Lukas 19:1-10
By. Esra Alfred Soru
Kisah Zakheus adalah kisah yang sulit dilupakan jika kita pernah mendengarkannya sejak berada di bangku sekolah minggu. Kisah yang menggambarkan seorang pembesar kaya yang berusaha memanjat pohon untuk melihat Yesus yang akan lewat di sana karena badannya pendek. Sungguh sebuah kisah yang lucu. Bayangkanlah Pak Bupati atau Pak Gubernur memanjat pohon di tengah keramaian disaksikan oleh masyarakatnya. Lucu kan?Ā Namun demikian sebenarnya cerita ini menyimpan suatu hal yang sangat menarik karena di akhir cerita ini Yesus mengungkapkan suatu kalimat penting āHari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah iniā¦ā (ayat 9).
Pengalaman keselamatan pribadi yang dialami oleh Zakheus (artinya suci atau murni) seperti yang tercatat dalam kisah ini, sebenarnya adalah pengalaman setiap kita di mana pada suatu titik dalam hidup ini kita menerima keselamatan dari Tuhan. Hari ini telah terjadi keselamatan. Hari apa? Hari yang mana?
1.Ā Hari di mana orang mulai sadar bahwa harta dan kekayaan serta semua kesenangan yang bersifat duniawi bukanlahĀ segala-galanya.
Zakheus adalah orang yang kaya. Ia bukan hanya pemungut cukai melainkan kepala pemungut cukai. Dengan kata lain ia adalah kepala kantor pajak. Pemungut cukai saja kekayaannya sudah luar biasa apalagi kepalanya? Namun demikian, kekayaan dan semua kemewahan itu tidak membuatnya memperoleh kedamaian dan ketenangan hati. Ia merasa bahwa ada kekosongan dalam hatinya yang tidak bisa dipenuhi dengan segala kekayaannya itu. Itulah sebabnya ketika ia mendengar bahwa Yesus akan lewat di wilayahnya, ia berusaha keras bahkan memanjat pohon untuk melihat Yesus. Ia sadar bahwa ada kehausan di hatinya, dan hanya Yesuslah yang dapat menghapusnya. Yesus tahu persis hal ini dan itulah sebabnya Ia menyapa Zakheus. Itulah titik awal keselamatan bagi Zakheus. Hari di mana anda merasakan kekosongan hati dan kehausan jiwa dan semua kesenangan duniawi tidak dapat menjawabnya, itu adalah hari dan titik awal di mana keselamatan akan menjadi bagianmu.
Syair sebuah lagu berkata :
Kala kucari damai hanya kudapat dalam Yesus
Kala kucari ketenangan hanya kutemu di dalam Yesus
Tak satu pun dapat menghiburku
Tak seorang pun dapat menolongku
Hanya Yesus jawaban hidupkuBersama Dia hatiku damai
Walau dalam lembah kekelaman
Bersama Dia hatiku tenang
Walau hidup penuh tantangan
Tak satu pun dapat menghiburku
Tak seorang pun dapat menolongku
Hanya Yesus jawaban hidupku
2.Ā Hari di manaĀ orang mulai menerima Yesus di dalam hidupnya.
Bertolak dari kekosongan hati dan kehausan jiwa, maka Zakheus berusaha untuk melihat Yesus. Apa yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaannya. Yesus menawarkan diri untuk menumpang di rumahnya. Ajaib dan heran. Yesus seakan tahu apa yang ada dalam hati Zakheus. Yesus seakan tahu bahwa Zakheus sementara merindukan sesuatu yang nilainya lebih tinggi dari kekayaan duniawi, dan masih dalam suasana kekaguman dan rasa pesona itu ia menerima Yesus dalam rumahnya dan juga dalam hatinya. Inilah titik sentral dari keselamatan pribadi. Hanya dengan menerima Yesus dalam hati dan hidup kita, hanya dengan membuka pintu hati bagi Dia, hanya dengan mempersilahkan Ia masuk dalam jiwa kita, maka keselamatan akan menjadi milik kita.
āLihatlah, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan akuā (Wahyu 3:20)
3.Ā Hari di mana orang mulai mengalami perubahan ajaib dalam hidupnya.
Sebagai kepala pemungut cukai, maka soal penipuan, korupsi dan mencari keuntungan diri sendiri adalah hal yang biasa bagi Zakheus. Itu adalah pekerjaan hariannya. Baginya uang dan kekayaan adalah tujuan hidupnya. Tetapi apa yang terjadi ketika ia berjumpa dengan Yesus? Ada perubahan ajaib terjadi dalam dirinya. Alkitab berkata bahwa Zakheus rela memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin, dan ia akan mengembalikan empat kali lipat kepada orang-orang yang pernah diperasnya. (ayat 8). Perhatikan hal ini dengan baik. Ketika Yesus masuk ke dalam hati seseorang, maka pasti akan ada perubahan ajaib dalam hidupnya. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (II Kor 5:17).
Perubahan ajaib terjadi padaku
Sejak Yesus di hatiku
Ada tārang dalam hati dan harap penuh
Sejak Yesus di hatikuSejak Dia di hatiku
Sejak Dia di hatiku
Hidupku berubah menjadi berarti
Sejak Yesus di hatiku