Kamulah Terang Dunia

Khotbah
Mat 5:14-16
Esra Soru

Dalam ayat ini (Mat 5:14) dikatakan bahwa kita adalah terang dunia. Kalau hal ini dipikir lebih luas maka sebetulnya kita bukan terang dunia (bdk. Yoh 1:6-8). Tuhan Yesuslah yang merupakan Terang dunia (Yoh 1:9 Ā 8:12 Ā 9:5).
Yoh 1:6-9 – (6) Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; (7) ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. (8) Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. (9) Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
Yoh 8:12 – Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Yoh 9:5 – Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”
Kalau begitu bagaimana dengan kita? Kita adalah terang di dalam Tuhan (Ef 5:8), atau dengan kata lain, kita memantulkan terang dari Tuhan.
Menarik bahwa kita disebut sebagai ā€œterang duniaā€ dan ini adalah satu-satunya status kita yang sama dengan Yesus. Yesus adalah jalan tapi orang percaya tidak pernah disebut sebagai jalan. Yesus adalah kebenaran tapi orang percaya tidak pernah disebut sebagai kebenaran. Yesus adalah hidup tapi orang percaya tidak pernah disebut sebagai hidup. Yesus adalah pintu tapi orang percaya tidak pernah disebut sebagai pintu. Yesus adalah pokok anggur tapi orang percaya tidak pernah disebut sebagai pokok anggur, dll. Karena itu ini adalah sebuah sebutan/status yang sangat penting bagi orang percaya.
Ada beberapa hal penting tentang terang yang dapat kita pelajari di sini :
1. Terang Berbeda Secara Menyolok Dari Gelap.

Terang berbeda secara menyolok dari gelap. Karena itu kalau kita adalah terang, maka hidup kita harus berbeda secara menyolok dengan hidup orang dunia. Memang bukan berbeda dalam segala hal, tetapi hanya dalam hal yang merupakan dosa. Misalnya dalam kejujuran, dalam kerajinan, dalam hal mentaati peraturan lalu lintas dan lampu lalu lintas, dalam hal sogok menyogok, dalam hal ā€˜jam karet’ / suka terlambat, pada waktu dimusuhi / ada orang yang menjengkelkan, kita tetap mengasihi dan mengampuni, pada waktu menderita atau ada kesukaran, kita tidak mengeluh / marah, tetapi tetap beriman, bersukacita, dan tetap berusaha menyenangkan Allah. Contohnya adalah Nuh yang walaupun orang-orang sezaman dengannya hidup bejad tetapi ia tetap hidup bersih di hadapan Allah. Kalau kita hidup berbeda dengan dunia dalam hal-hal yang bersifat dosa, maka kita memuliakan Allah (ayat 16).
Mat 5:16 – Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Satu hal yang perlu dicamkan adalah kalau kita hidup berbeda dengan dunia, kita akan seperti kota yang terletak di atas gunung (ay 14), artinya kehidupan kita akan disorot / diperhatikan orang. Karena itu kita harus hidup dengan lebih hati-hati.
2. Terang Tidak Boleh Disembunyikan.

Ini terlihat dari bunyi ayat 15 dan 16 :
Ayat 15 : ā€˜orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang’.
Ayat 16 : ā€˜hendaknya terangmu bercahaya di depan orang’.
Jadi, kita tidak boleh terus menyendiri atau terus ada di gereja. Kita harus mau bergaul dengan orang dunia, orang-orang jahat, orang-orang yang tidak percaya untuk bisa ā€˜menerangi’ mereka. Ingat bahwa saudara tidak disebut dengan istilah ā€˜terang gereja’, tetapi ā€˜terang dunia’! Teladani Yesus di mana Ia juga bergaul dengan pemungut cukai, pelacur, sampah masyarakat, dll.
3. Terang Memberi Petunjuk.

Sebagai terang kita harus dapat memberi petunjuk kepada orang lain. Ini bisa kita lakukan dengan memberitakan Injil, memberi nasihat / teguran, mengajak ke gereja yang benar dan sebagainya. Apakah saudara memberi petunjuk pada orang-orang di sekitar saudara? Dan bagi saudara-saudara yang sudah mempunyai anak, apakah saudara mengarahkan anak-anak saudara kepada Yesus? Perhatikan nasihat Amsal :
Ams 22:6 – Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
4. Terang Makin Dibutuhkan di Tempat yang Semakin Gelap.

Makin gelap suatu tempat, maka makin dibutuhkan terang di tempat itu. Analoginya adalah makin berdosa orang-orang di suatu tempat, makin perlu adanya orang-orang Kristen untuk menerangi mereka. Karena itu adalah salah kalau orang Kristen memisahkan diri dari lingkungan atau pergaulan orang-orang non Kristen.
Dalam pelayanan kita sebagai majelis, pengurus, guru sekolah minggu, pendeta, pengkhotbah, dan sebagainya, kita cenderung lebih senang melayani jemaat yang ā€˜baik’. Kita condong untuk ā€˜membuang orang yang brengsek’. Tetapi sebetulnya orang yang brengsek itu yang lebih membutuhkan terang kita! Bdk. Mat 9:10-13.
Mat 9:10-13 – (10) Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. (11) Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (12) Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. (13) Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
5. Terang mempengaruhi gelap, bukan sebaliknya (Yoh 1:5).

Terakhir, sifat dari terang adalah mempengaruhi gelap. Saat terang hadir dalam kegelapan maka lingkungan di sekitarnya akan menjadi terang. Jadi terang menyebabkan kegelapan terusir dan bukan sebaliknya. Teranglah yang mempengaruhi gelap dan bukan gelap yang mempengaruhi terang. Karena itu biarpun kita tetap bergaul dengan orang-orang berdosa, orang-orang jahat, orang-orang yang tidak percaya maka kitalah yang harus mempengaruhi mereka ke arah yang positif dan bukan kita yang dipengaruhi ke arah negatif.
Yoh 1:5 – Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

You must be logged in to post a comment.

Trackback URL for this entry

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.