By. Esra Alfred Soru, STh
Surat Ibrani merupakan sebuah surat yang berisi teguran dan nasihat. Sekalipun demikian nasihat-nasihat yang ada di dalamnya bukanlah merupakan surat-surat tanpa dasar yang kuat. Nasihat-nasihat tersebut berdiri di atas dasar yang sangat kokoh yaitu Yesus Kristus sendiri, di mana Yesus Kristus mengadakan pembaharuan dalam praktek hidup maupun dalam kultus religius (ibadah orang Yahudi). Dengan demikian tentulah kita dapat melihat kebenaran tentang Yesus Kristus di dalam surat Ibrani ini.
KESAKSIAN SURAT IBRANI MENGENAI DIRI/PRIBADI KRISTUS
Kitab Ibrani membicarakan diri/pribadi Kristus sebagai pribadi yang ilahi maupun manusiawi.
- Keilahian Kristus
Ayat yang paling kuat berbicara tentang keilahian Kristus adalah dalam pasal 1:2-3 yang nyata dalam kata-kata/kalimat berikut :
- “…Anak-Nya…”
- Berhak menerima segala yang ada
- Menjadikan alam semesta
- Cahaya kemuliaan Allah
- Gambar wujud AllahMelalui ayat ini dan beberapa ayat lain, kita dapati kesimpulan bahwa Yesus adalah Yang Ilahi melalui pertimbangan-pertimbangan berikut :- Yesus dikatakan memiliki kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (ps 1:3)
Kemuliaan Allah ( = apaugasma) = sinar yaitu cahaya yang memancar/pantulan terang. Yang dimaksudkan di sini adalah Kristus adalah pancaran sinar kemuliaan Allah di antara manusia (William Barclay; Pemahaman Alkitab Setiap Hari-Ibrani; Hal. 19).
Selanjutnya Yesus juga disebut “gambar rupa Allah” (karakter Allah). Kata “karakter” dalam bahasa Yunani artinya “cap” (sama dengan bentuk aslinya). Jadi maksud penulis di sini adalah Yesus itu sama dengan Allah. Ini sungguh membuktikan keilahian Yesus. - Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi (ps 1:2)
“Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta…“. Yesus adalah agen Allah dalam penciptaan maksudnya adalah bahwa Yesus terlibat dalam tindakan penciptaan dunia ini (dalam bahasa Yunani ini ditulis dalam bentuk aktif). Kalau Ia Cuma manusia biasa tidak mungkin menjadi agen Allah dalam penciptaan. - Yesus unggul dalam dan di atas segala sesuatu
Untuk menggambarkan hal tersebut, surat Ibrani selalu menggunakan kata “lebih” antara lain :- Yesus jauh lebih tinggi dari malaikat-malaikat (ps 1:4)
- Yesus memberikan pengharapan yang jauh lebih baik (ps 7:19)
- Yesus adalah pengantara dari perjanjian yang lebih mulia yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi (ps 8:6)
Memang kenyataan bahwa Ia lebih daripada segala sesuatu tidak langsung menunjuk ke arah keilahian-Nya tetapi juga agak sulit menolak adanya indikasi tentang keilahian-Nya itu.
- Yesus adalah pribadi yang sempurna
Surat Ibrani banyak mengulangi kata “sempurna” untuk menunjukkan kesempurnaan Kristus (kurang lebih 14 kali) di mana kesempurnaan semacam ini tidak dapat diperoleh melalui imamat Lewi dan Hukum Taurat (ps 7:11,19). Waren W. Wiersbe mengatakan kesempurnaan ini sebagai keadaan/kedudukan yang sempurna di hadapan Allah (Yakin di Dalam Kristus; Hal. 8). Ini mengarah pada keilahian Yesus tak mungkin seorang manusia dan segala usahanya dapat mencapai kesempurnaan sedemikian rupa, bahkan kesempurnaan moralnya membuat Ia tidak berdosa (ps 4:15). - Yesus adalah pribadi yang kekal
Kekekalan Kristus dapat dibuktikan dari :- Yesus adalah pokok keselamatan yang abadi (ps 5:9)
- Melalui kematian-Nya Ia telah mendapat kelepasan yang kekal (ps 9:12)
- Takhta Yesuspun kekal (ps 1:8)
- Yesus adalah imam yang kekal (ps 5:6; 6:20; 7:17,21)
- Bandingkan pula dengan ketidakberubahan Yesus (ps 13:8)
Siapakah selain Allah yang memiliki kekekalan semacam ini? Tidak ada! Maka pastilah Yesus adalah Allah.
- Yesus mengenakan sebutan-sebutan ilahi/nama ilahi
Surat Ibrani juga banyak menggunakan istilah “Tuhan” atau “Kurios” bagi Yesus (ps 1:10; 7:21; 8:8, dll). Juga Yesus disebut “Tuhan kita” (ps 13:20), “Tuhan itu” (ps 2:3), dll. Selain itu pula Yesus disebut sebagai Anak Allah (ps 1:2).
Keenam kenyataan dalam surat Ibrani ini membuktikan bahwa Yesus sungguh-sungguh adalah Allah.
- Yesus dikatakan memiliki kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (ps 1:3)
- Kemanusiaan Kristus
Surat Ibrani pun mengungkapkan tabiat manusiawi Kristus melalui fakta-fakta berikut :- Â Ia lebih rendah daripada malaikat dan dalam misi-Nya Ia memperhatikan manusia dan bukan malaikat (ps 2:9,16).
- Yesus memiliki ciri-ciri lahiriah manusia di mana Ia mempunyai darah dan daging (ps 2:14).
- Yesus memiliki atau mengalami kelemahan-kelemahan manusia :
- Ia mengalami pencobaan (ps 2:18; 4:15)
- Ia berdoa dengan jeritan yang mengharukan dan ratap tangis (ps 5:7)
- Ia merasakan pengalaman takut akan Allah (ps 5:7)
- Ia menganggap kematian-Nya sebagai sesuatu yang tak dapat dihindarkan dari misi-Nya (ps 2:9,14).
- Berkaitan dengan misi Yesus
Misi Yesus adalah mempersembahkan korban (sebagai imam) dan korban itu adalah tubuh-Nya sendiri (ps 10:10) maka pastilah Ia bertubuh manusia. - Selain itu pula ada sebutan-sebutan yang mengarah pada kemanusiaan-Nya, antara lain : “Anak Daud” (ps 7:14), “Hamba” (ps 9:28), “Anak Manusia” (ps 2:6-8), dll.
Inilah kemanusiaan Yesus yang nampak dalam surat Ibrani. Donald Gutrie mengatakan bahwa pada saat yang sama penulis surat Ibrani memperlihatkan Anak Allah yang mencerminkan kemuliaan Allah dan juga manusia yang dicobai seperti kita dan dapat menunjukkan hal-hal tersebut dalam diri Yesus Kristus. (Theologi Perjanjian Baru; Hal. 123).
KESAKSIAN SURAT IBRANI MENGENAI JABATAN KRISTUS
Perjanjian Lama menyatakan keimaman Yesus yang akan datang (Maz 110:4; Zak 6:13) dan hal ini langsung digenapkan dalam Perjanjian Baru. Surat Ibrani berbicara tentang keimaman dan korban Kristus di mana penulis menjelaskan bahwa :
- Keimaman Kristus lebih tinggi (ps 7:1-28)
- Keimaman Kristus bersifat rohani (ps 7:11-28)
- Keimaman Kristus lebih baik (ps 10:1-18)
Tugas seorang imam adalah untuk memberikan korban bagi manusia kepada Allah guna penyucian dosa (menurut kultus PL), tetapi Kristus telah datang menjadi imam bukan lagi untuk memberikan korban domba, dll tetapi korban diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba Allah sehingga korban-Nya itu menjadi sempurna untuk penyucian dosa.
SUMBER-SUMBER
- William Barclay : PEMAHAMAN ALKITAB SETIAP HARI (IBRANI);Â BPK. Gunung Mulia, 1995.
- Nancy Gill : KITAB IBRANI; STAN, 1998.
- Donald Gutrie : THEOLOGIA PERJANJIAN BARU; BPK. Gunung Mulia, 1995.
- Louis Berkhof : TEOLOGI SISTEMATIKA (DOKTRIN KRISTUS); LRII, 1996.
- Waren W.Wiersbe : YAKIN DI DALAM KRISTUS; Kalam Hidup, 1982.