Arsip untuk ‘Renungan’

Aman Dalam Tangan Tuhan

Renungan
Mazmur 91:1.16
Esra A Soru
Tidak ada satu orang pun yang ingin berada dalam kondisi yang tidak aman. Semua orang ingin keamanan dan kenyamanan. Itulah sebabnya orang menyewa jasa security untuk menjaga keamanan rumah/kantor mereka. Itulah sebabnya rumah-rumah di kota kebanyakan berpagar tembok. Dirasa masih kurang, orang menempatkan anjing herder di depan rumah mereka. Jadi manusia ingin keamanan tetapi semakin ia menginginkan keamanan justru ia terus diburu dengan berbagai ancaman. Meskipun demikian Daud dalam Mazmur 91 berkata : “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai”(ay. 2). Ikuti 2 kupasan berikut :
1. Kita Membutuhkan Keamanan Karena Ada Banyak Ancaman
Dalam Mazmur ini Daud menggambarkan bahwa hidupnya selalu dibayang-bayangi oleh sejumlah bahaya/ancaman. Dalam ayat 3 dikatakan :
‘Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk’.
Frase “jerat penangkap burung†ini dalam Alkitab Terjemahan Lama disebut “jerat orang pemburuâ€. Apa yang dimaksud dengan “jerat penangkap burung†ini? Mengapa jerat burung kok bias mengancam kita? Jerat penangkap burung adalah jebakan yang dipasang oleh pemburu yang untuk menangkap burung. Jerat itu sangat berbahaya namun  ditaruh pada tempat yang tidak diduga. Bagi burung, jerat itu adalah bahaya yang tersembunyi. Jadi maksud ungkapan ini adalah bahwa dalam hidup kita ini selalu ada ancaman dari bahaya-bahaya yang terselubung. Bandingkan bunyi ayat ini dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari maupun Contemporary English Version :
BIS : “Ia akan melepaskan engkau dari bahaya tersembunyi…â€
CEV : “The Lord will keep you safe from secret traps…â€
Kemungkinan besar yang dimaksud oleh Daud adalah jebakan-jebakan yang dipasang Saul terhadap diri-Nya. Inilah bahaya/ancaman pertama dalam hidup kita. Tidak semua orang di sekitar kita tulus seperti merpati. Ada yang licik seperti ular yang setiap saat dapat menjebak kita.
Selanjutnya dikatakan dalam ayat 3 dan 6 tentang penyakit sampar yang busuk.
Ay 3 – Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Ay 6 – terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Ancaman kedua yang digambarkan pemazmur adalah penyakit sampar. Penyakit sampar ini digambarkan dalam tingkatan/stadium yang tinggi. Alkitab Terjemahan Baru mengatakan “penyakit sampar yang busukâ€, Alkitab Terjemahan Lama mengatakan “sampar yang amat membinasakan†dan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan “dari penyakit yang membawa mautâ€. Jadi penyakit adalah ancaman bagi kehidupan manusia di mana penyakit dapat membawa maut kepada manusia. Contohnya penyakit stroke, gula darah, darah tinggi, darah rendah, jantung koroner, tipes, kanker (rahim, payudara, otak, kulit), dll. Juga seiring dengan waktu, muncul penyakit-penyakit aneh seperti AIDS, Ebola, Ataxia, dll. Ini adalah konsekuensi dosa. Dosa menyebabkan penyakit, penderitaan dan maut. Penyakit adalah ancaman bagi kehidupan manusia.
Ancaman yang ketiga dinyatakan dalam ayat 5 yakni kedahsyatan malam.
Ay 5 – Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang…
Alkitab Terjemahan Lama menyebutnya ‘hebat malam’. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menyebutnya ‘bahaya di waktu malam’. Alkitab ASV menyebutnya “the terror by night†(teror dari malam) dan Alkitab GW menyebutnya ‘terrors of the night’ (terornya malam). Ini berbicara tentang bahaya/ancaman yang datang tiba-tiba, mendadak, yang sangat tidak diduga.
Itulah ancaman-ancaman yang digambarkan pemazmur. Tentu masih ada banyak ancaman yang kita hadapi dalam hidup ini dan semua itu membuat hidup menjadi tidak aman.
2. Dalam Tangan Tuhan Ada Tempat Perlindungan Yang Aman
Dalam ay 2 pemazmur mengungkapkan seruan umat Allah :
Ay 2 – “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan ayat tersebut sebagai berikut :
“Engkaulah pembela dan pelindungku, Allahku, pada-Mulah aku percaya.”
Mengapa Allah dapat menjadi tempat perlindungan ? Karena Ia adalah satu-satunya penyelamat yang benar.
Yes 45:5 – Akulah TUHAN, tak ada lainnya, Aku Allah Yang Maha esa. Engkau telah Kupersenjatai, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
Allah yang sama juga berjanji memelihara orang-orang yang berharap kepada-Nya.
Maz 55:23 – Serahkanlah kekuatiranmu kepada TUHAN, maka Ia akan menopang engkau; sebab orang jujur tidak dibiarkan-Nya dikalahkan.
Meskipun Allah berjanji untuk melindungi kita tetapi itu tidak terjadi secara otomatis terhadap setiap orang. Ada persyaratannya !
Pertama, duduk dalam lindungan Tuhan.
Perhatikan bunyi ayat 1 :
“….orang yang duduk dalam lindungan yang Mahatinggiâ€
Duduk di sini berarti tidak bergerak/beranjak dari Tuhan. Atau sama artinya dengan setia kepada Tuhan. Jadi orang yang setia akan dilindungi oleh Tuhan.
Kedua, bermalam dalam naungan yang Mahakuasa.
Ay 1 – “…dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasaâ€
Bermalam di sini berarti ada bersama Tuhan atau  mengambil waktu bersama Tuhan di dalam doa. Tuhan berjanji melindungi orang-orang yang selalu memohonkan perlindungan-Nya melalui doa. Apakah saudara melakukan itu atau tidak?
Ketiga, percaya akan kemampuan Tuhan dalam menolong.
Ay 2 : akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Jadi Allah akan menjadi perlindungan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Saudara yang terkasih, manusia hidup dalam dunia yang berdosa sehingga ada banyak ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri seperti bahaya, kematian, sakit-penyakit, bencana, dll. Tetapi berbahagialah setiap orang yang percaya kepada Allah, yang setia kepada-Nya dan yang bergantung kepada-Nya dalam doa.

Mazmur 91:1.16

Esra A Soru

Tidak ada satu orang pun yang ingin berada dalam kondisi yang tidak aman. Semua orang ingin keamanan dan kenyamanan. Itulah sebabnya orang menyewa jasa security untuk menjaga keamanan rumah/kantor mereka. Itulah sebabnya rumah-rumah di kota kebanyakan berpagar tembok. Dirasa masih kurang, orang menempatkan anjing herder di depan rumah mereka. …» Baca selengkapnya »

Janganlah Kuatir (2)

Renungan

Matius 6:25-34
By. Esra Alfred Soru, STh

Kalau dalam bagian sebelumnya kita telah belajar tentang dua alasan mengapa kita tidak perlu kuatir, maka pada bagian ini kita akan belajar tentang bagaimana menghadapi, menghindari dan mengatasi kekuatiran. …» Baca selengkapnya »

Janganlah Kuatir (1)

Renungan

Matius 6:25-34
By. Esra Alfred Soru, STh

Kekuatiran! Inilah kata yang sudah sering kita dengar dan sesuatu yang sudah sering kita alami. Siapakah di antara kita yang tidak pernah merasa kuatir? Jika kita mau jujur, maka sesungguhnya hidup ini tidak pernah dilewati tanpa rasa kuatir. …» Baca selengkapnya »

Jalan Keluar Dari Perselisihan

Renungan

Kejadian 13:1-18
By. Esra Alfred Soru

Sewaktu Abram memenuhi panggilan Allah untuk keluar dari negerinya, ia membawa pula keponakannya Lot beserta dengan istri, anak-anak, para pekerja dan juga seluruh harta kekayaan mereka. …» Baca selengkapnya »

Penolong Yang Sejati

Renungan

Matius 14 : 22 – 23
By. Esra Alfred Soru, STh

Setelah memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk menyeberang, sedangkan Ia sendiri mengambil waktu untuk berdoa seorang diri (ayat 23). …» Baca selengkapnya »

Tuhan Gembalaku Yang Baik

Renungan

Mazmur 23:1-6
By. Esra Alfred Soru

Mazmur yang terkenal ini ditulis oleh raja Daud. Pemahaman bahwa Tuhan itu adalah gembala yang baik lahir dari pengalamannya sebagai seorang gembala yang memelihara, menjaga dan melindungi domba-dombanya dikaitkan dengan pengalamannya yang lain di mana Ia senantiasa merasakan pemeliharaan, penjagaan dan perlindungan Allah. Itulah sebabnya ia berkata Tuhan itu gembalaku yang baik. …» Baca selengkapnya »

Tidak Lebih Tidak Kurang

Renungan

Keluaran 16:1-18 By.
Nehemia Soru

Ayat Renungan :
“Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka memungut; ada yang
banyak, ada yang sedikit. Ketika mereka menakarnya dengan
gomer, maka orang yang memungut banyak tidak kelebihan dan
orang yang memungut sedikit tidak kekurangan. Tiap-tiap orang
memungut menurut keperluannya.†…» Baca selengkapnya »

Indahnya Pelataran Tuhan

Renungan

Mazmur 84:1-13
By. Esra Alfred Soru, STh

Mazmur sebenarnya adalah kumpulan lagu atau pujian orang Ibrani yang dalam bahasa aslinya disebut “Mizmorâ€. …» Baca selengkapnya »

Hari Ini Telah Terjadi Keselamatan

Renungan

Lukas 19:1-10
By. Esra Alfred Soru

Kisah Zakheus adalah kisah yang sulit dilupakan jika kita pernah mendengarkannya sejak berada di bangku sekolah minggu. Kisah yang menggambarkan seorang pembesar kaya yang berusaha memanjat pohon untuk melihat Yesus yang akan lewat di sana karena badannya pendek. …» Baca selengkapnya »

Hati Yang Melekat Kepada Allah

Renungan

Allah menginginkan agar kita sebagai umat-Nya mempunyai hati yang melekat kepada-Nya. Dengan hati yang melekat kepada-Nya maka kita akan dapat mengerti dan memahami hati-Nya, kehendak-Nya dan rencana-Nya bagi kita sehingga kita dapat hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya itu dan dengan demikian kita dapat menyenangkan hati-Nya. …» Baca selengkapnya »

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.