkan : “<em>Komet itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM (Encarta), dan terakhir terlihat pada tahun 1986. Dari beberapa kehadiran komit yang kemudian dinamakan Halley itu lamanya berkisar 75 sampai 79 tahun. Dengan mengambil median 77, dihitung dari tahun 239sM, kemungkinan besar pada tahun-tahun sekitar 8 SM komit Halley mendekati dan terlihat di bumi dan berada di atas Yudea di hari kelahiran Yesus</em>. Namun juga ada yang menolak dugaan ini dengan alasan bahwa : “<em>Catatan mengenai penampakan komet tidak cocok dengan kelahiran Tuhan. Misalnya, Komet Halley tampak pada tahun 11 S.M., tetapi hari Natal yang pertama terjadi sekitar tahun 7 sampai 5 SM</em>”. (Artikel ©Hx&#8217;02). Kalau begitu bintang apakah yang dilihat orang-orang Majus itu? Kita memang tidak dapat mengetahuinya dengan pasti dan itu tidaklah penting. Satu hal yang pasti adalah apa pun bintang itu, Allah telah memakainya sedemikian rupa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Dalam artikel ©Hx&#8217;02 kembali dikatakan bahwa : “<em>Tuhan telah sering menggunakan cahaya surgawi yang istimewa untuk membimbing umat-Nya, seperti kemuliaan yang memenuhi Kemah Suci</em> (Keluaran 40:34-38) <em>dan Bait Suci </em>(1 Raja-raja 8:10) <em>dan cahaya yang menyinari Rasul Paulus </em>(Kisah Para Rasul 9:3). <em>Tanda-tanda yang menunjukkan kehadiran Tuhan seperti itu dikenal sebagai Kemuliaan Shekinah, atau tempat tinggal Tuhan. Cahaya istimewa ini adalah manifestasi yang tampak dari keagungan Tuhan. Beberapa penjelasan para ahli astronom di atas mengenai Bintang Betlehem sangat bermacam-macam, tetapi semuanya itu menuju kepada satu kesimpulan saja. Satu hal yang dapat kita simpulkan bahwa munculnya Bintang Betlehem tersebut adalah salah satu kasih karunia Allah untuk menyambut datangnya Juruselamat dunia yang turun ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia yaitu Tuhan Yesus Kristus</em>”.</p>
<p><strong><em>Mengapa mereka bertemu Yesus di dalam rumah ?</em></strong></p>
<p>Matius 2 :11 berkata : ‘<em>Maka masuklah mereka <span style="text-decoration: underline;">ke dalam rumah itu </span>dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia&#8230;</em>’ Jadi mereka bertemu bayi Yesus di dalam rumah. Mengapa bukan di kandang ? Bukankah Yesus dilahirkan di kandang? Beberapa orang memakai ayat ini untuk menunjukkan kontradiksi Alkitab namun sesungguhnya tidaklah demikian. Kita harus memahami bahwa waktu di mana para Majus menjumpai Yesus, bukanlah tepat pada saat Yesus dilahirkan (di kandang) namun beberapa waktu setelah Yesus dilahirkan sehingga tentunya Maria dan Yusuf sudah pindah dari kadang ke sebuah rumah. Jadi para gembala hadir pada saat Yesus dilahirkan makanya mereka bertemu Yesus di kadang namun para Majus hadir beberapa waktu kemudian makanya mereka bertemu Yesus di rumah. Itu berarti bahwa para gembala tidak pernah bertemu dengan para Majus. (Catatan : Kalau bikin drama Natal, jangan pertemukan para gembala dan para Majus sebab ini keliru). Jadi tidak ada kontradiksi dalam Alkitab</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/&amp;n=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/&amp;t=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;link=http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Kedua%20dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASatu%20kisah%20yang%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20Natal%20adalah%20kisah%20kunjungan%20orang%20Majus%20yang%20datang%20mencari%20dan%20menyembah%20Yesus.%20Kisah%20ini%20hanya%20diceritakan%20oleh%20Matius%20sedangkan%20ketiga%20Injil%20yang%20lain%20tidak%20menyinggung%20kisah%20ini%20sama%20sekali.%20Tentang%20ha" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/&amp;title=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/&amp;srcTitle=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;snippet=Bagian%20Kedua%20dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASatu%20kisah%20yang%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20Natal%20adalah%20kisah%20kunjungan%20orang%20Majus%20yang%20datang%20mencari%20dan%20menyembah%20Yesus.%20Kisah%20ini%20hanya%20diceritakan%20oleh%20Matius%20sedangkan%20ketiga%20Injil%20yang%20lain%20tidak%20menyinggung%20kisah%20ini%20sama%20sekali.%20Tentang%20ha" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Kedua%20dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASatu%20kisah%20yang%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20Natal%20adalah%20kisah%20kunjungan%20orang%20Majus%20yang%20datang%20mencari%20dan%20menyembah%20Yesus.%20Kisah%20ini%20hanya%20diceritakan%20oleh%20Matius%20sedangkan%20ketiga%20Injil%20yang%20lain%20tidak%20menyinggung%20kisah%20ini%20sama%20sekali.%20Tentang%20ha" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Siapakah%20Orang%20Majus%20%26%20Bintang%20Apakah%20yang%20Mereka%20Lihat%3F%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Kedua%20dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASatu%20kisah%20yang%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20Natal%20adalah%20kisah%20kunjungan%20orang%20Majus%20yang%20datang%20mencari%20dan%20menyembah%20Yesus.%20Kisah%20ini%20hanya%20diceritakan%20oleh%20Matius%20sedangkan%20ketiga%20Injil%20yang%20lain%20tidak%20menyinggung%20kisah%20ini%20sama%20sekali.%20Tentang%20ha" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F+-+http://b2l.me/bmxxq&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Kedua%20dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASatu%20kisah%20yang%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20Natal%20adalah%20kisah%20kunjungan%20orang%20Majus%20yang%20datang%20mencari%20dan%20menyembah%20Yesus.%20Kisah%20ini%20hanya%20diceritakan%20oleh%20Matius%20sedangkan%20ketiga%20Injil%20yang%20lain%20tidak%20menyinggung%20kisah%20ini%20sama%20sekali.%20Tentang%20ha" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/&amp;name=Siapakah+Orang+Majus+%26+Bintang+Apakah+yang+Mereka+Lihat%3F&amp;description=Bagian%20Kedua%20dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0ASatu%20kisah%20yang%20tidak%20dapat%20dipisahkan%20dari%20Natal%20adalah%20kisah%20kunjungan%20orang%20Majus%20yang%20datang%20mencari%20dan%20menyembah%20Yesus.%20Kisah%20ini%20hanya%20diceritakan%20oleh%20Matius%20sedangkan%20ketiga%20Injil%20yang%20lain%20tidak%20menyinggung%20kisah%20ini%20sama%20sekali.%20Tentang%20ha&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan Sesungguhnya Yesus Dilahirkan?</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 04:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Bagian Pertama Dari Tiga Tulisan Esra Alfred Soru Mungkin pada saat tulisan ini sampai kepada anda, anda sementara sibuk dengan berbagai perayaan Natal. Kuucapkan “SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU”. Adalah baik jika kita merayakan dan bergembira karenanya sebab Allah telah berkenan diam di antara kita, menjadi sama dengan kita dengan tujuan mulia untuk menyelamatkan kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bagian Pertama Dari Tiga Tulisan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Esra Alfred Soru</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mungkin pada saat tulisan ini sampai kepada anda, anda sementara sibuk dengan berbagai perayaan Natal. Kuucapkan “SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU”. Adalah baik jika kita merayakan dan bergembira karenanya sebab Allah telah berkenan diam di antara kita, menjadi sama dengan kita dengan tujuan mulia untuk menyelamatkan kita. Namun lebih jauh dari itu, betapa pentingnya bagi kita untuk memahami beberapa hal yang berhubungan dengan Natal sehingga kita dapat merayakannya dengan pengertian dan pengetahuan yang baik tentangnya. Selama beberapa hari ini saya akan membahas beberapa persoalan di sekitar peristiwa Natal dan di bagian pertama tulisan ini akan membahas “Kapankah Yesus dilahirkan?”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">“Kapankah Yesus dilahirkan?” Pertanyaan ini mengacu kepada dua hal yakni (1) “bulan apakah Yesus dilahirkan?” dan (2) “tahun berapa Yesus dilahirkan?”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bulan apakah Yesus dilahirkan?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Menyangkut tanggal kelahiran Kristus, benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Tidak! Tidak ada satu sumber pun yang mengacu pada tanggal tersebut. Kalau kita membaca Alkitab dengan seksama maka kita mempunyai satu acuan yang baik yakni dalam Luk 2:8 : “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam”. Jadi waktu Yesus dilahirkan bertepatan dengan saatnya para gembala tinggal di padang untuk menjaga kawanan ternak. Dari fakta ini rasanya sulit untuk mengatakan bahwa kelahiran Kristus terjadi pada bulan Desember. Mengapa? Karena bulan Desember adalah musim dingin di Israel. (Catatan : Israel terletak pada garis lintang yang sejajar dengan Jepang dan Korea Selatan). Herlianto dalam website Yayasan Bina Awam (www.yabina.org) berkata : “Kelihatannya bulan dan tanggal itu (25 Desember) tidak tepat, soalnya pada bulan Desember – Januari, di Palestina, iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju, sehingga agaknya tidak mungkin ada bintang terang di langit dan para gembala bisa berada di padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Luk.2:8), demikian juga tentunya kaisar Agustus tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh dalam suasana dingin yang mencekam sehingga Maria yang hamil mesti melakukannya”. Dengan demikian Yesus tidak mungkin lahir pada bulan Desember. Klemens dari Alexandria juga pernah mengatakan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Pachon (20 Mei) namun ini juga bukan suatu kepastian. Lalu bulan apa? Kita memiliki data lain dari Alkitab yakni waktu ketika Zakharia masuk ke Bait Allah dan bertugas di sana. Waktu itu berkisar bulan Siwan (Mei – Juni) dan dengan memperhitungkan lama kandungan Elizabeth dan Maria, maka diperkirakan kelahiran Yesus terjadi pada sekitar Hari Raya Pondok Daun yakni di bulan Tishri (September – Oktober). Bulan ini sepertinya lebih dapat diterima daripada bulan Desember meskipun ini bukanlah suatu kepastian.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengapa menjadi 25 Desember?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kalau memang waktu kelahiran Yesus bukanlah di bulan Desember, lalu mengapa atau darimana munculnya tradisi Natal yang dirayakan tanggal 25 Desember ini? Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Christmas’mengatakan : “Alasan mengapa Natal sampai dirayakan pada tanggal 25 Desember tetap tidak pasti, tetapi paling mungkin alasannya adalah bahwa orang-orang Kristen mula-mula ingin tanggal itu bertepatan dengan hari raya kafir Romawi yang menandai ‘hari lahir dari matahari yang tak terkalahkan’ &#8230;; hari raya ini merayakan titik balik matahari pada musim dingin, di mana siang hari kembali memanjang dan matahari mulai naik lebih tinggi di langit. Jadi, kebiasaan yang bersifat tradisionil yang berhubungan dengan Natal telah berkembang dari beberapa sumber sebagai suatu akibat dari bertepatannya perayaan kelahiran Kristus dengan perayaan kafir yang berhubungan dengan pertanian dan matahari pada pertengahan musim dingin. &#8230; Tanggal 25 Desember juga dianggap sebagai hari kelahiran dari dewa misterius bangsa Iran, yang bernama Mithra, sang Surya Kebenaran”. Lalu kalau begitu apakah perayaan Natal ini berbau kekafiran seperti dituduhkan oleh beberapa golongan belakangan ini? (Catatan : Beberapa gereja menolak merayakan Natal karena beranggapan bahwa Natal bersumber dari tradisi kafir). Tentu saja tidak! Harus diingat bahwa perayaan Natal yang bertepatan dengan perayaan kafir itu bukan berarti bahwa umat Kristen waktu itu menyembah dewa-dewa kafir. Sebaliknya justru mereka ingin menjauhkan diri dari kekafiran. Perhatikan kata-kata Herlianto : “Pada tahun 274, di Roma dimulai perayaan hari kelahiran matahari pada tanggal 25 Desember sebagai penutup festival saturnalia (17-24 Desember) karena diakhir musim salju matahari mulai menampakkan sinarnya pada hari itu. Menghadapi perayaan kafir itu, umat Kristen umumnya meninggalkannya dan tidak lagi mengikuti upacara itu, namun dengan adanya kristenisasi masal di masa Konstantin, banyak orang Kristen Roma masih merayakannya sekalipun sudah mengikuti agama Kristen. Kenyataan ini mendorong pimpinan gereja di Roma mengganti hari perayaan ‘kelahiran matahari’ itu menjadi perayaan ‘kelahiran Matahari Kebenaran’ dengan maksud mengalihkan umat Kristen dari ibadat kafir pada tanggal itu dan kemudian menggantinya menjadi perayaan ‘Natal.’ Pada tahun 336, perayaan Natal mulai dirayakan tanggal 25 Desember sebagai pengganti tanggal 6 Januari. Ketentuan ini diresmikan kaisar Konstantin yang saat itu dijadikan lambang raja Kristen. Perayaan Natal kemudian dirayakan di Anthiokia (375), Konstantinopel (380), dan Alexandria (430), kemudian menyebar ke tempat-tempat lain”. (www.yabina.org). Herlianto melanjutkan : “Dari kenyataan sejarah tersebut kita mengetahui bahwa Natal bukanlah perayaan dewa matahari, namun usaha pimpinan gereja untuk mengalihkan umat Roma dari dewa matahari kepada Tuhan Yesus Kristus dengan cara menggeser tanggal 6 Januari menjadi 25 Desember, dengan maksud agar umat Kristen tidak lagi mengikuti upacara kekafiran Romawi. Masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa matahari, dan tanggal 25 Desember pun tidak lagi mengikat, sebab setidaknya umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman. Karenanya Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘from church year Christmas’ menulis : “&#8230;hari raya tentang kelahiran Kristus, hari lahir dari ‘surya kebenaran’ (Mal 4:2) ditetapkan di Roma, atau mungkin di Afrika Utara, sebagai suatu saingan Kristen terhadap hari raya kafir dari surya yang tak terkalahkan pada titik balik matahari. &#8230;” Demikianlah asal usul perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tahun berapakah Yesus dilahirkan?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sama seperti masalah tanggal/bulan kelahiran Kristus, tahun kelahiran Kristus pun tidak pasti. Namun demikian, kita memiliki beberapa acuan historis dari Alkitab. (1) Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes (Mat 2:1). Kalau Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes maka kita memerlukan informasi masa pemerintahan Herodes. Flavius Josephus seorang sejarawan Yahudi  memberikan informasi bahwa Herodes mulai memerintah dari tahun 73 hingga tahun 4 SM (tahun kematiannya). Itu berarti bahwa Yesus tidak mungkin lahir setelah tahun 4 SM karena sewaktu Yesus lahir Herodes masih hidup dan bahkan Herodes ingin membunuhnya. Dari terang ini kita bisa memperkirakan bahwa Yesus lahir beberapa tahun sebelum kematian Herodes (tahun 4 SM). (2) Yesus dilahirkan pada saat Kaisar Agustus mengadakan sensus di mana Kirenius menjadi wali negeri di Siria (Luk 2:1-2). Menurut catatan Josephus, seorang bernama Kirenius pernah dikirim ke Siria dan Yudea untuk menyelenggarakan suatu sesus pada permulaan tarikh masehi. Sensus ini merupakan bagian dari operasi pembersihan setelah Arkhelaus (putera Herodes Agung) dipecat dari jabatannya.    Peristiwa ini terjadi beberapa tahun setelah Herodes mati (tahun 6-7 M). Melihat data ini rasanya sulit mencocokkannya dengan acuan pertama di atas namun penjelasan dapat diberikan untuk ini bahwa Lukas memberikan catatan awal dari tugas Kirenius itu (beberapa tahun sebelum tahun 6-7 M) namun mengingat masalah transportasi dan komunikasi yang sangat sulit waktu itu maka tugas itu baru berakhir pada tahun 6-7 M seperti yang dicatat oleh Josephus. (Informasi : Untuk memahami lebih jauh masalah ini, silahkan baca buku John Drane “Memahami Perjanjian Baru” hal. 54-57). (3) Yesus dibaptis ketika berumur 30 tahun yakni tahun ke 15 dari pemerintahan kaisar Tiberius (Luk 3:1). Pemerintahan resmi Kaisar Tiberius atas Roma dimulai pada tahun 14 M sehingga tahun ke 15 pemerintahnnya adalah tahun 28 M. Namun sebenarnya ia telah memerintah bersama kaisar Agustus sejak tahun 11 M sehingga meskipun ia secara resmi baru memerintah tahun 14 M (setelah Agustus mati) tetapi sesungguhnya ia telah memegang kekuasaan sejak tahun 11 M. Mungkin sekali Lukas menghitung tahun ke 15 pemerintahan Tiberius ini dari tahun 11 M sehingga tahun ke 15 pemerintahan Tiberius adalah tahun 25-26 M. Kalau pada tahun 25-26 M Yesus berumur 30 tahun, maka dapat diperkirakan waktu kelahiran Yesus dari sini yakni berkisar tahun 5 atau 4 SM. Dari semua data sejarah ini pada umumnya para ahli sejarah dan teolog memberikan perhitungan tahun kelahiran Yesus di sekitar tahun 8 hingga tahun 4 SM. Ada yang berkata Yesus lahir sekitar tahun 8-5 SM, ada juga yang memperkirakan tahun 6-4 SM.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengapa Yesus lahir “Sebelum Masehi”?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dari beberapa perhitungan tahun kelahiran Yesus yang telah dikemukakan di atas, semuanya mengacu pada masa sebelum Masehi. Kata “Masehi” sesungguhnya mempunyai akar kata yang sama dengan “Mesias” dalam bahasa Ibrani dan “Kristus” dalam bahasa Yunani. Jadi sesungguhnya kata “Masehi” yang dipakai dalam perhitungan tahun-tahun pada masa kini menunjuk pada Kristus. Jika kita menyebut tahun 50 SM (Sebelum Masehi) artinya ada 50 tahun sebelum kelahiran Kristus. Jika kita menyebut tahun 100 M (Masehi) maka maksudnya adalah 100 tahun setelah kelahiran Kristus. Tentu sesuatu yang sangat menarik bahwa tahun kelahiran Kristus dijadikan sebagai patokan perhitungan tahun dalam dunia ini. Lalu bagaimana dengan perhitungan-perhitungan tahun kelahiran Kristus yang mengacu pada masa sebelum Masehi? Jika kita berkata bahwa Kristus dilahirkan sekitar tahun 8-5 sebelum Masehi bukankah itu berarti bahwa Kristus lahir sekitar 5-8 tahun sebelum kelahiran-Nya? Bukankah ini sebuah kejanggalan? Mengapa bisa terjadi seperti ini?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Pada abad 6 kaisar Justinian memberikan perintah kepada seorang yang bernama Dionisius Exegius untuk membuat sebuah kalender dengan perhitungan tahun Masehi (tahun kelahiran Kristus) untuk mengganti kalender Romawi saat itu yang memakai perhitungan tahun berdasarkan tahun berdirinya kota Roma yang biasanya disingkat AUC (Ab Urbe Condita). Menurut perhitungan tahun AUC, kelahiran Kristus jatuh pada tahun 747 namun ternyata dalam pembuatan kalender Masehi itu Dionisius Exegius membuat kekeliruan perhitungan dengan menempatkan kelahiran Kristus pada tahun 753 AUC sehingga terjadi kekurangan sekitar 6 tahun. (Informasi : Baca penjelasannya lebih lanjut dalam buku Selamat Natal karangan Andar Ismail, hal. 43). Kekeliruan ini tidak sempat diperbaiki karena kalender yang dibuat telah dipublikasikan ke seluruh kekaisaran Romawi bahkan sudah diterima seluruh dunia pada masa kini (Catatan : Jadi kalender yang kita pakai sekarang ini adalah hasil karya Dionisius Exegius). Karena kekurangan ini maka Kristus yang seharusnya menurut tarikh Masehi dilahirkan pada tahun 0 (nol) sebagai pusat perhitungan tahun-tahun akhirnya bergeser kira-kira 6 tahun. Itulah sebabnya perhitungan tahun kelahiran Kristus menjadi bergeser beberapa tahun dari tahun 0 (nol) sehingga para sejarawan dan peneliti menempatkannya sekitar tahun 6-4 SM. Dan dengan demikian perhitungan tahun kita saat ini juga berkurang sekitar 6 tahun. Jadi seandainya tidak terjadi kekeliruan perhitungan Exegius maka sekarang ini kita bukannya berada pada tahun 2004 melainkan mungkin di sekitar tahun 2008 atau 2010. Faktanya Exegius telah salah menghitung dan akhirnya tahun-tahun berkurang 6 tahun sehingga kita saat ini masih berada di tahun 2004. Demikianlah alasan bagi kejanggalan di sekitar tahun kelahiran Kristus.</div>
<p><em>Bagian Pertama Dari Tiga Tulisan</em></p>
<p><strong><em>Esra Alfred Soru</em></strong></p>
<p>Mungkin pada saat tulisan ini sampai kepada anda, anda sementara sibuk dengan berbagai perayaan Natal. Kuucapkan “SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU”. Adalah baik jika kita merayakan dan bergembira karenanya sebab Allah telah berkenan diam di antara kita, menjadi sama dengan kita dengan tujuan mulia untuk menyelamatkan kita. <span id="more-500"></span>Namun lebih jauh dari itu, betapa pentingnya bagi kita untuk memahami beberapa hal yang berhubungan dengan Natal sehingga kita dapat merayakannya dengan pengertian dan pengetahuan yang baik tentangnya. Selama beberapa hari ini saya akan membahas beberapa persoalan di sekitar peristiwa Natal dan di bagian pertama tulisan ini akan membahas “Kapankah Yesus dilahirkan?”</p>
<p>“Kapankah Yesus dilahirkan?” Pertanyaan ini mengacu kepada dua hal yakni (1) “<em>bulan apakah Yesus dilahirkan?</em>” dan (2) <em>“tahun berapa Yesus dilahirkan?”</em></p>
<p><strong><em>Bulan apakah Yesus dilahirkan?</em></strong></p>
<p>Menyangkut tanggal kelahiran Kristus, benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Tidak! Tidak ada satu sumber pun yang mengacu pada tanggal tersebut. Kalau kita membaca Alkitab dengan seksama maka kita mempunyai satu acuan yang baik yakni dalam Luk 2:8 : “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam”. Jadi waktu Yesus dilahirkan bertepatan dengan saatnya para gembala tinggal di padang untuk menjaga kawanan ternak. Dari fakta ini rasanya sulit untuk mengatakan bahwa kelahiran Kristus terjadi pada bulan Desember. Mengapa? Karena bulan Desember adalah musim dingin di Israel. (Catatan : Israel terletak pada garis lintang yang sejajar dengan Jepang dan Korea Selatan). Herlianto dalam website Yayasan Bina Awam (www.yabina.org) berkata : “<em>Kelihatannya bulan dan tanggal itu (25 Desember) tidak tepat, soalnya pada bulan Desember – Januari, di Palestina, iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju, sehingga agaknya tidak mungkin ada bintang terang di langit dan para gembala bisa berada di padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Luk.2:8), demikian juga tentunya kaisar Agustus tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh dalam suasana dingin yang mencekam sehingga Maria yang hamil mesti melakukannya</em>”. Dengan demikian Yesus tidak mungkin lahir pada bulan Desember. Klemens dari Alexandria juga pernah mengatakan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Pachon (20 Mei) namun ini juga bukan suatu kepastian. Lalu bulan apa? Kita memiliki data lain dari Alkitab yakni waktu ketika Zakharia masuk ke Bait Allah dan bertugas di sana. Waktu itu berkisar bulan Siwan (Mei – Juni) dan dengan memperhitungkan lama kandungan Elizabeth dan Maria, maka diperkirakan kelahiran Yesus terjadi pada sekitar Hari Raya Pondok Daun yakni di bulan Tishri (September – Oktober). Bulan ini sepertinya lebih dapat diterima daripada bulan Desember meskipun ini bukanlah suatu kepastian.</p>
<p><strong><em>Mengapa menjadi 25 Desember?</em></strong></p>
<p>Kalau memang waktu kelahiran Yesus bukanlah di bulan Desember, lalu mengapa atau darimana munculnya tradisi Natal yang dirayakan tanggal 25 Desember ini? Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘<strong>Christmas</strong>’ mengatakan : “<em>Alasan mengapa Natal sampai dirayakan pada tanggal 25 Desember tetap tidak pasti, tetapi paling mungkin alasannya adalah bahwa <span style="text-decoration: underline;">orang-orang Kristen mula-mula ingin tanggal itu bertepatan dengan hari raya kafir Romawi yang menandai ‘hari lahir dari matahari yang tak terkalahkan’</span> &#8230;; hari raya ini merayakan titik balik matahari pada musim dingin, di mana siang hari kembali memanjang dan matahari mulai naik lebih tinggi di langit. Jadi, kebiasaan yang bersifat tradisionil yang berhubungan dengan Natal telah berkembang dari beberapa sumber sebagai suatu akibat dari bertepatannya perayaan kelahiran Kristus dengan perayaan kafir yang berhubungan dengan pertanian dan matahari pada pertengahan musim dingin. &#8230; Tanggal 25 Desember juga dianggap sebagai hari kelahiran dari dewa misterius bangsa Iran, yang bernama Mithra, sang Surya Kebenaran</em>”. Lalu kalau begitu apakah perayaan Natal ini berbau kekafiran seperti dituduhkan oleh beberapa golongan belakangan ini? (Catatan : Beberapa gereja menolak merayakan Natal karena beranggapan bahwa Natal bersumber dari tradisi kafir). Tentu saja tidak! Harus diingat bahwa perayaan Natal yang bertepatan dengan perayaan kafir itu bukan berarti bahwa umat Kristen waktu itu menyembah dewa-dewa kafir. Sebaliknya justru mereka ingin menjauhkan diri dari kekafiran. Perhatikan kata-kata Herlianto : “<em>Pada tahun 274, di Roma dimulai perayaan hari kelahiran matahari pada tanggal 25 Desember sebagai penutup festival saturnalia (17-24 Desember) karena diakhir musim salju matahari mulai menampakkan sinarnya pada hari itu. Menghadapi perayaan kafir itu, <span style="text-decoration: underline;">umat Kristen umumnya meninggalkannya dan tidak lagi mengikuti upacara itu</span>, namun dengan adanya kristenisasi masal di masa Konstantin, banyak orang Kristen Roma masih merayakannya sekalipun sudah mengikuti agama Kristen. Kenyataan ini mendorong <span style="text-decoration: underline;">pimpinan gereja di Roma mengganti hari perayaan ‘kelahiran matahari’ itu menjadi perayaan ‘kelahiran Matahari Kebenaran’ dengan maksud mengalihkan umat Kristen dari ibadat kafir pada tanggal itu dan kemudian menggantinya menjadi perayaan ‘Natal</span>.’ Pada tahun 336, perayaan Natal mulai dirayakan tanggal 25 Desember sebagai pengganti tanggal 6 Januari. Ketentuan ini diresmikan kaisar Konstantin yang saat itu dijadikan lambang raja Kristen. Perayaan Natal kemudian dirayakan di Anthiokia (375), Konstantinopel (380), dan Alexandria (430), kemudian menyebar ke tempat-tempat lain”</em>. (www.yabina.org). Herlianto melanjutkan : “<em>Dari kenyataan sejarah tersebut kita mengetahui bahwa Natal bukanlah perayaan dewa matahari, namun usaha pimpinan gereja untuk mengalihkan umat Roma dari dewa matahari kepada Tuhan Yesus Kristus dengan cara menggeser tanggal 6 Januari menjadi 25 Desember, dengan maksud agar umat Kristen tidak lagi mengikuti upacara kekafiran Romawi. Masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa matahari, dan tanggal 25 Desember pun tidak lagi mengikat, sebab setidaknya umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman</em>. Karenanya Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘<strong>from church year Christmas</strong>’ menulis : “.<em>..hari raya tentang kelahiran Kristus, hari lahir dari ‘surya kebenaran’ (Mal 4:2) ditetapkan di Roma, atau mungkin di Afrika Utara, sebagai suatu saingan Kristen terhadap hari raya kafir dari surya yang tak terkalahkan pada titik balik matahari.</em> &#8230;” Demikianlah asal usul perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.</p>
<p><strong><em>Tahun berapakah Yesus dilahirkan?</em></strong></p>
<p>Sama seperti masalah tanggal/bulan kelahiran Kristus, tahun kelahiran Kristus pun tidak pasti. Namun demikian, kita memiliki beberapa acuan historis dari Alkitab. (1) Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes (Mat 2:1). Kalau <strong><em>Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes</em></strong> maka kita memerlukan informasi masa pemerintahan Herodes. Flavius Josephus seorang sejarawan Yahudi  memberikan informasi bahwa Herodes mulai memerintah dari tahun 73 hingga tahun 4 SM (tahun kematiannya). Itu berarti bahwa Yesus tidak mungkin lahir setelah tahun 4 SM karena sewaktu Yesus lahir Herodes masih hidup dan bahkan Herodes ingin membunuhnya. Dari terang ini kita bisa memperkirakan bahwa Yesus lahir beberapa tahun sebelum kematian Herodes (tahun 4 SM). (2) <strong><em>Yesus dilahirkan pada saat Kaisar Agustus mengadakan sensus di mana Kirenius menjadi wali negeri di Siria </em></strong>(Luk 2:1-2). Menurut catatan Josephus, seorang bernama Kirenius pernah dikirim ke Siria dan Yudea untuk menyelenggarakan suatu sesus pada permulaan tarikh masehi. Sensus ini merupakan bagian dari operasi pembersihan setelah Arkhelaus (putera Herodes Agung) dipecat dari jabatannya.    Peristiwa ini terjadi beberapa tahun setelah Herodes mati (tahun 6-7 M). Melihat data ini rasanya sulit mencocokkannya dengan acuan pertama di atas namun penjelasan dapat diberikan untuk ini bahwa Lukas memberikan catatan awal dari tugas Kirenius itu (beberapa tahun sebelum tahun 6-7 M) namun mengingat masalah transportasi dan komunikasi yang sangat sulit waktu itu maka tugas itu baru berakhir pada tahun 6-7 M seperti yang dicatat oleh Josephus. (Informasi : Untuk memahami lebih jauh masalah ini, silahkan baca buku John Drane “<strong><em>Memahami Perjanjian Baru</em></strong>” hal. 54-57). (3) <strong><em>Yesus dibaptis ketika berumur 30 tahun yakni tahun ke 15 dari pemerintahan kaisar Tiberius</em></strong> (Luk 3:1). Pemerintahan resmi Kaisar Tiberius atas Roma dimulai pada tahun 14 M sehingga tahun ke 15 pemerintahnnya adalah tahun 28 M. Namun sebenarnya ia telah memerintah bersama kaisar Agustus sejak tahun 11 M sehingga meskipun ia secara resmi baru memerintah tahun 14 M (setelah Agustus mati) tetapi sesungguhnya ia telah memegang kekuasaan sejak tahun 11 M. Mungkin sekali Lukas menghitung tahun ke 15 pemerintahan Tiberius ini dari tahun 11 M sehingga tahun ke 15 pemerintahan Tiberius adalah tahun 25-26 M. Kalau pada tahun 25-26 M Yesus berumur 30 tahun, maka dapat diperkirakan waktu kelahiran Yesus dari sini yakni berkisar tahun 5 atau 4 SM. Dari semua data sejarah ini pada umumnya para ahli sejarah dan teolog memberikan perhitungan tahun kelahiran Yesus di sekitar tahun 8 hingga tahun 4 SM. Ada yang berkata Yesus lahir sekitar tahun 8-5 SM, ada juga yang memperkirakan tahun 6-4 SM.</p>
<p><strong><em>Mengapa Yesus lahir “Sebelum Masehi”?</em></strong></p>
<p>Dari beberapa perhitungan tahun kelahiran Yesus yang telah dikemukakan di atas, semuanya mengacu pada masa sebelum Masehi. Kata “Masehi” sesungguhnya mempunyai akar kata yang sama dengan “Mesias” dalam bahasa Ibrani dan “Kristus” dalam bahasa Yunani. Jadi sesungguhnya kata “Masehi” yang dipakai dalam perhitungan tahun-tahun pada masa kini menunjuk pada Kristus. Jika kita menyebut tahun 50 SM (Sebelum Masehi) artinya ada 50 tahun sebelum kelahiran Kristus. Jika kita menyebut tahun 100 M (Masehi) maka maksudnya adalah 100 tahun setelah kelahiran Kristus. Tentu sesuatu yang sangat menarik bahwa tahun kelahiran Kristus dijadikan sebagai patokan perhitungan tahun dalam dunia ini. Lalu bagaimana dengan perhitungan-perhitungan tahun kelahiran Kristus yang mengacu pada masa sebelum Masehi? Jika kita berkata bahwa Kristus dilahirkan sekitar tahun 8-5 sebelum Masehi bukankah itu berarti bahwa Kristus lahir sekitar 5-8 tahun sebelum kelahiran-Nya? Bukankah ini sebuah kejanggalan? Mengapa bisa terjadi seperti ini?</p>
<p>Pada abad 6 kaisar Justinian memberikan perintah kepada seorang yang bernama <strong>Dionisius Exegius </strong>untuk membuat sebuah kalender dengan perhitungan tahun Masehi (tahun kelahiran Kristus) untuk mengganti kalender Romawi saat itu yang memakai perhitungan tahun berdasarkan tahun berdirinya kota Roma yang biasanya disingkat AUC (Ab Urbe Condita). Menurut perhitungan tahun AUC, kelahiran Kristus jatuh pada tahun 747 namun ternyata dalam pembuatan kalender Masehi itu Dionisius Exegius membuat kekeliruan perhitungan dengan menempatkan kelahiran Kristus pada tahun 753 AUC sehingga terjadi kekurangan sekitar 6 tahun. (Informasi : Baca penjelasannya lebih lanjut dalam buku Selamat Natal karangan Andar Ismail, hal. 43). Kekeliruan ini tidak sempat diperbaiki karena kalender yang dibuat telah dipublikasikan ke seluruh kekaisaran Romawi bahkan sudah diterima seluruh dunia pada masa kini (Catatan : Jadi kalender yang kita pakai sekarang ini adalah hasil karya Dionisius Exegius). Karena kekurangan ini maka Kristus yang seharusnya menurut tarikh Masehi dilahirkan pada tahun 0 (nol) sebagai pusat perhitungan tahun-tahun akhirnya bergeser kira-kira 6 tahun. Itulah sebabnya perhitungan tahun kelahiran Kristus menjadi bergeser beberapa tahun dari tahun 0 (nol) sehingga para sejarawan dan peneliti menempatkannya sekitar tahun 6-4 SM. Dan dengan demikian perhitungan tahun kita saat ini juga berkurang sekitar 6 tahun. Jadi seandainya tidak terjadi kekeliruan perhitungan Exegius maka sekarang ini kita bukannya berada pada tahun 2004 melainkan mungkin di sekitar tahun 2008 atau 2010. Faktanya Exegius telah salah menghitung dan akhirnya tahun-tahun berkurang 6 tahun sehingga kita saat ini masih berada di tahun 2004. Demikianlah alasan bagi kejanggalan di sekitar tahun kelahiran Kristus.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/&amp;n=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/&amp;t=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;link=http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Pertama%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0AMungkin%20pada%20saat%20tulisan%20ini%20sampai%20kepada%20anda%2C%20anda%20sementara%20sibuk%20dengan%20berbagai%20perayaan%20Natal.%20Kuucapkan%20%E2%80%9CSELAMAT%20NATAL%20dan%20TAHUN%20BARU%E2%80%9D.%20Adalah%20baik%20jika%20kita%20merayakan%20dan%20bergembira%20karenanya%20sebab%20Allah%20telah%20berkenan%20diam%20di%20antara%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/&amp;title=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/&amp;srcTitle=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;snippet=Bagian%20Pertama%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0AMungkin%20pada%20saat%20tulisan%20ini%20sampai%20kepada%20anda%2C%20anda%20sementara%20sibuk%20dengan%20berbagai%20perayaan%20Natal.%20Kuucapkan%20%E2%80%9CSELAMAT%20NATAL%20dan%20TAHUN%20BARU%E2%80%9D.%20Adalah%20baik%20jika%20kita%20merayakan%20dan%20bergembira%20karenanya%20sebab%20Allah%20telah%20berkenan%20diam%20di%20antara%20" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Pertama%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0AMungkin%20pada%20saat%20tulisan%20ini%20sampai%20kepada%20anda%2C%20anda%20sementara%20sibuk%20dengan%20berbagai%20perayaan%20Natal.%20Kuucapkan%20%E2%80%9CSELAMAT%20NATAL%20dan%20TAHUN%20BARU%E2%80%9D.%20Adalah%20baik%20jika%20kita%20merayakan%20dan%20bergembira%20karenanya%20sebab%20Allah%20telah%20berkenan%20diam%20di%20antara%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Kapan%20Sesungguhnya%20Yesus%20Dilahirkan%3F%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Pertama%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0AMungkin%20pada%20saat%20tulisan%20ini%20sampai%20kepada%20anda%2C%20anda%20sementara%20sibuk%20dengan%20berbagai%20perayaan%20Natal.%20Kuucapkan%20%E2%80%9CSELAMAT%20NATAL%20dan%20TAHUN%20BARU%E2%80%9D.%20Adalah%20baik%20jika%20kita%20merayakan%20dan%20bergembira%20karenanya%20sebab%20Allah%20telah%20berkenan%20diam%20di%20antara%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F+-+http://b2l.me/bmxxs&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Bagian%20Pertama%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0AMungkin%20pada%20saat%20tulisan%20ini%20sampai%20kepada%20anda%2C%20anda%20sementara%20sibuk%20dengan%20berbagai%20perayaan%20Natal.%20Kuucapkan%20%E2%80%9CSELAMAT%20NATAL%20dan%20TAHUN%20BARU%E2%80%9D.%20Adalah%20baik%20jika%20kita%20merayakan%20dan%20bergembira%20karenanya%20sebab%20Allah%20telah%20berkenan%20diam%20di%20antara%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/&amp;name=Kapan+Sesungguhnya+Yesus+Dilahirkan%3F&amp;description=Bagian%20Pertama%20Dari%20Tiga%20Tulisan%0D%0AEsra%20Alfred%20Soru%0D%0AMungkin%20pada%20saat%20tulisan%20ini%20sampai%20kepada%20anda%2C%20anda%20sementara%20sibuk%20dengan%20berbagai%20perayaan%20Natal.%20Kuucapkan%20%E2%80%9CSELAMAT%20NATAL%20dan%20TAHUN%20BARU%E2%80%9D.%20Adalah%20baik%20jika%20kita%20merayakan%20dan%20bergembira%20karenanya%20sebab%20Allah%20telah%20berkenan%20diam%20di%20antara%20&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/kapan-sesungguhnya-yesus-dilahirkan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Dalam Kisah Natal (2)</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 04:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Esra Alfred Soru * Demikianlah gambaran kehidupan Herodes. Sekali lagi, ia adalah orang yang selalu merasa tidak aman dan ia tidak membiarkan sedikitpun kemungkinan kekuasaannya direbut. Dengan mentalitas Herodes seperti ini, dapatlah dibayangkan bagaimana reaksinya ketika ia mendengar kabar dari para Majus bahwa mereka sementara mencari raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. Mat 2:3 berkata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Esra Alfred Soru *</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Demikianlah gambaran kehidupan Herodes. Sekali lagi, ia adalah orang yang selalu merasa tidak aman dan ia tidak membiarkan sedikitpun kemungkinan kekuasaannya direbut. Dengan mentalitas Herodes seperti ini, dapatlah dibayangkan bagaimana reaksinya ketika ia mendengar kabar dari para Majus bahwa mereka sementara mencari raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. Mat 2:3 berkata “terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem”. Kata “terkejut” ini tidak terlalu kuat maknanya. Alkitab King James Version (KJV), Revised Standard Version (RSV), New American Standard Bible (NASB) menerjemahkannya dengan kata “was trouble” yang artinya “terganggu”. Jadi Herodes ketika mendengar ada raja yang baru lahir, perasaan curiga, perasaan marah, perasaan tersainginya mulai menguasai dia sehingga ia merasa terganggu. Bukan hanya Herodes yang terganggu. Seluruh Yerusalem juga “terganggu”. Mengapa? Karena mereka tahu persis sifat Herodes dan apa yang akan terjadi. Mereka sudah cukup terganggu dengan pembunuhan Aristobulus, Mariamne, Alexandra, dan anak-anak Herodes sendiri. Dan mereka yakin bahwa raja yang baru lahir itu pasti akan membuat geger Yerusalem dengan tindakan Herodes. Dan memang akhirnya Herodes memerintahkan pembunuhan anak-anak di bawah 2 tahun (Mat 2:16-18).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kehidupan Herodes memberikan 2 gambaran tentang siapa sesungguhnya dia. HERODES ADALAH ORANG YANG MERASA BAHWA HIDUPNYA TERGANGGU OLEH KEHADIRAN YESUS. Baginya kelahiran Yesus tidak bermakna apa-apa selain hanya membawa ancaman bagi kekuasannya. Ia telah lama tahu bahwa Mesiaslah yang sementara diharapkan oleh orang-orang Yahudi untuk menggantikan dirinya dan ia sungguh terganggu dengan hal itu. Ia tidak tahu bahwa Sang Mesias datang bukan untuk sebuah kerajaan duniawi/politik melainkan untuk sebuah kerajaan rohani, kerajaan Allah. Yang ia tahu hanyalah bahwa kehadiran Yesus mengganggu ketentramannya. Inilah sikap hati yang keliru dari Herodes di sekitar momen Natal. Dan, mau akui atau tidak, ini jugalah sikap hati dari kebanyakan kita. Tidak jarang kita merasa bahwa kehadiran Kristus hanyalah sebuah gangguan bagi kehidupan kita. Ada banyak orang yang senang dan tertarik dengan gereja tertentu (sama seperti Herodes yang membangun Bait Allah) tapi mereka menolak Yesus karena merasa bahwa hidupnya terganggu oleh perintah-perintah dan kehendak-Nya. Bukankah banyak kesenangan duniawi terganggu ketika karena Kristus menentang perzinahan? Bukankah acara piknik menjadi terganggu karena Ia menghendaki kita beribadah pada hari minggu? Bukankah keuntungan besar terganggu karena Ia mau kita jujur dalam berbisnis? Bukankah studi terganggu karena Ia tidak mau kita nyontek? Bukankah kenikmatan terganggu karena kita dilarang mabuk-mabukan? Yesus datang dengan maksud baik untuk menyelamatkan dunia dari dosa tapi Herodes mencurigai-Nya. Demikian juga Yesus datang dengan maksud baik untuk kita semua tapi mungkin ada di antara kita yang “mencurigai-Nya” sebagai pengganggu kehidupan kita. Kalau hal-hal seperti ini menyebabkan kita akhirnya menolak Yesus, maka sesungguhnya kita tidak berbeda dengan Herodes, kita adalah ’anak buahnya’ Herodes.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Selain itu HERODES ADALAH ORANG YANG HATINYA TIDAK BERES  dalam artian penuh iri hati, amarah, kebencian dan kedengkian. Semua yang dilihat sebagai ancaman bagi diri dan kedudukannya ia habisi. Sifat seperti inilah yang ia perlihatkan pada momen Natal ketika Kristus dilahirkan ke dunia ini. Itulah Herodes! Namun, tidakkah ada banyak orang Kristen juga yang merayakan Natal sambil tetap memelihara mentalitas Herodes ini dalam hati mereka? Amarah yang masih tersimpan dengan rapi, dendam yang masih membara, kedengkian yang menyatu dengan hati, serta iri yang merasuk jiwa? Berapa banyak di antara kita yang begitu sibuk mempersiapkan perayaan-perayaan Natal, menghadiri setiap kebaktian Natal namun hati kita tetap hitam dengan amarah, kebencian, dendam, dengki dan iri? Berapa banyak di antara kita yang belum mengampuni sesamanya? Dengarlah, engkau berhati Herodes!!! Natal identik dengan damai sejahtera, tidakkah kita membuka hati kita dan melepaskan pengampunan itu agar damai sejahtera itu dapat masuk ke dalam hati kita?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Imam Kepala dan Ahli Taurat</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Golongan kedua yang ditampilkan dalam peristiwa Natal adalah para imam kepala dan ahli Taurat. Alkitab bercerita bahwa ketika Herodes mendengar ada raja yang baru dilahirkan, ia lalu mengumpulkan para imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi dan bertanya kepada mereka di mana Mesias akan dilahirkan? (Mat 2:4) dan luar biasa bahwa para imam kepala dan ahli-ahli Taurat itu langsung memberikan jawaban dengan meyakinkan : &#8220;Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.&#8221; (Mat 2:5-6). Ini membuktikan bahwa mereka memang benar-benar tahu persis nubuatan tentang kedatangan Mesias sebagaimana yang dicatat dalam Mikha 5:1. Sayangnya, justru ketika Sang Mesias itu lahir ke dunia, mereka tidak menyambutnya, mereka acuh tak acuh saja. Ya, mungkin mereka akan menjawab bahwa mereka tidak tahu persis waktu kelahiran Sang Mesias. Tidak ada tanda bagi mereka seperti bintang bagi orang Majus, tidak ada pemberitaan malaikat pada mereka seperti kepada para gembala. Ok, tak apalah. Tapi bukankah setelah itu, sepanjang hidup dan pengajaran Yesus, seharusnya sudah cukup untuk meyakinkan mereka bahwa Yesus dari Nazaret itu adalah Sang Mesias sendiri? Bukankah orang awam seperti Simon Petrus dapat mengerti semua itu dan berkata ”Engkau Mesias Anak Allah yang hidup?” (Mat 16:16). Lalu mengapa para imam kepala dan ahli Taurat tidak menyambut Dia sebagai Mesias? Bahkan lebih dari itu bukankah kematian Sang Mesias itu adalah ulah para imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang terus memusuhi-Nya sepanjang hidup-Nya? Oh&#8230;.semua janji tentang Mesias ada di kepala mereka namun Mesias itu tidak ada dalam hati mereka. Mereka menguasai semua teori tentang Mesias namun mereka tidak menyambut-Nya sebagai Mesias. Kepala mereka penuh tapi hati mereka kosong. Itulah sikap para imam dan ahli Taurat dalam momen Natal itu, suatu sikap acuh tak acuh.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Adakah sikap itu juga yang menjadi sikap kita? Berapa banyak di antara kita memahami isi Kitab Suci dengan baik namun bersikap acuh tak acuh terhadap pribadi Kristus, Sang Putera Natal itu? Berapa banyak di antara kita yang menguasai sejumlah teori tentang Kristus namun tetap tidak menyambut Kristus itu dalam hati dan hidup kita?  Berapa banyak di antara kita yang tahu tentang Kristus tetapi tidak mengenal-Nya secara pribadi dan mempunyai hubungan pribadi dengan-Nya? Ada banyak orang Kristen yang sangat interest terhadap pendeta tertentu, gereja tertentu, aliran tertentu tetapi tidak terhadap Kristus. Kekristenan semacam ini adalah kekristenan yang kosong yang tidak akan membawa anda ke sorga. Kalau anda seperti itu, anda benar-benar satu ’merk’ dengan para ahli Taurat pada saat Natal pertama itu. Bagaimana sikap anda dalam menyambut Natal tahun ini? Buka hati anda dan sambutlah Putera Natal itu sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Orang Majus</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kelompok berikutnya yang dapat kita lihat dalam Matius pasal 2 ini adalah kelompok orang Majus. Kita diberitahu bahwa mereka datang dari Timur berdasarkan tuntunan bintang dan mencari raja yang baru lahir. Mereka akhirnya berjumpa dengan Yesus, sujud menyembahnya dan memberikan persembahan emas, mur dan kemenyan. Selanjutnya mereka pulang ke negeri mereka.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Siapakah mereka sebenarnya? Mat 2:1 menginformasikan bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘magoi’. Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, &#8230; ‘. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr  juga memberikan keterangan : “Orang-orang Majus (magoi) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8). Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa : “Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama dan obat-obatan. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan dan perbintangan. Mungkin karena status inilah Herodes menyambut mereka di istananya. Perhatikan juga keterangan Herodatus : “Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi. Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana” (ibid : 39). Demikianlah kira-kira gambaran yang bisa kita dapat tentang para Majus ini.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Lalu berapakah jumlah mereka sebenarnya? Tentu saja jumlah mereka sangatlah banyak di daerah mereka sendiri. Namun berapa banyakkah yang datang mencari Yesus dan menyembah-Nya? Banyak dari antara kita merasa bahwa mereka berjumlah 3 orang dan demikian pula menurut tradisi. Bahkan tradisi-tradisi ini sampai memberitahukan nama ketiga orang Majus ini. Tradisi abad 6 mengatakan bahwa 3 orang Majus ini adalah Bithisarea, Melichior, dan Gathaspa sedangkan tradisi Armenia abad 14 mengatakan bahwa ketiga orang Majus itu adalah 3 orang raja, masing-masing bernama Gasper (raja Arab), Melkhior (raja Persia) dan Balthazar (raja India). Tradisi Suriah menyebut nama-nama mereka Larvandad, Hormisdas, dan Gusnasaf, sementara tradisi Armenia yang lebih tua hanya menyebutkan dua nama, yaitu Kagba dan Badadilma. Walaupun demikian kita harus sadar bahwa Alkitab sama sekali tidak memberitahukan jumlah orang-orang Majus ini maupun nama-nama mereka. Sangat mungkin bahwa jumlah tersebut (3 orang) dikaitkan dengan 3 persembahan yang dibawa mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Namun persoalanya adalah apakah jumlah persembahan menentukan jumlah pemberi?  Jelas tidak harus demikian. Bisa jadi mereka berjumlah lebih dari 3 orang namun membawa 3 macam persembahan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dari catatan Injil Matius 2:11 : ‘Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia&#8230;’ ada beberapa hal yang menarik untuk disimak. Pertama,: Para Majus ini bertemu bayi Yesus di dalam rumah.Tidakkah kita merasa heran? Mengapa bukan di kandang? Bukankah Yesus dilahirkan di kandang? Beberapa orang memakai ayat ini untuk menunjukkan kontradiksi Alkitab namun sesungguhnya tidaklah demikian. Kita harus memahami bahwa waktu di mana para Majus menjumpai Yesus, bukanlah tepat pada saat Yesus dilahirkan (di kandang) namun beberapa waktu setelah Yesus dilahirkan sehingga tentunya Maria dan Yusuf sudah pindah dari kadang ke sebuah rumah. Jadi para gembala hadir pada saat Yesus dilahirkan makanya mereka bertemu Yesus di kadang namun para Majus hadir beberapa waktu (bulan?) kemudian makanya mereka bertemu Yesus di rumah. Kedua, dikatakan bahwa mereka menjumpai ’Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia&#8230;’ Perhatikan bahwa yang dijumpai adalah bayi Yesus dan Maria ibu-Nya namun tidak dikatakan bahwa para majus itu menyembah “mereka” melainkan menyembah “Dia”. Para Majus tidak menyembah Maria atau Yesus dan Maria. Mereka hanya menyembah Yesus saja meskipun Maria ada di sana. Tidakkah itu memberikan sedikit pengajaran pada kita bahwa setiap penyembahan pada Maria maupun Maria dan Yesus sama sekali tidak didukung Alkitab?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Lepas dari semua itu namun hal yang harus kita perhatikan adalah sikap orang-orang majus itu dalam menyambut kelahiran Yesus. Mereka rupanya rela mengorbankan/memberikan waktu mereka untuk berjumpa dengan Yesus. Mereka rela mengorbankan/memberikan tenaga mereka dalam perjalanan yang pasti sangat melelahkan dari negeri mereka. Mereka juga rela mengorbankan kesibukan mereka. Demikian juga harta mereka (emas, kemenyan dan mur). Namun yang lebih daripada semuanya itu adalah mereka rela mengorbankan/memberikan hati mereka dalam sujud penyembahan kepada Putera Natal itu, Sang Raja yang baru dilahirkan. Mereka tentu tidak mengerti bahwa bayi yang mereka sembah itu adalah jelmaan Allah tetapi tindakan mereka cukup membuktikan penghormatan mereka pada-Nya. Ya, seharusnya Natal memang disambut dengan sikap seperti para Majus itu. Tapi berapa banyakkah kita yang memiliki sikap hati seperti mereka? Apakah dengan merayakan Natal membuat kita berkomitmen untuk memberikan segalanya bagi Yesus? Apakah momen Natal menimbulkan niat yang tulus untuk sujud dalam penyembahan kepada-Nya? Ataukah Natal bagi kita hanyalah ajang pesta pora dan pemuasan kedagingan dan keduniawian kita? Mari sobatku, sambutlah Natal tahun ini dengan sikap hati yang benar. Jika sikapmu dalam merayakan Natal seperti Herodes dan imam kepala-ahli Taurat, bertobatlah dan naikkan doa tulus kepada-Nya ”Tuhan, berikanku hati seperti hati para Majus”.  Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati!</div>
<p><strong><em>Esra Alfred Soru</em></strong></p>
<p>Demikianlah gambaran kehidupan Herodes. Sekali lagi, ia adalah orang yang selalu merasa tidak aman dan ia tidak membiarkan sedikitpun kemungkinan kekuasaannya direbut. Dengan mentalitas Herodes seperti ini, dapatlah dibayangkan bagaimana reaksinya ketika ia mendengar kabar dari para Majus bahwa mereka sementara mencari raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. <span id="more-498"></span>Mat 2:3 berkata “<em>terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem</em>”. Kata “<em>terkejut</em>” ini tidak terlalu kuat maknanya. Alkitab King James Version (KJV), Revised Standard Version (RSV), New American Standard Bible (NASB) menerjemahkannya dengan kata “was trouble” yang artinya “terganggu”. Jadi Herodes ketika mendengar ada raja yang baru lahir, perasaan curiga, perasaan marah, perasaan tersainginya mulai menguasai dia sehingga ia merasa terganggu. Bukan hanya Herodes yang terganggu. Seluruh Yerusalem juga “terganggu”. Mengapa? Karena mereka tahu persis sifat Herodes dan apa yang akan terjadi. Mereka sudah cukup terganggu dengan pembunuhan Aristobulus, Mariamne, Alexandra, dan anak-anak Herodes sendiri. Dan mereka yakin bahwa raja yang baru lahir itu pasti akan membuat geger Yerusalem dengan tindakan Herodes. Dan memang akhirnya Herodes memerintahkan pembunuhan anak-anak di bawah 2 tahun (Mat 2:16-18).</p>
<p>Kehidupan Herodes memberikan 2 gambaran tentang siapa sesungguhnya dia.<strong><span style="text-decoration: underline;"> HERODES ADALAH ORANG YANG MERASA BAHWA HIDUPNYA TERGANGGU OLEH KEHADIRAN YESUS</span></strong>. Baginya kelahiran Yesus tidak bermakna apa-apa selain hanya membawa ancaman bagi kekuasannya. Ia telah lama tahu bahwa Mesiaslah yang sementara diharapkan oleh orang-orang Yahudi untuk menggantikan dirinya dan ia sungguh terganggu dengan hal itu. Ia tidak tahu bahwa Sang Mesias datang bukan untuk sebuah kerajaan duniawi/politik melainkan untuk sebuah kerajaan rohani, kerajaan Allah. Yang ia tahu hanyalah bahwa kehadiran Yesus mengganggu ketentramannya. Inilah sikap hati yang keliru dari Herodes di sekitar momen Natal. Dan, mau akui atau tidak, ini jugalah sikap hati dari kebanyakan kita. Tidak jarang kita merasa bahwa kehadiran Kristus hanyalah sebuah gangguan bagi kehidupan kita. Ada banyak orang yang senang dan tertarik dengan gereja tertentu (sama seperti Herodes yang membangun Bait Allah) tapi mereka menolak Yesus karena merasa bahwa hidupnya terganggu oleh perintah-perintah dan kehendak-Nya. Bukankah banyak kesenangan duniawi terganggu ketika karena Kristus menentang perzinahan? Bukankah acara piknik menjadi terganggu karena Ia menghendaki kita beribadah pada hari minggu? Bukankah keuntungan besar terganggu karena Ia mau kita jujur dalam berbisnis? Bukankah studi terganggu karena Ia tidak mau kita nyontek? Bukankah kenikmatan terganggu karena kita dilarang mabuk-mabukan? Yesus datang dengan maksud baik untuk menyelamatkan dunia dari dosa tapi Herodes mencurigai-Nya. Demikian juga Yesus datang dengan maksud baik untuk kita semua tapi mungkin ada di antara kita yang “mencurigai-Nya” sebagai pengganggu kehidupan kita. Kalau hal-hal seperti ini menyebabkan kita akhirnya menolak Yesus, maka sesungguhnya kita tidak berbeda dengan Herodes, kita adalah ’anak buahnya’ Herodes.</p>
<p>Selain itu <strong><span style="text-decoration: underline;">HERODES ADALAH ORANG YANG HATINYA TIDAK BERES</span></strong> dalam artian penuh iri hati, amarah, kebencian dan kedengkian. Semua yang dilihat sebagai ancaman bagi diri dan kedudukannya ia habisi. Sifat seperti inilah yang ia perlihatkan pada momen Natal ketika Kristus dilahirkan ke dunia ini. Itulah Herodes! Namun, tidakkah ada banyak orang Kristen juga yang merayakan Natal sambil tetap memelihara mentalitas Herodes ini dalam hati mereka? Amarah yang masih tersimpan dengan rapi, dendam yang masih membara, kedengkian yang menyatu dengan hati, serta iri yang merasuk jiwa? Berapa banyak di antara kita yang begitu sibuk mempersiapkan perayaan-perayaan Natal, menghadiri setiap kebaktian Natal namun hati kita tetap hitam dengan amarah, kebencian, dendam, dengki dan iri? Berapa banyak di antara kita yang belum mengampuni sesamanya? Dengarlah, engkau berhati Herodes!!! Natal identik dengan damai sejahtera, tidakkah kita membuka hati kita dan melepaskan pengampunan itu agar damai sejahtera itu dapat masuk ke dalam hati kita?</p>
<p><strong><em>Imam Kepala dan Ahli Taurat</em></strong></p>
<p>Golongan kedua yang ditampilkan dalam peristiwa Natal adalah para imam kepala dan ahli Taurat. Alkitab bercerita bahwa ketika Herodes mendengar ada raja yang baru dilahirkan, ia lalu mengumpulkan para imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi dan bertanya kepada mereka di mana Mesias akan dilahirkan? (Mat 2:4) dan luar biasa bahwa para imam kepala dan ahli-ahli Taurat itu langsung memberikan jawaban dengan meyakinkan : &#8220;<em>Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel</em>.&#8221; (Mat 2:5-6). Ini membuktikan bahwa mereka memang benar-benar tahu persis nubuatan tentang kedatangan Mesias sebagaimana yang dicatat dalam Mikha 5:1. Sayangnya, justru ketika Sang Mesias itu lahir ke dunia, mereka tidak menyambutnya, mereka acuh tak acuh saja. Ya, mungkin mereka akan menjawab bahwa mereka tidak tahu persis waktu kelahiran Sang Mesias. Tidak ada tanda bagi mereka seperti bintang bagi orang Majus, tidak ada pemberitaan malaikat pada mereka seperti kepada para gembala. Ok, tak apalah. Tapi bukankah setelah itu, sepanjang hidup dan pengajaran Yesus, seharusnya sudah cukup untuk meyakinkan mereka bahwa Yesus dari Nazaret itu adalah Sang Mesias sendiri? Bukankah orang awam seperti Simon Petrus dapat mengerti semua itu dan berkata ”<em>Engkau Mesias Anak Allah yang hidup</em>?” (Mat 16:16). Lalu mengapa para imam kepala dan ahli Taurat tidak menyambut Dia sebagai Mesias? Bahkan lebih dari itu bukankah kematian Sang Mesias itu adalah ulah para imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang terus memusuhi-Nya sepanjang hidup-Nya? Oh&#8230;.semua janji tentang Mesias ada di kepala mereka namun Mesias itu tidak ada dalam hati mereka. Mereka menguasai semua teori tentang Mesias namun mereka tidak menyambut-Nya sebagai Mesias. Kepala mereka penuh tapi hati mereka kosong. Itulah sikap para imam dan ahli Taurat dalam momen Natal itu, suatu sikap acuh tak acuh.</p>
<p>Adakah sikap itu juga yang menjadi sikap kita? Berapa banyak di antara kita memahami isi Kitab Suci dengan baik namun bersikap acuh tak acuh terhadap pribadi Kristus, Sang Putera Natal itu? Berapa banyak di antara kita yang menguasai sejumlah teori tentang Kristus namun tetap tidak menyambut Kristus itu dalam hati dan hidup kita?  Berapa banyak di antara kita yang tahu tentang Kristus tetapi tidak mengenal-Nya secara pribadi dan mempunyai hubungan pribadi dengan-Nya? Ada banyak orang Kristen yang sangat interest terhadap pendeta tertentu, gereja tertentu, aliran tertentu tetapi tidak terhadap Kristus. Kekristenan semacam ini adalah kekristenan yang kosong yang tidak akan membawa anda ke sorga. Kalau anda seperti itu, anda benar-benar satu ’merk’ dengan para ahli Taurat pada saat Natal pertama itu. Bagaimana sikap anda dalam menyambut Natal tahun ini? Buka hati anda dan sambutlah Putera Natal itu sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu.</p>
<p><strong><em>Orang Majus</em></strong></p>
<p>Kelompok berikutnya yang dapat kita lihat dalam Matius pasal 2 ini adalah kelompok orang Majus. Kita diberitahu bahwa mereka datang dari Timur berdasarkan tuntunan bintang dan mencari raja yang baru lahir. Mereka akhirnya berjumpa dengan Yesus, sujud menyembahnya dan memberikan persembahan emas, mur dan kemenyan. Selanjutnya mereka pulang ke negeri mereka.</p>
<p>Siapakah mereka sebenarnya? Mat 2:1 menginformasikan bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘magoi’. Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “<em>Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia,</em> &#8230; ‘. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr  juga memberikan keterangan : “<em>Orang-orang Majus (magoi) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8). Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). </em>Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa<em> : “Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama dan obat-obatan</em>. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan dan perbintangan. Mungkin karena status inilah Herodes menyambut mereka di istananya. Perhatikan juga keterangan Herodatus : “<em>Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi. Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana</em>” (ibid : 39). Demikianlah kira-kira gambaran yang bisa kita dapat tentang para Majus ini.</p>
<p>Lalu berapakah jumlah mereka sebenarnya? Tentu saja jumlah mereka sangatlah banyak di daerah mereka sendiri. Namun berapa banyakkah yang datang mencari Yesus dan menyembah-Nya? Banyak dari antara kita merasa bahwa mereka berjumlah 3 orang dan demikian pula menurut tradisi. Bahkan tradisi-tradisi ini sampai memberitahukan nama ketiga orang Majus ini. Tradisi abad 6 mengatakan bahwa 3 orang Majus ini adalah <strong>Bithisarea, Melichior, dan Gathaspa</strong> sedangkan tradisi Armenia abad 14 mengatakan bahwa ketiga orang Majus itu adalah 3 orang raja, masing-masing bernama <strong>Gasper </strong>(raja Arab), <strong>Melkhior </strong>(raja Persia) dan <strong>Balthazar </strong>(raja India). Tradisi Suriah menyebut nama-nama mereka <strong>Larvandad, Hormisdas, </strong>dan <strong>Gusnasaf</strong>, sementara tradisi Armenia yang lebih tua hanya menyebutkan dua nama, yaitu <strong>Kagba </strong>dan <strong>Badadilma</strong>. Walaupun demikian kita harus sadar bahwa Alkitab sama sekali tidak memberitahukan jumlah orang-orang Majus ini maupun nama-nama mereka. Sangat mungkin bahwa jumlah tersebut (3 orang) dikaitkan dengan 3 persembahan yang dibawa mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Namun persoalanya adalah apakah jumlah persembahan menentukan jumlah pemberi?  Jelas tidak harus demikian. Bisa jadi mereka berjumlah lebih dari 3 orang namun membawa 3 macam persembahan.</p>
<p>Dari catatan Injil Matius 2:11 : ‘<em>Maka masuklah mereka </em><em><span style="text-decoration: underline;">ke dalam rumah itu </span></em><em>dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia..</em>.’ ada beberapa hal yang menarik untuk disimak. Pertama,: Para Majus ini bertemu bayi Yesus di dalam rumah.Tidakkah kita merasa heran? Mengapa bukan di kandang? Bukankah Yesus dilahirkan di kandang? Beberapa orang memakai ayat ini untuk menunjukkan kontradiksi Alkitab namun sesungguhnya tidaklah demikian. Kita harus memahami bahwa waktu di mana para Majus menjumpai Yesus, bukanlah tepat pada saat Yesus dilahirkan (di kandang) namun beberapa waktu setelah Yesus dilahirkan sehingga tentunya Maria dan Yusuf sudah pindah dari kadang ke sebuah rumah. Jadi para gembala hadir pada saat Yesus dilahirkan makanya mereka bertemu Yesus di kadang namun para Majus hadir beberapa waktu (bulan?) kemudian makanya mereka bertemu Yesus di rumah. Kedua, dikatakan bahwa mereka menjumpai ’<em>Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia..</em>.’ Perhatikan bahwa yang dijumpai adalah bayi Yesus dan Maria ibu-Nya namun tidak dikatakan bahwa para majus itu menyembah “<span style="text-decoration: underline;">mereka</span>” melainkan menyembah “<span style="text-decoration: underline;">Dia</span>”. Para Majus tidak menyembah Maria atau Yesus dan Maria. Mereka hanya menyembah Yesus saja meskipun Maria ada di sana. Tidakkah itu memberikan sedikit pengajaran pada kita bahwa setiap penyembahan pada Maria maupun Maria dan Yesus sama sekali tidak didukung Alkitab?</p>
<p>Lepas dari semua itu namun hal yang harus kita perhatikan adalah sikap orang-orang majus itu dalam menyambut kelahiran Yesus. Mereka rupanya rela mengorbankan/memberikan waktu mereka untuk berjumpa dengan Yesus. Mereka rela mengorbankan/memberikan tenaga mereka dalam perjalanan yang pasti sangat melelahkan dari negeri mereka. Mereka juga rela mengorbankan kesibukan mereka. Demikian juga harta mereka (emas, kemenyan dan mur). Namun yang lebih daripada semuanya itu adalah mereka rela mengorbankan/memberikan hati mereka dalam sujud penyembahan kepada Putera Natal itu, Sang Raja yang baru dilahirkan. Mereka tentu tidak mengerti bahwa bayi yang mereka sembah itu adalah jelmaan Allah tetapi tindakan mereka cukup membuktikan penghormatan mereka pada-Nya. Ya, seharusnya Natal memang disambut dengan sikap seperti para Majus itu. Tapi berapa banyakkah kita yang memiliki sikap hati seperti mereka? Apakah dengan merayakan Natal membuat kita berkomitmen untuk memberikan segalanya bagi Yesus? Apakah momen Natal menimbulkan niat yang tulus untuk sujud dalam penyembahan kepada-Nya? Ataukah Natal bagi kita hanyalah ajang pesta pora dan pemuasan kedagingan dan keduniawian kita? Mari sobatku, sambutlah Natal tahun ini dengan sikap hati yang benar. Jika sikapmu dalam merayakan Natal seperti Herodes dan imam kepala-ahli Taurat, bertobatlah dan naikkan doa tulus kepada-Nya ”Tuhan, berikanku hati seperti hati para Majus”.  Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati!</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/&amp;n=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/&amp;t=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;link=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%20%2A%0D%0ADemikianlah%20gambaran%20kehidupan%20Herodes.%20Sekali%20lagi%2C%20ia%20adalah%20orang%20yang%20selalu%20merasa%20tidak%20aman%20dan%20ia%20tidak%20membiarkan%20sedikitpun%20kemungkinan%20kekuasaannya%20direbut.%20Dengan%20mentalitas%20Herodes%20seperti%20ini%2C%20dapatlah%20dibayangkan%20bagaimana%20reaksinya%20ketika%20ia%20mendengar%20kabar%20dari%20p" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/&amp;title=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/&amp;srcTitle=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;snippet=Esra%20Alfred%20Soru%20%2A%0D%0ADemikianlah%20gambaran%20kehidupan%20Herodes.%20Sekali%20lagi%2C%20ia%20adalah%20orang%20yang%20selalu%20merasa%20tidak%20aman%20dan%20ia%20tidak%20membiarkan%20sedikitpun%20kemungkinan%20kekuasaannya%20direbut.%20Dengan%20mentalitas%20Herodes%20seperti%20ini%2C%20dapatlah%20dibayangkan%20bagaimana%20reaksinya%20ketika%20ia%20mendengar%20kabar%20dari%20p" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%20%2A%0D%0ADemikianlah%20gambaran%20kehidupan%20Herodes.%20Sekali%20lagi%2C%20ia%20adalah%20orang%20yang%20selalu%20merasa%20tidak%20aman%20dan%20ia%20tidak%20membiarkan%20sedikitpun%20kemungkinan%20kekuasaannya%20direbut.%20Dengan%20mentalitas%20Herodes%20seperti%20ini%2C%20dapatlah%20dibayangkan%20bagaimana%20reaksinya%20ketika%20ia%20mendengar%20kabar%20dari%20p" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Orang-Orang%20Dalam%20Kisah%20Natal%20%282%29%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%20%2A%0D%0ADemikianlah%20gambaran%20kehidupan%20Herodes.%20Sekali%20lagi%2C%20ia%20adalah%20orang%20yang%20selalu%20merasa%20tidak%20aman%20dan%20ia%20tidak%20membiarkan%20sedikitpun%20kemungkinan%20kekuasaannya%20direbut.%20Dengan%20mentalitas%20Herodes%20seperti%20ini%2C%20dapatlah%20dibayangkan%20bagaimana%20reaksinya%20ketika%20ia%20mendengar%20kabar%20dari%20p" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29+-+http://b2l.me/bmw27&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%20%2A%0D%0ADemikianlah%20gambaran%20kehidupan%20Herodes.%20Sekali%20lagi%2C%20ia%20adalah%20orang%20yang%20selalu%20merasa%20tidak%20aman%20dan%20ia%20tidak%20membiarkan%20sedikitpun%20kemungkinan%20kekuasaannya%20direbut.%20Dengan%20mentalitas%20Herodes%20seperti%20ini%2C%20dapatlah%20dibayangkan%20bagaimana%20reaksinya%20ketika%20ia%20mendengar%20kabar%20dari%20p" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/&amp;name=Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%282%29&amp;description=Esra%20Alfred%20Soru%20%2A%0D%0ADemikianlah%20gambaran%20kehidupan%20Herodes.%20Sekali%20lagi%2C%20ia%20adalah%20orang%20yang%20selalu%20merasa%20tidak%20aman%20dan%20ia%20tidak%20membiarkan%20sedikitpun%20kemungkinan%20kekuasaannya%20direbut.%20Dengan%20mentalitas%20Herodes%20seperti%20ini%2C%20dapatlah%20dibayangkan%20bagaimana%20reaksinya%20ketika%20ia%20mendengar%20kabar%20dari%20p&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Dalam Kisah Natal (1)</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 04:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Esra Alfred Soru Hari Natal datang lagi! Di sana sini kita sudah dapat mendengar lagu-lagu Natal dikumandangkan, pohon-pohon Natal mulai bercahaya dalam rumah-rumah, lilin-lilin mulai dinyalakan. Dekorasi gereja mulai semarak, supermarket, mall, dan toko-toko ramai dikunjungi. Bahkan sejumlah kelompok telah mengadakan perayaan Natal. Semuanya itu tentu tidak salah namun yang paling penting adalah apakah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Esra Alfred Soru</em></strong></p>
<p>Hari Natal datang lagi! Di sana sini kita sudah dapat mendengar lagu-lagu Natal dikumandangkan, pohon-pohon Natal mulai bercahaya dalam rumah-rumah, lilin-lilin mulai dinyalakan. Dekorasi gereja mulai semarak, supermarket, mall, dan toko-toko ramai dikunjungi. Bahkan sejumlah kelompok telah mengadakan perayaan Natal. <span id="more-495"></span>Semuanya itu tentu tidak salah namun yang paling penting adalah apakah kita sungguh-sungguh memahami makna Natal itu bagi kita? Ataukah kita hanya merayakan Natal sebagai sebuah rutinitas dan penuh hura-hura serta pesta pora demi kesenangan kita belaka? Ada kelompok pemuda gereja yang merayakan Natal dengan suasana yang hingar bingar dan luar biasanya bisingnya karena menampilkan musik-musik gaya rock layaknya di diskotik saja. Lagu-lagu agung yang seharusnya dapat menuntun pikiran dan hati kita untuk memahami makna Natal sesungguhnya disuguhkan dengan sangat berisik bahkan hampir-hampir kata-kata lagu itu tak terdengar. Yang terdengar hanyalah dentuman-dentuman alat musik yang super keras seolah membawa pendengar pada sebuah suasana ’trans’. Benar-benar seperti di bar atau diskotik. Suasana itu sungguh sangat jauh dari makna Natal itu. Perayaan itu kelihatannya untuk memuji Tuhan namun yang sesungguhnya hanyalah ajang pemuasan emosi diri yang sangat duniawi. Selain itu, koran Timex beberapa waktu yang lalu memberitakan bahwa Mariah Carey, yang terkenal dengan tembang-tembang Natalnya seperti ”Oh Holy Night” mengatakan bahwa ia sudah tidak sabar lagi menunggu datangnya hari Natal karena menurut rencananya ia akan tampil bugil (telanjang bulat) pada saat perayaan Natal. Sungguh kurang ajar! Natal sudah dijadikan semacam pesta duniawi yang telah kehilangan nilai rohaninya. Sungguh jauh berbeda sikap Mariah Carey dan Maria yang diberitakan Alkitab. Demikian juga ada kelompok panitia Natal yang berkelahi karena ketidaksesuaian pendapat sewaktu melakukan rapat panitia Natal. Apa yang digambarkan di atas hanyalah sedikit contoh dari begitu banyaknya kasus di mana Natal disambut dengan cara dan sikap hati yang salah. Meskipun demikian, kesalahan-kesalahan yang terjadi sebenarnya adalah pengulangan sejarah. Natal pertama di dunia ini yakni saat Kristus lahir juga sudah disambut dengan sikap-sikap yang salah dari orang-orang di sekitar peristiwa Natal di samping adanya orang-orang yang menyambut Natal itu dengan sikap hati yang benar. Berikut ini saya mengajak pembaca sekalian untuk merenungkan cerita yang dipaparkan dalam Injil Matius 2:1-12 (cerita tentang orang majus) dan kita akan melihat bahwa orang-orang yang hadir dalam kisah Natal itu menyambut kelahiran Kristus dengan cara-cara dan sikap hati yang berbeda.</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Raja Herodes</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Di dalam Alkitab ada banyak Herodes misalnya Herodes Agripa I (yang membunuh Yakobus dan ditampar malaikat hingga mati), Herodes Agripa II (yang bertemu dengan Paulus).  Nah, Herodes yang hadir dalam kisah Natal dalam Matius pasal 2 ini dikenal dengan nama Herodes Agung. Dialah yang terkejut atas pertanyaan orang Majus yang hendak mencari Yesus yang mereka sebut sebagai ’raja yang baru lahir’. (Mat 2:2-3). Dialah yang hendak melakukan pembunuhan terhadap bayi Yesus (Mat 2:8, 13), dia jugalah yang melakukan pembunuhan atas anak-anak di bawah 2 tahun di Betlehem dan daearh sekitarnya (Mat 2:16). Mengapa ia seolah-olah begitu ketakutan dan marah ketika mendengar kabar kelahiran Yesus? Mengapa ia berniat membunuh Yesus? Mengapa ia begitu tega dan sadis dalam membunuh anak-anak Betlehem? Siapakah sebenarnya Herodes Agung ini?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Herodes Agung berasal dari sebuah daerah bernama Idumea. Ayahnya adalah seorang Edom (keturunan Esau) yang akhirnya memeluk agama Yahudi dan adalah perdana menteri Yudea, sebuah provinsi Roma waktu itu, dan teman dekat Julis Caesar. Ibunya seorang Arab dari Petra (Yordania). Dengan demikian Herodes bukanlah asli orang Yahudi dan karenanya ia sebenarnya tidak layak menjadi raja atas orang Yahudi. Meskipun demikian dengan kepandaian politiknya, pada umur 25 tahun diangkat pemerintah Romawi menjadi gubernur Galilea. Ia menikah dengan seorang wanita bernama Doris dan mempunyai seorang anak.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Meskipun demikian, Herodes menyadari satu hal bahwa sesungguhnya latar belakang dirinya yang bukan orang Yahudi menjadi halangan baginya untuk diterima dengan tulus oleh orang Yahudi sebagai pemimpin mereka. Herodes lalu berusaha dengan berbagai cara untuk mengamankan kedudukannya. Langkah pertama yang ia lakukan adalah menikahi gadis remaja berdarah bangsawan Yahudi yang bernama Mariamme di mana sebelumnya ia menceraikan dan mengusir Doris (isteri pertamanya) bersama puteranya Antipater yang baru berumur 3 tahun. Dengan menikahi Mariamme maka Herodes mendapat kesempatan emas di mana ia akan dianggap sebagai keluarga raja Yahudi yang adalah penguasa Yudea yang sebenarnya. Menikahinya sama dengan mendapat sekutu yang kuat. (Ket. Herodes mempunyai 10 orang isteri). Setelah menikahi Mariamme, 5 tahun kemudian pihak Roma menetapkan Herodes sebagai ”Raja orang Yahudi”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Setelah menjadi raja yang diakui Roma, Herodes masih merasa tidak tenang karena ia belum dapat diterima kaum tua Yahudi. Ia lalu berusaha menarik simpati orang Yahudi dengan cara membangun Bait Allah yang sangat megah. Bait Allah yang dibangun Herodes begitu indah dan mewah sehingga bangunan itu dipuji orang sebagai bangunan terindah di dunia. Bait Allah yang dikerjakan oleh 18 ribu orang itu sangat besar dan indah dan dilapisi dengan marmer dan emas. Halamannya dikelilingi dengan menara-menara dan dinding benteng. Herodes lebih banyak menghamburkan uang untuk pembangunan Bait Allah ini daripada bangunan lain dalam sejarah Yudea. Ia membangun Bait Allah tersebut di Yerusalem untuk menguatkan reputasinya sebagai orang Yahudi. Selain itu ketika kelaparan melanda seluruh negeri, selain uang kas kerajaan, ia juga mengeluarkan uang pribadi untuk mengatasi kelaparan bagi seluruh rakyat Yudea. Akibat dari semuanya ini maka banyak orang yang bersimpati padanya tetapi keterangan Flavius Jospehus, sejarawan Yahudi abad pertama mengatakan bahwa masih juga cukup banyak orang Yahudi yang tidak menyukainya. Sumber kebenciannya selain karena ia bukan orang Yahudi juga karena ia diangkat oleh penjajah Romawi dan menjadi kaki tangan mereka di tiap kesempatan. Oleh karena itu  Herodes selalu merasa bahwa kedudukannya tidak aman. Apalagi ia mengetahui adanya suatu harapan dalam diri banyak orang Yahudi bahwa akan datang seorang raja Yahudi yang sebenarnya, yakni Mesias. Herodes hidup penuh ketakutan. Ia takut bahwa suatu saat orang Yahudi akan melakukan pemberontakan terhadapnya. Itulah sebabnya istana tempat ia tinggal (Herodium) dibuat seperti layaknya sebuah benteng. Selain itu ia juga membangun sebuah istana dekat tepi pantai laut mati yang dikenal dengan mana ”Masada” di mana  menaranya ribuan kaki di atas gurun Yudea dengan ketinggian 3 lantai. Masada ini dilengkapi dengan gudang persenjataan, gudang makanan, dan tempat persembunyian yang sangat aman. Bukan hanya itu saja. Ketakutan Herodes yang amat kuat membuat ia membangun lebih dari 20 benteng di seluruh kerajannya di mana sinyal dapat dikirim antar benteng dengan menggunakan cermin. Semua itu menunjukkan bahwa yang ada di dalam diri Herodes adalah sebuah ketakutan yang sangat besar. Prof Todd Schultz mengatakan : ”Ia punya ketakutan diserang, dikalahkan, dan diambil gelarnya. Bangunan-bangunannya berbicara langsung soal ketakutannya itu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ketakutan Herodes membuat ia begitu peka dan sangat curiga dengan segala sesuatu yang akan mengancam diri dan kedudukannya. Tidak segan-segan ia membunuh setiap orang yang dianggapnya mengancam diri dan kekuasaannya/kedudukannya. Itulah sebabnya perjalanan hidup Herodes sering dikenal sebagai ’perjalanan berdarah’. Suatu saat, karena takut bahwa orang Yahudi akan mendukung iparnya (adiknya Mariamme) yang bernama Aristobulus (17 tahun) yang diangkatnya menjadi Imam Besar, Herodes lalu membunuh Aristobulus dengan cara ditenggelamkan pada sebuah acara pesta kolam. Meskipun pembunuhan itu dibuat seolah kecelakaan namun Jospehus percaya bahwa Herodeslah yang membuat anak itu tenggelam. Prof. Tood Schultz menilai tindakan Herodes ini dan berkesimpulan : ”Ini membuktikan 2 hal tentang Herodes. Pertama,  ia adalah paranoid. Kedua, ia mampau membunuh meski bukti yang ada kurang cukup”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Lima tahun kemudian terjadi pergolakan politik di Romawi di mana Mark Anthony digulingkan oleh Octavian. Ketika itu terjadi Herodes berbalik dan menyatakan kesetiaan pada Octavian. Octavian lalu menegaskan bahwa Herodes adalah raja orang Yahudi. Meskipun demikian Herodes tidak cukup yakin bahwa Octavian tulus. Ia menduga bahwa Octavian akan membunuhnya karena sudah mendukung musuhnya Mark Anthony. Sebelum menghadap Octavian, ia meninggalkan pesan rahasia bahwa jika ia mati maka isterinya Mariamme harus dibunuh. Ia tidak tahan jika melihat Mariamme bersama orang lain. Namun ternyata ia tidak dibunuh. Sekembalinya dari Octavian, hubungannya dengan Mariamme menjadi retak karena Mariamme mengetahui rencana pembunuhan atas dirinya. Mariamme tidak mau tidur dengan Herodes lagi. Ini membuat Herodes sangat marah dan akhirnya ia membawa Mariamme ke pengadilan dengan tuduhan perzinahan dengan saksi yang memberatkan Mariamme yakni Salome, adik kandung Herodes sendiri dan juga ibu Mariamme sendiri yang bernama Alexandra. Josephus melihat ini sebagai cermin di mana Herodes menguasai Alexandra. Rupanya Alexandra juga masuk dalam daftar yang akan dibunuh Herodes. Sangat mungkin Alexandra menyalahkan puterinya demi menyelamatkan dirinya sendiri. Mariamme akhirnya dibunuh mati dalam usia 25 tahun. Tragis memang karena Herodes tega membunuh isteri yang paling dicintainya yang telah memberinya 5 orang putera selama 7 tahun hidup bersama.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Setelah membunuh isterinya sendiri, hidup Herodes mulai berubah. Josephus memberikan keterangan : ”Herodes sedih karena kehilangan Mariamme. Rupanya kematian Mariamme mengoyak hati Herodes. Ia dipenuhi rasa bersalah dan menyangkali kematian Mariamme. Ia berjalan-jalan di istana dan memanggil-manggil nama Mariamme. Ia benar-benar hancur setelah kematian isterinya. Dia psikosis, sering mendengar suara-suara, dia tertekan dan tidak mampu melakukan urusan publik lagi. Ia lalu sakit parah. Perilakunya aneh dan mulai banyak minum. Ada yang menganggap dia gila. Lalu Herodes  sakit”. Nah, dalam kondisi semacam ini tiba-tiba Alexsandra (ibunya Mariamme) mencoba mengambil alih pemerintahan dan mengumumkan dirinya sebagai Ratu. Ini menyebabkan Herodes marah besar dan tanpa diadili, langsung menghukum mati Alexandra. Tindakan herodes ini justru memicu lebih banyak kudeta. Pada usia 65 tahun Herodes mendengar bahwa 2 orang puteranya (anak Mariamme) yakni Alexander dan Aristobulus berencana membunuhnya dan merebut kerajaan. Ini adalah kedua anak dari wanita yang sangat dicintainya. Herodes akhirnya menghukum mati 2 anaknya itu. Selanjutnya di tahun 4 SM, hanya 5 hari sebelum Herodes mati, ia membasmi komplotan yang dipimpin puteranya Antipater (anak sulungnya) yang diperolehnya dari isteri pertamanya (Doris).  Antipater akhirnya dibunuh juga oleh Herodes. Herodes akhirnya mati pada usia 70 tahun dan dikubur di istana gurunnya, Herodium.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Itulah kehidupan Herodes. Ia adalah orang yang dalam hidupnya penuh ketakutan dan ia tega melakukan apa saja demi mempertahankan kedudukannya. Ia membunuh adik iparnya sendiri, isterinya, mertuanya dan juga anak-anak kandungnya sendiri. Kesadisan Herodes membuat sampai-sampai Kaisar Agustus pernah mengeluarkan kalimat yang akhirnya menjadi populer pada saat itu yakni : “Lebih baik menjadi babinya Herodes daripada menjadi anaknya Herodes”. (Ket : Dalam bahasa Yunani, kata “anak laki-laki” adalah HUIOS, sedangkan kata “babi” adalah HUOS, sehingga dalam bahasa Yunani kata-kata di atas itu membentuk syair yang indah). Mengapa muncul kalimat demikian? Karena Herodes, demi menghargai dan meraih simpati orang Yahudi, tidak makan babi. Jadi dapat dipastikan babi-babi waktu itu aman dan tidak akan dipotong. Tetapi anak-anak Herodes sungguh-sungguh tidak aman. Mereka dibunuh dan dipotong dengan kejam. Ya, tepat sekali, “Lebih baik menjadi babinya Herodes daripada menjadi anaknya Herodes”. Bersambung&#8230;..</div>
<p><strong><em>Esra Alfred Soru</em></strong></p>
<p>Hari Natal datang lagi! Di sana sini kita sudah dapat mendengar lagu-lagu Natal dikumandangkan, pohon-pohon Natal mulai bercahaya dalam rumah-rumah, lilin-lilin mulai dinyalakan. Dekorasi gereja mulai semarak, supermarket, mall, dan toko-toko ramai dikunjungi. Bahkan sejumlah kelompok telah mengadakan perayaan Natal. <!--more-->Semuanya itu tentu tidak salah namun yang paling penting adalah apakah kita sungguh-sungguh memahami makna Natal itu bagi kita? Ataukah kita hanya merayakan Natal sebagai sebuah rutinitas dan penuh hura-hura serta pesta pora demi kesenangan kita belaka? Ada kelompok pemuda gereja yang merayakan Natal dengan suasana yang hingar bingar dan luar biasanya bisingnya karena menampilkan musik-musik gaya rock layaknya di diskotik saja. Lagu-lagu agung yang seharusnya dapat menuntun pikiran dan hati kita untuk memahami makna Natal sesungguhnya disuguhkan dengan sangat berisik bahkan hampir-hampir kata-kata lagu itu tak terdengar. Yang terdengar hanyalah dentuman-dentuman alat musik yang super keras seolah membawa pendengar pada sebuah suasana ’trans’. Benar-benar seperti di bar atau diskotik. Suasana itu sungguh sangat jauh dari makna Natal itu. Perayaan itu kelihatannya untuk memuji Tuhan namun yang sesungguhnya hanyalah ajang pemuasan emosi diri yang sangat duniawi. Selain itu, koran Timex beberapa waktu yang lalu memberitakan bahwa Mariah Carey, yang terkenal dengan tembang-tembang Natalnya seperti ”<em>Oh Holy Night</em>” mengatakan bahwa ia sudah tidak sabar lagi menunggu datangnya hari Natal karena menurut rencananya ia akan tampil bugil (telanjang bulat) pada saat perayaan Natal. Sungguh kurang ajar! Natal sudah dijadikan semacam pesta duniawi yang telah kehilangan nilai rohaninya. Sungguh jauh berbeda sikap Mariah Carey dan Maria yang diberitakan Alkitab. Demikian juga ada kelompok panitia Natal yang berkelahi karena ketidaksesuaian pendapat sewaktu melakukan rapat panitia Natal. Apa yang digambarkan di atas hanyalah sedikit contoh dari begitu banyaknya kasus di mana Natal disambut dengan cara dan sikap hati yang salah. Meskipun demikian, kesalahan-kesalahan yang terjadi sebenarnya adalah pengulangan sejarah. Natal pertama di dunia ini yakni saat Kristus lahir juga sudah disambut dengan sikap-sikap yang salah dari orang-orang di sekitar peristiwa Natal di samping adanya orang-orang yang menyambut Natal itu dengan sikap hati yang benar. Berikut ini saya mengajak pembaca sekalian untuk merenungkan cerita yang dipaparkan dalam Injil Matius 2:1-12 (cerita tentang orang majus) dan kita akan melihat bahwa orang-orang yang hadir dalam kisah Natal itu menyambut kelahiran Kristus dengan cara-cara dan sikap hati yang berbeda.</p>
<p><strong><em>Raja Herodes</em></strong></p>
<p>Di dalam Alkitab ada banyak Herodes misalnya Herodes Agripa I (yang membunuh Yakobus dan ditampar malaikat hingga mati), Herodes Agripa II (yang bertemu dengan Paulus).  Nah, Herodes yang hadir dalam kisah Natal dalam Matius pasal 2 ini dikenal dengan nama Herodes Agung. Dialah yang terkejut atas pertanyaan orang Majus yang hendak mencari Yesus yang mereka sebut sebagai ’raja yang baru lahir’. (Mat 2:2-3). Dialah yang hendak melakukan pembunuhan terhadap bayi Yesus (Mat 2:8, 13), dia jugalah yang melakukan pembunuhan atas anak-anak di bawah 2 tahun di Betlehem dan daearh sekitarnya (Mat 2:16). Mengapa ia seolah-olah begitu ketakutan dan marah ketika mendengar kabar kelahiran Yesus? Mengapa ia berniat membunuh Yesus? Mengapa ia begitu tega dan sadis dalam membunuh anak-anak Betlehem? Siapakah sebenarnya Herodes Agung ini?</p>
<p>Herodes Agung berasal dari sebuah daerah bernama Idumea. Ayahnya adalah seorang Edom (keturunan Esau) yang akhirnya memeluk agama Yahudi dan adalah perdana menteri Yudea, sebuah provinsi Roma waktu itu, dan teman dekat Julis Caesar. Ibunya seorang Arab dari Petra (Yordania). Dengan demikian Herodes bukanlah asli orang Yahudi dan karenanya ia sebenarnya tidak layak menjadi raja atas orang Yahudi. Meskipun demikian dengan kepandaian politiknya, pada umur 25 tahun diangkat pemerintah Romawi menjadi gubernur Galilea. Ia menikah dengan seorang wanita bernama Doris dan mempunyai seorang anak.</p>
<p>Meskipun demikian, Herodes menyadari satu hal bahwa sesungguhnya latar belakang dirinya yang bukan orang Yahudi menjadi halangan baginya untuk diterima dengan tulus oleh orang Yahudi sebagai pemimpin mereka. Herodes lalu berusaha dengan berbagai cara untuk mengamankan kedudukannya. Langkah pertama yang ia lakukan adalah menikahi gadis remaja berdarah bangsawan Yahudi yang bernama Mariamme di mana sebelumnya ia menceraikan dan mengusir Doris (isteri pertamanya) bersama puteranya Antipater yang baru berumur 3 tahun. Dengan menikahi Mariamme maka Herodes mendapat kesempatan emas di mana ia akan dianggap sebagai keluarga raja Yahudi yang adalah penguasa Yudea yang sebenarnya. Menikahinya sama dengan mendapat sekutu yang kuat. (Ket. Herodes mempunyai 10 orang isteri). Setelah menikahi Mariamme, 5 tahun kemudian pihak Roma menetapkan Herodes sebagai ”Raja orang Yahudi”.</p>
<p>Setelah menjadi raja yang diakui Roma, Herodes masih merasa tidak tenang karena ia belum dapat diterima kaum tua Yahudi. Ia lalu berusaha menarik simpati orang Yahudi dengan cara membangun Bait Allah yang sangat megah. Bait Allah yang dibangun Herodes begitu indah dan mewah sehingga bangunan itu dipuji orang sebagai bangunan terindah di dunia. Bait Allah yang dikerjakan oleh 18 ribu orang itu sangat besar dan indah dan dilapisi dengan marmer dan emas. Halamannya dikelilingi dengan menara-menara dan dinding benteng. Herodes lebih banyak menghamburkan uang untuk pembangunan Bait Allah ini daripada bangunan lain dalam sejarah Yudea. Ia membangun Bait Allah tersebut di Yerusalem untuk menguatkan reputasinya sebagai orang Yahudi. Selain itu ketika kelaparan melanda seluruh negeri, selain uang kas kerajaan, ia juga mengeluarkan uang pribadi untuk mengatasi kelaparan bagi seluruh rakyat Yudea. Akibat dari semuanya ini maka banyak orang yang bersimpati padanya tetapi keterangan Flavius Jospehus, sejarawan Yahudi abad pertama mengatakan bahwa masih juga cukup banyak orang Yahudi yang tidak menyukainya. Sumber kebenciannya selain karena ia bukan orang Yahudi juga karena ia diangkat oleh penjajah Romawi dan menjadi kaki tangan mereka di tiap kesempatan. Oleh karena itu  Herodes selalu merasa bahwa kedudukannya tidak aman. Apalagi ia mengetahui adanya suatu harapan dalam diri banyak orang Yahudi bahwa akan datang seorang raja Yahudi yang sebenarnya, yakni Mesias. Herodes hidup penuh ketakutan. Ia takut bahwa suatu saat orang Yahudi akan melakukan pemberontakan terhadapnya. Itulah sebabnya istana tempat ia tinggal (Herodium) dibuat seperti layaknya sebuah benteng. Selain itu ia juga membangun sebuah istana dekat tepi pantai laut mati yang dikenal dengan mana ”Masada” di mana  menaranya ribuan kaki di atas gurun Yudea dengan ketinggian 3 lantai. Masada ini dilengkapi dengan gudang persenjataan, gudang makanan, dan tempat persembunyian yang sangat aman. Bukan hanya itu saja. Ketakutan Herodes yang amat kuat membuat ia membangun lebih dari 20 benteng di seluruh kerajannya di mana sinyal dapat dikirim antar benteng dengan menggunakan cermin. Semua itu menunjukkan bahwa yang ada di dalam diri Herodes adalah sebuah ketakutan yang sangat besar. Prof Todd Schultz mengatakan : ”<em>Ia punya ketakutan diserang, dikalahkan, dan diambil gelarnya. Bangunan-bangunannya berbicara langsung soal ketakutannya itu. </em></p>
<p>Ketakutan Herodes membuat ia begitu peka dan sangat curiga dengan segala sesuatu yang akan mengancam diri dan kedudukannya. Tidak segan-segan ia membunuh setiap orang yang dianggapnya mengancam diri dan kekuasaannya/kedudukannya. Itulah sebabnya perjalanan hidup Herodes sering dikenal sebagai ’perjalanan berdarah’. Suatu saat, karena takut bahwa orang Yahudi akan mendukung iparnya (adiknya Mariamme) yang bernama Aristobulus (17 tahun) yang diangkatnya menjadi Imam Besar, Herodes lalu membunuh Aristobulus dengan cara ditenggelamkan pada sebuah acara pesta kolam. Meskipun pembunuhan itu dibuat seolah kecelakaan namun Jospehus percaya bahwa Herodeslah yang membuat anak itu tenggelam. Prof. Tood Schultz menilai tindakan Herodes ini dan berkesimpulan : ”<em>Ini membuktikan 2 hal tentang Herodes. Pertama,  ia adalah paranoid. Kedua, ia mampau membunuh meski bukti yang ada kurang cukup</em>”.</p>
<p>Lima tahun kemudian terjadi pergolakan politik di Romawi di mana Mark Anthony digulingkan oleh Octavian. Ketika itu terjadi Herodes berbalik dan menyatakan kesetiaan pada Octavian. Octavian lalu menegaskan bahwa Herodes adalah raja orang Yahudi. Meskipun demikian Herodes tidak cukup yakin bahwa Octavian tulus. Ia menduga bahwa Octavian akan membunuhnya karena sudah mendukung musuhnya Mark Anthony. Sebelum menghadap Octavian, ia meninggalkan pesan rahasia bahwa jika ia mati maka isterinya Mariamme harus dibunuh. Ia tidak tahan jika melihat Mariamme bersama orang lain. Namun ternyata ia tidak dibunuh. Sekembalinya dari Octavian, hubungannya dengan Mariamme menjadi retak karena Mariamme mengetahui rencana pembunuhan atas dirinya. Mariamme tidak mau tidur dengan Herodes lagi. Ini membuat Herodes sangat marah dan akhirnya ia membawa Mariamme ke pengadilan dengan tuduhan perzinahan dengan saksi yang memberatkan Mariamme yakni Salome, adik kandung Herodes sendiri dan juga ibu Mariamme sendiri yang bernama Alexandra. Josephus melihat ini sebagai cermin di mana Herodes menguasai Alexandra. Rupanya Alexandra juga masuk dalam daftar yang akan dibunuh Herodes. Sangat mungkin Alexandra menyalahkan puterinya demi menyelamatkan dirinya sendiri. Mariamme akhirnya dibunuh mati dalam usia 25 tahun. Tragis memang karena Herodes tega membunuh isteri yang paling dicintainya yang telah memberinya 5 orang putera selama 7 tahun hidup bersama.</p>
<p>Setelah membunuh isterinya sendiri, hidup Herodes mulai berubah. Josephus memberikan keterangan : <em>”Herodes sedih karena kehilangan Mariamme. Rupanya kematian Mariamme mengoyak hati Herodes. Ia dipenuhi rasa bersalah dan menyangkali kematian Mariamme. Ia berjalan-jalan di istana dan memanggil-manggil nama Mariamme. Ia benar-benar hancur setelah kematian isterinya. Dia psikosis, sering mendengar suara-suara, dia tertekan dan tidak mampu melakukan urusan publik lagi. Ia lalu sakit parah. Perilakunya aneh dan mulai banyak minum. Ada yang menganggap dia gila. Lalu Herodes  sakit</em>”. Nah, dalam kondisi semacam ini tiba-tiba Alexsandra (ibunya Mariamme) mencoba mengambil alih pemerintahan dan mengumumkan dirinya sebagai Ratu. Ini menyebabkan Herodes marah besar dan tanpa diadili, langsung menghukum mati Alexandra. Tindakan herodes ini justru memicu lebih banyak kudeta. Pada usia 65 tahun Herodes mendengar bahwa 2 orang puteranya (anak Mariamme) yakni Alexander dan Aristobulus berencana membunuhnya dan merebut kerajaan. Ini adalah kedua anak dari wanita yang sangat dicintainya. Herodes akhirnya menghukum mati 2 anaknya itu. Selanjutnya di tahun 4 SM, hanya 5 hari sebelum Herodes mati, ia membasmi komplotan yang dipimpin puteranya Antipater (anak sulungnya) yang diperolehnya dari isteri pertamanya (Doris).  Antipater akhirnya dibunuh juga oleh Herodes. Herodes akhirnya mati pada usia 70 tahun dan dikubur di istana gurunnya, Herodium.</p>
<p>Itulah kehidupan Herodes. Ia adalah orang yang dalam hidupnya penuh ketakutan dan ia tega melakukan apa saja demi mempertahankan kedudukannya. Ia membunuh adik iparnya sendiri, isterinya, mertuanya dan juga anak-anak kandungnya sendiri. Kesadisan Herodes membuat sampai-sampai Kaisar Agustus pernah mengeluarkan kalimat yang akhirnya menjadi populer pada saat itu yakni : “<strong><em>Lebih baik menjadi babinya Herodes daripada menjadi anaknya Herodes</em></strong>”. (Ket : Dalam bahasa Yunani, kata “<em>anak laki-laki</em>” adalah <strong>HUIOS</strong>, sedangkan kata “<em>babi</em>” adalah <strong>HUOS</strong>, sehingga dalam bahasa Yunani kata-kata di atas itu membentuk syair yang indah). Mengapa muncul kalimat demikian? Karena Herodes, demi menghargai dan meraih simpati orang Yahudi, tidak makan babi. Jadi dapat dipastikan babi-babi waktu itu aman dan tidak akan dipotong. Tetapi anak-anak Herodes sungguh-sungguh tidak aman. Mereka dibunuh dan dipotong dengan kejam. Ya, tepat sekali, “<strong><em>Lebih baik menjadi babinya Herodes daripada menjadi anaknya Herodes”. </em></strong><strong><em>Bersambung&#8230;..</em></strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/&amp;n=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/&amp;t=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;link=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%0D%0A%0D%0AHari%20Natal%20datang%20lagi%21%20Di%20sana%20sini%20kita%20sudah%20dapat%20mendengar%20lagu-lagu%20Natal%20dikumandangkan%2C%20pohon-pohon%20Natal%20mulai%20bercahaya%20dalam%20rumah-rumah%2C%20lilin-lilin%20mulai%20dinyalakan.%20Dekorasi%20gereja%20mulai%20semarak%2C%20supermarket%2C%20mall%2C%20dan%20toko-toko%20ramai%20dikunjungi.%20Bahkan%20sejumlah%20kel" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/&amp;title=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/&amp;srcTitle=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;snippet=Esra%20Alfred%20Soru%0D%0A%0D%0AHari%20Natal%20datang%20lagi%21%20Di%20sana%20sini%20kita%20sudah%20dapat%20mendengar%20lagu-lagu%20Natal%20dikumandangkan%2C%20pohon-pohon%20Natal%20mulai%20bercahaya%20dalam%20rumah-rumah%2C%20lilin-lilin%20mulai%20dinyalakan.%20Dekorasi%20gereja%20mulai%20semarak%2C%20supermarket%2C%20mall%2C%20dan%20toko-toko%20ramai%20dikunjungi.%20Bahkan%20sejumlah%20kel" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%0D%0A%0D%0AHari%20Natal%20datang%20lagi%21%20Di%20sana%20sini%20kita%20sudah%20dapat%20mendengar%20lagu-lagu%20Natal%20dikumandangkan%2C%20pohon-pohon%20Natal%20mulai%20bercahaya%20dalam%20rumah-rumah%2C%20lilin-lilin%20mulai%20dinyalakan.%20Dekorasi%20gereja%20mulai%20semarak%2C%20supermarket%2C%20mall%2C%20dan%20toko-toko%20ramai%20dikunjungi.%20Bahkan%20sejumlah%20kel" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22%20Orang-Orang%20Dalam%20Kisah%20Natal%20%281%29%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%0D%0A%0D%0AHari%20Natal%20datang%20lagi%21%20Di%20sana%20sini%20kita%20sudah%20dapat%20mendengar%20lagu-lagu%20Natal%20dikumandangkan%2C%20pohon-pohon%20Natal%20mulai%20bercahaya%20dalam%20rumah-rumah%2C%20lilin-lilin%20mulai%20dinyalakan.%20Dekorasi%20gereja%20mulai%20semarak%2C%20supermarket%2C%20mall%2C%20dan%20toko-toko%20ramai%20dikunjungi.%20Bahkan%20sejumlah%20kel" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29+-+http://b2l.me/bmwnb&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Esra%20Alfred%20Soru%0D%0A%0D%0AHari%20Natal%20datang%20lagi%21%20Di%20sana%20sini%20kita%20sudah%20dapat%20mendengar%20lagu-lagu%20Natal%20dikumandangkan%2C%20pohon-pohon%20Natal%20mulai%20bercahaya%20dalam%20rumah-rumah%2C%20lilin-lilin%20mulai%20dinyalakan.%20Dekorasi%20gereja%20mulai%20semarak%2C%20supermarket%2C%20mall%2C%20dan%20toko-toko%20ramai%20dikunjungi.%20Bahkan%20sejumlah%20kel" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/&amp;name=+Orang-Orang+Dalam+Kisah+Natal+%281%29&amp;description=Esra%20Alfred%20Soru%0D%0A%0D%0AHari%20Natal%20datang%20lagi%21%20Di%20sana%20sini%20kita%20sudah%20dapat%20mendengar%20lagu-lagu%20Natal%20dikumandangkan%2C%20pohon-pohon%20Natal%20mulai%20bercahaya%20dalam%20rumah-rumah%2C%20lilin-lilin%20mulai%20dinyalakan.%20Dekorasi%20gereja%20mulai%20semarak%2C%20supermarket%2C%20mall%2C%20dan%20toko-toko%20ramai%20dikunjungi.%20Bahkan%20sejumlah%20kel&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/orang-orang-dalam-kisah-natal-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bapa yang Mengampuni</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 02:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Lukas 15:11-32 Esra A Soru Kalau kita bertanya ‘siapa lakon (tokoh utama) dalam cerita anak yang terhilang ini? Maka jawabannya bukanlah anak bungsu atau anak sulung melainkan ‘Bapanya’. Memang, bapa itulah yang merupakan lakon dalam perumpamaan ini, karena penekanan utama dari perumpamaan ini adalah untuk menunjukkan sikap Allah kepada orang berdosa yang bertobat. Karena itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Lukas 15:11-32</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Esra A Soru</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kalau kita bertanya ‘siapa lakon (tokoh utama) dalam cerita anak yang terhilang ini? Maka jawabannya bukanlah anak bungsu atau anak sulung melainkan ‘Bapanya’. Memang, bapa itulah yang merupakan lakon dalam perumpamaan ini, karena penekanan utama dari perumpamaan ini adalah untuk menunjukkan sikap Allah kepada orang berdosa yang bertobat. Karena itu mari kita sekarang menyoroti sikap bapa ini.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">1.<span style="white-space: pre;"> </span>Bapa ini Menunggu-nunggu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dari mana kita bisa melihat hal itu? Dari ayat 20 yang mengatakan :</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">“Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya. &#8230;Ayahnya itu berlari mendapatkan dia”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Di surat kabar kita sering membaca ada orang tua, yang karena anaknya yang kurang ajar / meninggalkannya, lalu menulis bahwa mulai hari itu mereka tidak bertanggung jawab atas perbuatan anak itu. Tetapi bapa dalam perumpamaan ini tidaklah demikian. Bahkan mungkin sekali sejak kepergian anak bungsunya itu, bapa ini sering melihat ke arah jalanan, sambil mengharap kembalinya anak bungsunya ini. Karena itu pada waktu anak bungsu itu masih jauh, bapa itu telah melihatnya, dan lalu lari mendapatkannya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Apakah saudara adalah orang berdosa yang belum pernah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, atau apakah saudara adalah orang Kristen sejati yang telah menjauhkan diri dari Tuhan, ingatlah bahwa Bapa yang mencintai saudara itu menunggu-nunggu kedatangan/pertobatan saudara! Ia ingin saudara datang / kembali kepada Dia. Maukah saudara mengecewakan Dia, atau maukah saudara datang / kembali kepada Dia?</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">2.<span style="white-space: pre;"> </span>Bapa ini Tergerak oleh Belas Kasihan (ayat 20a).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sang bapa ini melihat keadaan anaknya yang mungkin sekali kurus, kotor, berpakaian compang camping, dan hatinya tergerak oleh belas kasihan. Puji Tuhan bahwa Allah itu mempunyai belas kasihan kepada manusia berdosa. Ini menyebabkan Ia memberikan kasih karunia, yaitu hal baik yang sama sekali tidak layak kita dapatkan, kepada kita yang adalah manusia berdosa. Andaikata Allah selalu menemui orang berdosa dengan keadilan, celakalah kita! Tetapi Dia tidak demikian! Karena itu janganlah takut untuk bertobat dan datang / kembali kepada Dia.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Maz 103:8-9 &#8211; “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kata-kata yang saya garisbawahi itu akan menunjukkan bahwa Allah tidak adil, andaikata Yesus tidak pernah menderita dan mati untuk menebus dosa kita! Tetapi dengan adanya penebusan Kristus terhadap dosa-dosa kita, Allah bisa melakukan hal itu dan tetap adil. Allah bisa mengampuni / tidak menghukum orang berdosa karena Yesus sudah membayar hutang dosa itu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">3.<span style="white-space: pre;"> </span>Bapa itu Lari Mendapatkan Anaknya, Merangkul dan Mencium Dia (ayat 20b).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ia berlari. Ia tidak berjalan perlahan-lahan atau menunggu anaknya yang datang kepadanya, tetapi ia lari kepada anaknya. Ini menunjukkan kerinduan yang luar biasa kepada anaknya. Ia juga merangkul dan mencium anaknya padahal anaknya mungkin sekali berbau babi. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘mencium’ sebetulnya berarti ‘kissed fervently’ (= mencium dengan keras / sungguh-sungguh). Jadi bapa itu tidak mencium asal-asalan (seperti ciuman antara suami istri yang sudah saling bosan), tetapi mencium dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang penuh kasih.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dari semua ini jelas terlihat bahwa bapa itu tidak jual mahal dalam menerima anaknya kembali. Ia juga tidak memberikan persyaratan-persyaratan lebih dahulu sebelum menerima kembali anaknya. Bandingkan ini dengan ajaran Roma Katolik, yang kalau pastornya memberikan pengampunan dosa, selalu memberikan ‘semacam hukuman’ (acts of penance) yang harus dilakukan lebih dulu oleh orang yang minta ampun dosa. Selanjutnya ia menerima kembali anaknya dengan tangan terbuka, padahal anaknya ragu-ragu apakah bapanya mau menerimanya kembali atau tidak (ia minta diterima sebagai hamba, karena merasa tidak layak menjadi anak  (ay 19, 21).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kalau saudara ragu-ragu apakah Allah mau menerima saudara atau tidak, maka sadarilah bahwa semua keraguan itu datang dari setan! Allah pasti mau menerima semua orang yang bertobat / datang kepadaNya melalui Kristus.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Yoh 6:37 &#8211; “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">4.<span style="white-space: pre;"> </span>Bapa itu Tidak Lagi Mengingat-ingat Dosa Anak Bungsu itu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dalam ayat 21 anak bungsu itu mengakui dosa, tetapi jawaban bapa dalam ayat 22 sama sekali tidak menyinggung-nyinggung dosa anak bungsu itu. Di sinilah terletak keindahan kasih Allah! Kalau kita manusia mengampuni seseorang, kita masih mengingat kesalahan orang itu. Tetapi kalau Bapa mengampuni kesalahan kita, Ia tidak mengingat-ingatnya lagi!</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Yes 43:25 &#8211; “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mikha 7:19 &#8211; “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kembali kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">5.<span style="white-space: pre;"> </span>Bapa itu Menerima Anak Bungsu itu Sebagai Anak.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ini terlihat dari ayat 18b-19 di mana anak itu merencanakan untuk berkata :</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">“Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tetapi dalam ayat 21 ia baru mengucapkan :</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">“Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sebelum ia mengucapkan kata-kata “jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa”, bapanya sudah memotong kata-katanya. Bapanya tidak mau mendengarkan kata-kata yang berhubungan dengan ketidaklayakkan anak itu menjadi anak. Mengapa? Jelas karena ia mau menerimanya sebagai anak.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Yoh 1:12 &#8211; “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya”.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Selain itu ini juga terlihat dari tindakan bapa itu yang lalu memerintahkan supaya anak itu diberi jubah, cincin dan sepatu (ay 22). Bapa itu menyuruh memberi jubah (bukan koteka) yang adalah tanda kehormatan (Ester 6:8-9). Bapa itu menyuruh memberi cincin, yang merupakan pemberian otoritas (Ester 3:10  8:2). Bapa itu menyuruh memberi sepatu (ini seharusnya adalah ‘sandal’). Perlu diketahui bahwa seorang hamba selalu telanjang kaki. Semua pemberian ini menunjukkan secara jelas bahwa Bapa itu menerima anak itu sebagai anak.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">6.<span style="white-space: pre;"> </span>Bapa itu Mengadakan Pesta (ayat 23-24 ; band. Luk 15:7,10).</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kalau saudara adalah orang berdosa yang belum pernah datang kepada Kristus, datanglah sekarang juga kepada Bapa melalui Yesus Kristus yang adalah satu-satunya Penebus, Juruselamat dan Pengantara antara Allah dan manusia! Dia pasti menerima saudara! Kalau saudara adalah orang Kristen yang sudah menjauh dari Tuhan, bertobatlah dan kembalilah kepadaNya. Ia pasti mau menerima saudara!</div>
<p><em>Lukas 15:11-32</em></p>
<p><em><strong>Esra A Soru</strong></em></p>
<p>Kalau kita bertanya ‘<em>siapa lakon (tokoh utama) dalam cerita anak yang terhilang ini?</em> Maka jawabannya bukanlah anak bungsu atau anak sulung melainkan ‘Bapanya’. Memang, bapa itulah yang merupakan lakon dalam perumpamaan ini, karena penekanan utama dari perumpamaan ini adalah untuk menunjukkan sikap Allah kepada orang berdosa yang bertobat. <span id="more-491"></span>Karena itu mari kita sekarang menyoroti sikap bapa ini.</p>
<p><strong>1.</strong><span style="white-space: pre;"><strong> </strong></span><strong>Bapa ini Menunggu-nunggu.</strong></p>
<p>Dari mana kita bisa melihat hal itu? Dari ayat 20 yang mengatakan :</p>
<blockquote><p><em>“Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya. &#8230;Ayahnya itu berlari mendapatkan dia”.</em></p></blockquote>
<p>Di surat kabar kita sering membaca ada orang tua, yang karena anaknya yang kurang ajar / meninggalkannya, lalu menulis bahwa mulai hari itu mereka tidak bertanggung jawab atas perbuatan anak itu. Tetapi bapa dalam perumpamaan ini tidaklah demikian. Bahkan mungkin sekali sejak kepergian anak bungsunya itu, bapa ini sering melihat ke arah jalanan, sambil mengharap kembalinya anak bungsunya ini. Karena itu pada waktu anak bungsu itu masih jauh, bapa itu telah melihatnya, dan lalu lari mendapatkannya.</p>
<p>Apakah saudara adalah orang berdosa yang belum pernah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, atau apakah saudara adalah orang Kristen sejati yang telah menjauhkan diri dari Tuhan, ingatlah bahwa Bapa yang mencintai saudara itu menunggu-nunggu kedatangan/pertobatan saudara! Ia ingin saudara datang / kembali kepada Dia. Maukah saudara mengecewakan Dia, atau maukah saudara datang / kembali kepada Dia?</p>
<p><strong>2.</strong><span style="white-space: pre;"><strong> </strong></span><strong>Bapa ini Tergerak oleh Belas Kasihan (ayat 20a).</strong></p>
<p>Sang bapa ini melihat keadaan anaknya yang mungkin sekali kurus, kotor, berpakaian compang camping, dan hatinya tergerak oleh belas kasihan. Puji Tuhan bahwa Allah itu mempunyai belas kasihan kepada manusia berdosa. Ini menyebabkan Ia memberikan kasih karunia, yaitu hal baik yang sama sekali tidak layak kita dapatkan, kepada kita yang adalah manusia berdosa. Andaikata Allah selalu menemui orang berdosa dengan keadilan, celakalah kita! Tetapi Dia tidak demikian! Karena itu janganlah takut untuk bertobat dan datang / kembali kepada Dia.</p>
<blockquote><p>Maz 103:8-9 &#8211; <em>“TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak selama-lamanya Ia mendendam. <strong><span style="text-decoration: underline;">Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita</span></strong>”.</em></p></blockquote>
<p>Kata-kata yang saya garisbawahi itu akan menunjukkan bahwa Allah tidak adil, andaikata Yesus tidak pernah menderita dan mati untuk menebus dosa kita! Tetapi dengan adanya penebusan Kristus terhadap dosa-dosa kita, Allah bisa melakukan hal itu dan tetap adil. Allah bisa mengampuni / tidak menghukum orang berdosa karena Yesus sudah membayar hutang dosa itu.</p>
<p><strong>3.</strong><span style="white-space: pre;"><strong> </strong></span><strong>Bapa itu Lari Mendapatkan Anaknya, Merangkul dan Mencium Dia (ayat 20b).</strong></p>
<p>Ia berlari. Ia tidak berjalan perlahan-lahan atau menunggu anaknya yang datang kepadanya, tetapi ia lari kepada anaknya. Ini menunjukkan kerinduan yang luar biasa kepada anaknya. Ia juga merangkul dan mencium anaknya padahal anaknya mungkin sekali berbau babi. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘mencium’ sebetulnya berarti ‘<em>kissed fervently</em>’ (= mencium dengan keras / sungguh-sungguh). Jadi bapa itu tidak mencium asal-asalan (seperti ciuman antara suami istri yang sudah saling bosan), tetapi mencium dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang penuh kasih.</p>
<p>Dari semua ini jelas terlihat bahwa bapa itu tidak jual mahal dalam menerima anaknya kembali. Ia juga tidak memberikan persyaratan-persyaratan lebih dahulu sebelum menerima kembali anaknya. Bandingkan ini dengan ajaran Roma Katolik, yang kalau pastornya memberikan pengampunan dosa, selalu memberikan ‘semacam hukuman’ <em>(acts of penance</em>) yang harus dilakukan lebih dulu oleh orang yang minta ampun dosa. Selanjutnya ia menerima kembali anaknya dengan tangan terbuka, padahal anaknya ragu-ragu apakah bapanya mau menerimanya kembali atau tidak (ia minta diterima sebagai hamba, karena merasa tidak layak menjadi anak  (ay 19, 21).</p>
<p>Kalau saudara ragu-ragu apakah Allah mau menerima saudara atau tidak, maka sadarilah bahwa semua keraguan itu datang dari setan! Allah pasti mau menerima semua orang yang bertobat / datang kepadaNya melalui Kristus.</p>
<blockquote><p>Yoh 6:37 -<em> “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang”.</em></p></blockquote>
<p><strong>4.</strong><span style="white-space: pre;"><strong> </strong></span><strong>Bapa itu Tidak Lagi Mengingat-ingat Dosa Anak Bungsu itu.</strong></p>
<p>Dalam ayat 21 anak bungsu itu mengakui dosa, tetapi jawaban bapa dalam ayat 22 sama sekali tidak menyinggung-nyinggung dosa anak bungsu itu. Di sinilah terletak keindahan kasih Allah! Kalau kita manusia mengampuni seseorang, kita masih mengingat kesalahan orang itu. Tetapi kalau Bapa mengampuni kesalahan kita, Ia tidak mengingat-ingatnya lagi!</p>
<blockquote><p>Yes 43:25 &#8211; <em>“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu”.</em></p></blockquote>
<blockquote><p>Mikha 7:19 -<em> “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kembali kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut”.</em></p></blockquote>
<p><strong>5.</strong><span style="white-space: pre;"><strong> </strong></span><strong>Bapa itu Menerima Anak Bungsu itu Sebagai Anak.</strong></p>
<p>Ini terlihat dari ayat 18b-19 di mana anak itu merencanakan untuk berkata :</p>
<blockquote><p><em>“Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, <strong><span style="text-decoration: underline;">aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa</span></strong>” </em></p></blockquote>
<p>Tetapi dalam ayat 21 ia baru mengucapkan :</p>
<blockquote><p><em>“Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, <strong><span style="text-decoration: underline;">aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa</span></strong>”. </em></p></blockquote>
<p>Sebelum ia mengucapkan kata-kata “<em>jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa</em>”, bapanya sudah memotong kata-katanya. Bapanya tidak mau mendengarkan kata-kata yang berhubungan dengan ketidaklayakkan anak itu menjadi anak. Mengapa? Jelas karena ia mau menerimanya<span style="text-decoration: underline;"> sebagai anak</span>.</p>
<blockquote><p>Yoh 1:12 &#8211; <em>“Tetapi semua orang yang menerimaNya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya”.</em></p></blockquote>
<p>Selain itu ini juga terlihat dari tindakan bapa itu yang lalu memerintahkan supaya anak itu diberi jubah, cincin dan sepatu (ay 22). Bapa itu menyuruh memberi jubah (bukan koteka) yang adalah tanda kehormatan (Ester 6:8-9). Bapa itu menyuruh memberi cincin, yang merupakan pemberian otoritas (Ester 3:10  8:2). Bapa itu menyuruh memberi sepatu (ini seharusnya adalah ‘sandal’). Perlu diketahui bahwa seorang hamba selalu telanjang kaki. Semua pemberian ini menunjukkan secara jelas bahwa Bapa itu menerima anak itu sebagai anak.</p>
<p><strong>6.</strong><span style="white-space: pre;"><strong> </strong></span><strong>Bapa itu Mengadakan Pesta (ayat 23-24 ; band. Luk 15:7,10).</strong></p>
<p>Kalau saudara adalah orang berdosa yang belum pernah datang kepada Kristus, datanglah sekarang juga kepada Bapa melalui Yesus Kristus yang adalah satu-satunya Penebus, Juruselamat dan Pengantara antara Allah dan manusia! Dia pasti menerima saudara! Kalau saudara adalah orang Kristen yang sudah menjauh dari Tuhan, bertobatlah dan kembalilah kepadaNya. Ia pasti mau menerima saudara!</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/&amp;n=Bapa+yang+Mengampuni&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/&amp;t=Bapa+yang+Mengampuni" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Bapa+yang+Mengampuni&amp;link=http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Bapa+yang+Mengampuni&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Lukas%2015%3A11-32%0D%0AEsra%20A%20Soru%0D%0AKalau%20kita%20bertanya%20%E2%80%98siapa%20lakon%20%28tokoh%20utama%29%20dalam%20cerita%20anak%20yang%20terhilang%20ini%3F%20Maka%20jawabannya%20bukanlah%20anak%20bungsu%20atau%20anak%20sulung%20melainkan%20%E2%80%98Bapanya%E2%80%99.%20Memang%2C%20bapa%20itulah%20yang%20merupakan%20lakon%20dalam%20perumpamaan%20ini%2C%20karena%20penekanan%20utama%20dari%20perumpamaan%20i" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/&amp;title=Bapa+yang+Mengampuni&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/&amp;srcTitle=Bapa+yang+Mengampuni&amp;snippet=Lukas%2015%3A11-32%0D%0AEsra%20A%20Soru%0D%0AKalau%20kita%20bertanya%20%E2%80%98siapa%20lakon%20%28tokoh%20utama%29%20dalam%20cerita%20anak%20yang%20terhilang%20ini%3F%20Maka%20jawabannya%20bukanlah%20anak%20bungsu%20atau%20anak%20sulung%20melainkan%20%E2%80%98Bapanya%E2%80%99.%20Memang%2C%20bapa%20itulah%20yang%20merupakan%20lakon%20dalam%20perumpamaan%20ini%2C%20karena%20penekanan%20utama%20dari%20perumpamaan%20i" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Bapa+yang+Mengampuni&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Lukas%2015%3A11-32%0D%0AEsra%20A%20Soru%0D%0AKalau%20kita%20bertanya%20%E2%80%98siapa%20lakon%20%28tokoh%20utama%29%20dalam%20cerita%20anak%20yang%20terhilang%20ini%3F%20Maka%20jawabannya%20bukanlah%20anak%20bungsu%20atau%20anak%20sulung%20melainkan%20%E2%80%98Bapanya%E2%80%99.%20Memang%2C%20bapa%20itulah%20yang%20merupakan%20lakon%20dalam%20perumpamaan%20ini%2C%20karena%20penekanan%20utama%20dari%20perumpamaan%20i" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Bapa%20yang%20Mengampuni%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Lukas%2015%3A11-32%0D%0AEsra%20A%20Soru%0D%0AKalau%20kita%20bertanya%20%E2%80%98siapa%20lakon%20%28tokoh%20utama%29%20dalam%20cerita%20anak%20yang%20terhilang%20ini%3F%20Maka%20jawabannya%20bukanlah%20anak%20bungsu%20atau%20anak%20sulung%20melainkan%20%E2%80%98Bapanya%E2%80%99.%20Memang%2C%20bapa%20itulah%20yang%20merupakan%20lakon%20dalam%20perumpamaan%20ini%2C%20karena%20penekanan%20utama%20dari%20perumpamaan%20i" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Bapa+yang+Mengampuni+-+http://b2l.me/y3vr&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Bapa+yang+Mengampuni&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Lukas%2015%3A11-32%0D%0AEsra%20A%20Soru%0D%0AKalau%20kita%20bertanya%20%E2%80%98siapa%20lakon%20%28tokoh%20utama%29%20dalam%20cerita%20anak%20yang%20terhilang%20ini%3F%20Maka%20jawabannya%20bukanlah%20anak%20bungsu%20atau%20anak%20sulung%20melainkan%20%E2%80%98Bapanya%E2%80%99.%20Memang%2C%20bapa%20itulah%20yang%20merupakan%20lakon%20dalam%20perumpamaan%20ini%2C%20karena%20penekanan%20utama%20dari%20perumpamaan%20i" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/&amp;name=Bapa+yang+Mengampuni&amp;description=Lukas%2015%3A11-32%0D%0AEsra%20A%20Soru%0D%0AKalau%20kita%20bertanya%20%E2%80%98siapa%20lakon%20%28tokoh%20utama%29%20dalam%20cerita%20anak%20yang%20terhilang%20ini%3F%20Maka%20jawabannya%20bukanlah%20anak%20bungsu%20atau%20anak%20sulung%20melainkan%20%E2%80%98Bapanya%E2%80%99.%20Memang%2C%20bapa%20itulah%20yang%20merupakan%20lakon%20dalam%20perumpamaan%20ini%2C%20karena%20penekanan%20utama%20dari%20perumpamaan%20i&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/bapa-yang-mengampuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Terhadap Buku H. Insan L.S. Mokoginta</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 05:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Debat ke 2, Tanggal 12 September 2009 Tanggapan Terhadap Buku H. Insan L.S. Mokoginta Berjudul : ‘Mustahil Kristen bisa menjawab’ Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div Dengan catatan, ada hadiah Rp 10 juta untuk setiap pertanyaan dari 10 pertanyaan pertama,dan ada hadiah mobil BMW untuk pertanyaan ke 11 (dokumen bentuk .pdf silakan klik link dibawah) Tanggapan Untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Debat ke 2, Tanggal 12 September 2009</p>
<p>Tanggapan Terhadap Buku H. Insan L.S. Mokoginta</p>
<p>Berjudul :<strong> ‘Mustahil Kristen bisa menjawab’</strong></p>
<p><strong><em>Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div</em></strong></p>
<p>Dengan catatan, ada hadiah Rp 10 juta untuk setiap pertanyaan dari 10 pertanyaan pertama,dan <strong>ada hadiah mobil BMW</strong> untuk pertanyaan ke 11 (dokumen bentuk .pdf silakan klik link dibawah)</p>
<p><a href="http://www.airhidup.info/pdf/Tanggapan untuk Mokoginta.pdf" target="_blank">Tanggapan Untuk Mokoginta (pdf, 448 kb)</a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/&amp;n=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/&amp;t=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;link=http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Debat%20ke%202%2C%20Tanggal%2012%20September%202009%0D%0A%0D%0ATanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%0D%0A%0D%0ABerjudul%20%3A%20%E2%80%98Mustahil%20Kristen%20bisa%20menjawab%E2%80%99%0D%0A%0D%0AOleh%3A%20Pdt.%20Budi%20Asali%2C%20M.Div%0D%0A%0D%0ADengan%20catatan%2C%20ada%20hadiah%20Rp%2010%20juta%20untuk%20setiap%20pertanyaan%20dari%2010%20pertanyaan%20pertama%2Cdan%C2%A0ada%20hadiah%20mobil%20BMW%20untuk%20pert" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/&amp;title=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/&amp;srcTitle=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;snippet=Debat%20ke%202%2C%20Tanggal%2012%20September%202009%0D%0A%0D%0ATanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%0D%0A%0D%0ABerjudul%20%3A%20%E2%80%98Mustahil%20Kristen%20bisa%20menjawab%E2%80%99%0D%0A%0D%0AOleh%3A%20Pdt.%20Budi%20Asali%2C%20M.Div%0D%0A%0D%0ADengan%20catatan%2C%20ada%20hadiah%20Rp%2010%20juta%20untuk%20setiap%20pertanyaan%20dari%2010%20pertanyaan%20pertama%2Cdan%C2%A0ada%20hadiah%20mobil%20BMW%20untuk%20pert" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Debat%20ke%202%2C%20Tanggal%2012%20September%202009%0D%0A%0D%0ATanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%0D%0A%0D%0ABerjudul%20%3A%20%E2%80%98Mustahil%20Kristen%20bisa%20menjawab%E2%80%99%0D%0A%0D%0AOleh%3A%20Pdt.%20Budi%20Asali%2C%20M.Div%0D%0A%0D%0ADengan%20catatan%2C%20ada%20hadiah%20Rp%2010%20juta%20untuk%20setiap%20pertanyaan%20dari%2010%20pertanyaan%20pertama%2Cdan%C2%A0ada%20hadiah%20mobil%20BMW%20untuk%20pert" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Tanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Debat%20ke%202%2C%20Tanggal%2012%20September%202009%0D%0A%0D%0ATanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%0D%0A%0D%0ABerjudul%20%3A%20%E2%80%98Mustahil%20Kristen%20bisa%20menjawab%E2%80%99%0D%0A%0D%0AOleh%3A%20Pdt.%20Budi%20Asali%2C%20M.Div%0D%0A%0D%0ADengan%20catatan%2C%20ada%20hadiah%20Rp%2010%20juta%20untuk%20setiap%20pertanyaan%20dari%2010%20pertanyaan%20pertama%2Cdan%C2%A0ada%20hadiah%20mobil%20BMW%20untuk%20pert" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta+-+http://b2l.me/acbc&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Debat%20ke%202%2C%20Tanggal%2012%20September%202009%0D%0A%0D%0ATanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%0D%0A%0D%0ABerjudul%20%3A%20%E2%80%98Mustahil%20Kristen%20bisa%20menjawab%E2%80%99%0D%0A%0D%0AOleh%3A%20Pdt.%20Budi%20Asali%2C%20M.Div%0D%0A%0D%0ADengan%20catatan%2C%20ada%20hadiah%20Rp%2010%20juta%20untuk%20setiap%20pertanyaan%20dari%2010%20pertanyaan%20pertama%2Cdan%C2%A0ada%20hadiah%20mobil%20BMW%20untuk%20pert" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/&amp;name=Tanggapan+Terhadap+Buku+H.+Insan+L.S.+Mokoginta&amp;description=Debat%20ke%202%2C%20Tanggal%2012%20September%202009%0D%0A%0D%0ATanggapan%20Terhadap%20Buku%20H.%20Insan%20L.S.%20Mokoginta%0D%0A%0D%0ABerjudul%20%3A%20%E2%80%98Mustahil%20Kristen%20bisa%20menjawab%E2%80%99%0D%0A%0D%0AOleh%3A%20Pdt.%20Budi%20Asali%2C%20M.Div%0D%0A%0D%0ADengan%20catatan%2C%20ada%20hadiah%20Rp%2010%20juta%20untuk%20setiap%20pertanyaan%20dari%2010%20pertanyaan%20pertama%2Cdan%C2%A0ada%20hadiah%20mobil%20BMW%20untuk%20pert&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/tanggapan-terhadap-buku-h-insan-l-s-mokoginta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Yang Akan Binasa</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 04:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian 19:1-29 By. Esra Alfred Soru Ketika kita mendengar nama Sodom dan Gomora, maka tentu pikiran kita akan mengingat dan membayangkan peristiwa penghancuran dan penunggangbalikan kedua kota itu oleh Allah karena kejahatan-kejahatan mereka. Memang benar bahwa kedua kota ini dihukum oleh Tuhan sebagaimana dikatakan dalam ayat 24-25 : “Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kejadian 19:1-29<br />
<strong>By. Esra Alfred Soru</strong></em></p>
<p align="justify">Ketika kita mendengar nama Sodom dan Gomora, maka tentu pikiran kita akan mengingat dan membayangkan peristiwa penghancuran dan penunggangbalikan kedua kota itu oleh Allah karena kejahatan-kejahatan mereka. <span id="more-388"></span>Memang benar bahwa kedua kota ini dihukum oleh Tuhan sebagaimana dikatakan dalam ayat 24-25 :</p>
<blockquote><p>“Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah”.</p></blockquote>
<p align="justify">dan penghukuman ini membuat masyarakat di dalamnya menjadi binasa seluruhnya kecuali Lot bersama dengan keluarganya. Penghukuman semacam ini juga merupakan suatu gambaran tentang akan datangnya penghukuman Allah atas dunia ini di akhir zaman nanti.<br />
Banyak orang yang menjadi binasa karena penghukuman Tuhan ini, namun sesungguhnya ada 3 kelompok orang di dalamnya :</p>
<p><strong>1. Orang yang akan binasa adalah orang-orang atheis.</strong></p>
<p align="justify">Golongan pertama yang dibinasakan oleh Allah adalah golongan atheis. Secara etimologi A artinya tidak dan theis (berasal dari bahasa Yunani Theos) artinya Allah. Jadi secara terminologi atheis artinya orang-orang yang tidak mempercayai keberadaan Allah. Merekalah yang akan binasa. Orang-orang atheis tergolong menjadi 2 bagian. Pertama :<strong><em> Atheis teoritis</em></strong> yaitu orang-orang yang tidak percaya bahwa Allah ada atau percaya bahwa Allah tidak ada. Contohnya adalah seorang yang bernama Ludwig Feurbach. Ia berkata bahwa sebenarnya yang disebut Allah itu adalah sebuah mimpi dari manusia-manusia kasta rendah yang bodoh dan sakit hati. Contoh lain adalah Nietzsche yang berkata bahwa peristiwa terbesar di zaman ini adalah bahwa Allah sudah mati. God is die, everything permission (Allah sudah mati, segala sesuatu diizinkan). Kedua : <em><strong>Atheis Praktis</strong></em> yaitu orang-orang yang mempercayai adanya Allah tetapi hidup seolah-olah Allah tidak ada. (Latin : ut si Deus non daretur) Mereka hidup seenaknya dalam dosa tanpa pernah memikirkan tentang hidup mereka dalam hubungannya dengan Allah. Golongan semacam inilah yang terdapat di dalam kota Sodom dan Gomora. Mereka hidup seperti Allah tidak ada. Itulah sebabnya Allah berkata : &#8220;Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya” (Kej 18:20). Dosa yang sangat menonjol yang ditampilkan dalam kisah ini adalah yang tercatat dalam ayat 4-9 :</p>
<blockquote>
<p align="justify"><em>“Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: &#8220;Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.” Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, dan ia berkata: &#8220;Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.&#8221; Tetapi mereka berkata: &#8220;Enyahlah!&#8221; Lagi kata mereka: &#8220;Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!&#8221; Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu”. </em></p>
</blockquote>
<p align="justify">Perhatikan kalimat <em>“…supaya kami pakai mereka</em>” Apa maksudnya? Jika kita lihat konteks selanjutnya di mana Lot menilai tindakan mereka sebuah kejahatan dan menawarkan kedua anak perempuannya sebagai ganti kedua orang itu, maka kita dapat berkesimpulan bahwa sebenarnya istilah “kami pakai mereka” menunjuk kepada dosa homo seksual yang rupanya sudah biasa bagi masyarakat kota itu. Bayangkan saja kehidupan moral yang sangat bobrok telah terjadi di sana. Mereka mungkin percaya bahwa Allah ada, namun mereka hidup seolah-olah Allah tidak ada. Mereka adalah orang-orang atheis, dan mereka semualah yang menuai kebinasaan pada saat Allah menunggangbalikkan kota itu.</p>
<p><strong>2. Orang yang akan binasa adalah orang-orang yang menolak kabar keselamatan</strong></p>
<p align="justify">Golongan kedua yang akan menuai kebinasaan dalam penghukuman Tuhan adalah golongan orang yang telah mendengar kabar keselamatan namun tidak mengindahkannya. Golongan ini diwakili oleh kedua calon menantu Lot yang malah menganggap Lot yang menyampaikan kabar keselamatan itu sebagai orang yang berolok-olok saja atau sebagai orang yang kurang waras. Ayat 14 berkata :</p>
<blockquote><p>“Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: &#8220;Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.&#8221; Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja”.</p></blockquote>
<p align="justify">Mereka menolak kabar keselamatan dan akibatnya adalah kebinasaan.</p>
<p align="justify">Aktivitas misi dan penginjilan yang dilakukan oleh penginjil-penginjil, misionaris-misionaris, pendeta-pendeta dan hamba-hamba Tuhan adalah sebuah upaya pemberitaan kabar keselamatan bagi orang berdoa. Yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan, dan yang menolak-Nya akan binasa. Bagaimana sikap anda? Mau selamat atau mau binasa? Semuanya ada di tangan anda.</p>
<p><strong>3. Orang yang akan binasa adalah orang yang sebenarnya telah menerima keselamatan namun gagal di tengah jalan.</strong> Golongan ini diwakili oleh isteri Lot.</p>
<p align="justify">Sebenarnya ia telah berjalan dalam jalan keselamatan, namun rupanya ia gagal di tengah jalan. Ia menoleh ke belakang dan mengingat segala harta kekayaan yang hangus dimakan api dan akhirnya ia menjadi tiang garam. Ia keluar dari Sodom dan Gomora namun sayangnya adalah Sodom dan Gomora tidak keluar dari hatinya. Ia gagal di tengah-tengah perjalanan keselamatan.<br />
Kita telah percaya kepada Kristus, maka kita sementara berjalan dalam jalan keselamatan itu. Berhati-hatilah agar kita tidak berbalik dan keselamatan itu menjadi hilang bahkan kita menjadi binasa. Ibrani 6:4 berbunyi :</p>
<blockquote><p>“Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum”.</p></blockquote>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/&amp;n=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/&amp;t=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;link=http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Kejadian%2019%3A1-29%0D%0ABy.%20Esra%20Alfred%20Soru%0D%0AKetika%20kita%20mendengar%20nama%20Sodom%20dan%20Gomora%2C%20maka%20tentu%20pikiran%20kita%20akan%20mengingat%20dan%20membayangkan%20peristiwa%20penghancuran%20dan%20penunggangbalikan%20kedua%20kota%20itu%20oleh%20Allah%20karena%20kejahatan-kejahatan%20mereka.%20Memang%20benar%20bahwa%20kedua%20kota%20ini%20dihukum%20oleh%20Tuhan%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/&amp;title=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/&amp;srcTitle=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;snippet=Kejadian%2019%3A1-29%0D%0ABy.%20Esra%20Alfred%20Soru%0D%0AKetika%20kita%20mendengar%20nama%20Sodom%20dan%20Gomora%2C%20maka%20tentu%20pikiran%20kita%20akan%20mengingat%20dan%20membayangkan%20peristiwa%20penghancuran%20dan%20penunggangbalikan%20kedua%20kota%20itu%20oleh%20Allah%20karena%20kejahatan-kejahatan%20mereka.%20Memang%20benar%20bahwa%20kedua%20kota%20ini%20dihukum%20oleh%20Tuhan%20" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Kejadian%2019%3A1-29%0D%0ABy.%20Esra%20Alfred%20Soru%0D%0AKetika%20kita%20mendengar%20nama%20Sodom%20dan%20Gomora%2C%20maka%20tentu%20pikiran%20kita%20akan%20mengingat%20dan%20membayangkan%20peristiwa%20penghancuran%20dan%20penunggangbalikan%20kedua%20kota%20itu%20oleh%20Allah%20karena%20kejahatan-kejahatan%20mereka.%20Memang%20benar%20bahwa%20kedua%20kota%20ini%20dihukum%20oleh%20Tuhan%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Orang-Orang%20Yang%20Akan%20Binasa%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Kejadian%2019%3A1-29%0D%0ABy.%20Esra%20Alfred%20Soru%0D%0AKetika%20kita%20mendengar%20nama%20Sodom%20dan%20Gomora%2C%20maka%20tentu%20pikiran%20kita%20akan%20mengingat%20dan%20membayangkan%20peristiwa%20penghancuran%20dan%20penunggangbalikan%20kedua%20kota%20itu%20oleh%20Allah%20karena%20kejahatan-kejahatan%20mereka.%20Memang%20benar%20bahwa%20kedua%20kota%20ini%20dihukum%20oleh%20Tuhan%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa+-+http://b2l.me/z2zw&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Kejadian%2019%3A1-29%0D%0ABy.%20Esra%20Alfred%20Soru%0D%0AKetika%20kita%20mendengar%20nama%20Sodom%20dan%20Gomora%2C%20maka%20tentu%20pikiran%20kita%20akan%20mengingat%20dan%20membayangkan%20peristiwa%20penghancuran%20dan%20penunggangbalikan%20kedua%20kota%20itu%20oleh%20Allah%20karena%20kejahatan-kejahatan%20mereka.%20Memang%20benar%20bahwa%20kedua%20kota%20ini%20dihukum%20oleh%20Tuhan%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/&amp;name=Orang-Orang+Yang+Akan+Binasa&amp;description=Kejadian%2019%3A1-29%0D%0ABy.%20Esra%20Alfred%20Soru%0D%0AKetika%20kita%20mendengar%20nama%20Sodom%20dan%20Gomora%2C%20maka%20tentu%20pikiran%20kita%20akan%20mengingat%20dan%20membayangkan%20peristiwa%20penghancuran%20dan%20penunggangbalikan%20kedua%20kota%20itu%20oleh%20Allah%20karena%20kejahatan-kejahatan%20mereka.%20Memang%20benar%20bahwa%20kedua%20kota%20ini%20dihukum%20oleh%20Tuhan%20&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/orang-orang-yang-akan-binasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Air Kehidupan Mengalir</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 20:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria mendatangi Sang Guru, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja. &#8220;Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221; &#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221; Seolah-olah tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria mendatangi Sang Guru, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.<span id="more-14"></span></p>
<p>&#8220;Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221;<br />
&#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221;</p>
<p>Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  Sang Guru meneruskan, &#8220;Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup.&#8221;</p>
<p>Banyak  sekali  di  antara  kita  yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa  disadari  kita  melakukan hal-hal yang  bertentangan dengan norma kehidupan.  Sungai  kehidupan  ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.<br />
Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk  ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah  tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu lumrah. Persahabatan  pun  tidak  selalu  langgeng. Apa  sih  yang  langgeng, yang abadi dalam hidup ini?<br />
Kita tidak  menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan.<br />
Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.</p>
<p>&#8220;Penyakitmu  itu  bisa  disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku,&#8221;  kata Sang Guru.<br />
&#8220;Tidak Guru, tidak! Saya sudah betul-betul  bosan. Saya tidak ingin hidup,&#8221; pria itu menolak tawaran sang guru.</p>
<p>&#8220;Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?&#8221;<br />
&#8220;Ya, memang saya sudah bosan hidup.&#8221; &#8220;Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillah botol obat ini.<br />
Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang.<br />
Besok malam kau akan mati dengan tenang.&#8221;</p>
<p>Giliran pria itu jadi bingung. Setiap guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah  menawarkan racun.<br />
Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya dengan senang hati. </p>
<p>Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah botol &#8220;obat&#8221; dari Sang Guru. Dan&#8230; ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya&#8230; Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.<br />
Malam itu,ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang  sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.<br />
Pikir-pikir malam terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia  bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik,<br />
&#8220;Sayang, aku mencintaimu.&#8221;<br />
Esoknya bangun tidur, ia  membuka jendela  kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan  tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia  melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya,ia masuk  dapur  dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.<br />
Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!<br />
Sang  istri  pun merasa aneh sekali. Selama ini, mungkin aku salah, &#8220;Maafkan aku, sayang.&#8221;</p>
<p>Di  kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, &#8220;Hari ini, Boss kita  kok  aneh  ya?&#8221; Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut.<br />
Karena  siang  itu  adalah  siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!<br />
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih  toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat. </p>
<p>Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.<br />
Pulang ke rumah petang  itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda.<br />
Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, &#8220;Sayang, sekali lagi aku minta maaf,<br />
kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.&#8221; Anak-anak pun tidak  ingin ketinggalan,<br />
&#8220;Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami.&#8221;<br />
Tiba-tiba, sungai  kehidupannya mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.<br />
Tetapi bagaimana dengan  setengah botol yang sudah ia minum? Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, &#8220;Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh! </p>
<p>Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, maka  kau  akan menikmati setiap detik kehidupan.<br />
Hilangkan egomu, keangkuhanmu. Jadilah lembut,selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan.<br />
Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan.&#8221;</p>
<p>Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir.<br />
Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja.<br />
Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!</p>
<p><strong>Tunggu.  Kita  semua  SUDAH  TAHU  bahwa  kita<br />
BISA MATI KAPAN SAJA.<br />
Tapi masalahnya: apakah kita SELALU SADAR bahwa<br />
kita BISA MATI KAPAN SAJA?</strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/&amp;n=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/&amp;t=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;link=http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Seorang%20pria%20mendatangi%20Sang%20Guru%2C%20%22Guru%2C%20saya%20sudah%20bosan%20hidup.%20Sudah%20jenuh%20betul.%20Rumah%20tangga%20saya%20berantakan.%20Usaha%20saya%20kacau.%20Apa%20pun%20yang%20saya%20lakukan%20selalu%20berantakan.%20Saya%20ingin%20mati%20saja.%0D%0A%0D%0A%22Sang%20Guru%20tersenyum%2C%20%22Oh%2C%20kamu%20sakit.%22%0D%0A%22Tidak%20Guru%2C%20saya%20tidak%20sakit.%20Saya%20sehat.%20Hanya%20jenuh%20d" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/&amp;title=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/&amp;srcTitle=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;snippet=Seorang%20pria%20mendatangi%20Sang%20Guru%2C%20%22Guru%2C%20saya%20sudah%20bosan%20hidup.%20Sudah%20jenuh%20betul.%20Rumah%20tangga%20saya%20berantakan.%20Usaha%20saya%20kacau.%20Apa%20pun%20yang%20saya%20lakukan%20selalu%20berantakan.%20Saya%20ingin%20mati%20saja.%0D%0A%0D%0A%22Sang%20Guru%20tersenyum%2C%20%22Oh%2C%20kamu%20sakit.%22%0D%0A%22Tidak%20Guru%2C%20saya%20tidak%20sakit.%20Saya%20sehat.%20Hanya%20jenuh%20d" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Seorang%20pria%20mendatangi%20Sang%20Guru%2C%20%22Guru%2C%20saya%20sudah%20bosan%20hidup.%20Sudah%20jenuh%20betul.%20Rumah%20tangga%20saya%20berantakan.%20Usaha%20saya%20kacau.%20Apa%20pun%20yang%20saya%20lakukan%20selalu%20berantakan.%20Saya%20ingin%20mati%20saja.%0D%0A%0D%0A%22Sang%20Guru%20tersenyum%2C%20%22Oh%2C%20kamu%20sakit.%22%0D%0A%22Tidak%20Guru%2C%20saya%20tidak%20sakit.%20Saya%20sehat.%20Hanya%20jenuh%20d" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Ketika%20Air%20Kehidupan%20Mengalir%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Seorang%20pria%20mendatangi%20Sang%20Guru%2C%20%22Guru%2C%20saya%20sudah%20bosan%20hidup.%20Sudah%20jenuh%20betul.%20Rumah%20tangga%20saya%20berantakan.%20Usaha%20saya%20kacau.%20Apa%20pun%20yang%20saya%20lakukan%20selalu%20berantakan.%20Saya%20ingin%20mati%20saja.%0D%0A%0D%0A%22Sang%20Guru%20tersenyum%2C%20%22Oh%2C%20kamu%20sakit.%22%0D%0A%22Tidak%20Guru%2C%20saya%20tidak%20sakit.%20Saya%20sehat.%20Hanya%20jenuh%20d" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir+-+http://b2l.me/z2zx&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Seorang%20pria%20mendatangi%20Sang%20Guru%2C%20%22Guru%2C%20saya%20sudah%20bosan%20hidup.%20Sudah%20jenuh%20betul.%20Rumah%20tangga%20saya%20berantakan.%20Usaha%20saya%20kacau.%20Apa%20pun%20yang%20saya%20lakukan%20selalu%20berantakan.%20Saya%20ingin%20mati%20saja.%0D%0A%0D%0A%22Sang%20Guru%20tersenyum%2C%20%22Oh%2C%20kamu%20sakit.%22%0D%0A%22Tidak%20Guru%2C%20saya%20tidak%20sakit.%20Saya%20sehat.%20Hanya%20jenuh%20d" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/&amp;name=Ketika+Air+Kehidupan+Mengalir&amp;description=Seorang%20pria%20mendatangi%20Sang%20Guru%2C%20%22Guru%2C%20saya%20sudah%20bosan%20hidup.%20Sudah%20jenuh%20betul.%20Rumah%20tangga%20saya%20berantakan.%20Usaha%20saya%20kacau.%20Apa%20pun%20yang%20saya%20lakukan%20selalu%20berantakan.%20Saya%20ingin%20mati%20saja.%0D%0A%0D%0A%22Sang%20Guru%20tersenyum%2C%20%22Oh%2C%20kamu%20sakit.%22%0D%0A%22Tidak%20Guru%2C%20saya%20tidak%20sakit.%20Saya%20sehat.%20Hanya%20jenuh%20d&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/ketika-air-kehidupan-mengalir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Dengan Keong</title>
		<link>http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/</link>
		<comments>http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 20:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airhidup.info/wp/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, Serasa berkata : &#8220;aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !&#8221; Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong  jalan-jalan.<br />
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha  keras merangkak,<br />
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit <span id="more-13"></span></p>
<p>Aku  mendesak, menghardik, memarahinya,<br />
Keong memandangku dengan  pandangan meminta-maaf,<br />
Serasa berkata : &#8220;aku sudah berusaha dengan  segenap tenaga !&#8221;<br />
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong  terluka.<br />
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke  depan.<br />
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong  berjalan-jalan. </p>
<p>Ya Tuhan! Mengapa ?   Langit  sunyi-senyap </p>
<p>Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal  dibelakang. </p>
<p>Pelankan langkah, tenangkan hati&#8230;. </p>
<p>Oh? Tiba-tiba  tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.<br />
Aku rasakan  hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.<br />
Ada lagi!  Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.<br />
Aku lihat langit  penuh bintang cemerlang. Oh?<br />
Mengapa dulu tidak rasakan semua ini  ?<br />
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga! </p>
<p>Ternyata  Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami  dan merasakan keindahan<br />
taman ini yang tak pernah kualami kalo aku  berjalan sendiri dengan cepatnya. </p>
<p>&#8220;He&#8217;s here and with me for a  reason&#8221; </p>
<p>Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau  kasihi,<br />
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur  hidupmu.<br />
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah  terlambat. </p>
<p>Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah  bersamanya.<br />
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah  ditemukan. </p>
<p>Saat bertemu penolongmu,<br />
Ingat untuk bersyukur  padanya.<br />
Karena ialah yang mengubah hidupmu </p>
<p>Saat bertemu orang yang  pernah kau cintai,<br />
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih  .<br />
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang  kasih. </p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah kau benci,<br />
Sapalah dengan  tersenyum.<br />
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat. </p>
<p>Saat bertemu  orang yang pernah mengkhianatimu,<br />
Baik-baiklah berbincanglah  dengannya.<br />
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami  dunia ini. </p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau  cintai,<br />
Berkatilah dia.<br />
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ? </p>
<p>Saat bertemu orang yang  tergesa-gesa meninggalkanmu,<br />
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.<br />
Karena ia adalah bagian  dari nostalgiamu </p>
<p>Saat bertemu orang yang pernah salah-paham  padamu,<br />
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.<br />
Karena engkau  mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan. </p>
<p>Saat  bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,<br />
Berterima-kasihlah  sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.<br />
Karena saat ini kalian  mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/&amp;n=Jalan+Dengan+Keong&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/&amp;t=Jalan+Dengan+Keong" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Jalan+Dengan+Keong&amp;link=http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Jalan+Dengan+Keong&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Tuhan%20memberiku%20sebuah%20tugas%2C%20yaitu%20membawa%20keong%20%20jalan-jalan.%20%0D%0AAku%20tak%20dapat%20jalan%20terlalu%20cepat%2C%20keong%20sudah%20berusaha%20%20keras%20merangkak%2C%20%0D%0ASetiap%20kali%20hanya%20beralih%20sedemikian%20sedikit%20%0D%0A%0D%0AAku%20%20mendesak%2C%20menghardik%2C%20memarahinya%2C%20%0D%0AKeong%20memandangku%20dengan%20%20pandangan%20meminta-maaf%2C%20%0D%0ASerasa%20berkata%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-googlereader">
			<a href="http://www.google.com/reader/link?url=http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/&amp;title=Jalan+Dengan+Keong&amp;srcUrl=http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/&amp;srcTitle=Jalan+Dengan+Keong&amp;snippet=Tuhan%20memberiku%20sebuah%20tugas%2C%20yaitu%20membawa%20keong%20%20jalan-jalan.%20%0D%0AAku%20tak%20dapat%20jalan%20terlalu%20cepat%2C%20keong%20sudah%20berusaha%20%20keras%20merangkak%2C%20%0D%0ASetiap%20kali%20hanya%20beralih%20sedemikian%20sedikit%20%0D%0A%0D%0AAku%20%20mendesak%2C%20menghardik%2C%20memarahinya%2C%20%0D%0AKeong%20memandangku%20dengan%20%20pandangan%20meminta-maaf%2C%20%0D%0ASerasa%20berkata%20" rel="nofollow" class="external" title="Add this to Google Reader">Add this to Google Reader</a>
		</li>
		<li class="shr-hotmail">
			<a href="http://mail.live.com/?rru=compose?subject=Jalan+Dengan+Keong&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Tuhan%20memberiku%20sebuah%20tugas%2C%20yaitu%20membawa%20keong%20%20jalan-jalan.%20%0D%0AAku%20tak%20dapat%20jalan%20terlalu%20cepat%2C%20keong%20sudah%20berusaha%20%20keras%20merangkak%2C%20%0D%0ASetiap%20kali%20hanya%20beralih%20sedemikian%20sedikit%20%0D%0A%0D%0AAku%20%20mendesak%2C%20menghardik%2C%20memarahinya%2C%20%0D%0AKeong%20memandangku%20dengan%20%20pandangan%20meminta-maaf%2C%20%0D%0ASerasa%20berkata%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Hotmail">Email this via Hotmail</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Jalan%20Dengan%20Keong%22&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Tuhan%20memberiku%20sebuah%20tugas%2C%20yaitu%20membawa%20keong%20%20jalan-jalan.%20%0D%0AAku%20tak%20dapat%20jalan%20terlalu%20cepat%2C%20keong%20sudah%20berusaha%20%20keras%20merangkak%2C%20%0D%0ASetiap%20kali%20hanya%20beralih%20sedemikian%20sedikit%20%0D%0A%0D%0AAku%20%20mendesak%2C%20menghardik%2C%20memarahinya%2C%20%0D%0AKeong%20memandangku%20dengan%20%20pandangan%20meminta-maaf%2C%20%0D%0ASerasa%20berkata%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Jalan+Dengan+Keong+-+http://b2l.me/z2zy&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Jalan+Dengan+Keong&amp;body=Link: http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Tuhan%20memberiku%20sebuah%20tugas%2C%20yaitu%20membawa%20keong%20%20jalan-jalan.%20%0D%0AAku%20tak%20dapat%20jalan%20terlalu%20cepat%2C%20keong%20sudah%20berusaha%20%20keras%20merangkak%2C%20%0D%0ASetiap%20kali%20hanya%20beralih%20sedemikian%20sedikit%20%0D%0A%0D%0AAku%20%20mendesak%2C%20menghardik%2C%20memarahinya%2C%20%0D%0AKeong%20memandangku%20dengan%20%20pandangan%20meminta-maaf%2C%20%0D%0ASerasa%20berkata%20" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-box">
			<a href="https://www.box.net/api/1.0/import?url=http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/&amp;name=Jalan+Dengan+Keong&amp;description=Tuhan%20memberiku%20sebuah%20tugas%2C%20yaitu%20membawa%20keong%20%20jalan-jalan.%20%0D%0AAku%20tak%20dapat%20jalan%20terlalu%20cepat%2C%20keong%20sudah%20berusaha%20%20keras%20merangkak%2C%20%0D%0ASetiap%20kali%20hanya%20beralih%20sedemikian%20sedikit%20%0D%0A%0D%0AAku%20%20mendesak%2C%20menghardik%2C%20memarahinya%2C%20%0D%0AKeong%20memandangku%20dengan%20%20pandangan%20meminta-maaf%2C%20%0D%0ASerasa%20berkata%20&amp;import_as=link" rel="nofollow" class="external" title="Add this link to Box.net">Add this link to Box.net</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airhidup.info/wp/jalan-dengan-keong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
