PD Air Hidup

Jl. Bhakti Warga 5 Kupang – NTT

Orang-Orang Yang Akan Binasa

Written By: admin - Sep• 14•08

Kejadian 19:1-29
By. Esra Alfred Soru

Ketika kita mendengar nama Sodom dan Gomora, maka tentu pikiran kita akan mengingat dan membayangkan peristiwa penghancuran dan penunggangbalikan kedua kota itu oleh Allah karena kejahatan-kejahatan mereka. Memang benar bahwa kedua kota ini dihukum oleh Tuhan sebagaimana dikatakan dalam ayat 24-25 :

“Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah”.

dan penghukuman ini membuat masyarakat di dalamnya menjadi binasa seluruhnya kecuali Lot bersama dengan keluarganya. Penghukuman semacam ini juga merupakan suatu gambaran tentang akan datangnya penghukuman Allah atas dunia ini di akhir zaman nanti.
Banyak orang yang menjadi binasa karena penghukuman Tuhan ini, namun sesungguhnya ada 3 kelompok orang di dalamnya :

1. Orang yang akan binasa adalah orang-orang atheis.

Golongan pertama yang dibinasakan oleh Allah adalah golongan atheis. Secara etimologi A artinya tidak dan theis (berasal dari bahasa Yunani Theos) artinya Allah. Jadi secara terminologi atheis artinya orang-orang yang tidak mempercayai keberadaan Allah. Merekalah yang akan binasa. Orang-orang atheis tergolong menjadi 2 bagian. Pertama : Atheis teoritis yaitu orang-orang yang tidak percaya bahwa Allah ada atau percaya bahwa Allah tidak ada. Contohnya adalah seorang yang bernama Ludwig Feurbach. Ia berkata bahwa sebenarnya yang disebut Allah itu adalah sebuah mimpi dari manusia-manusia kasta rendah yang bodoh dan sakit hati. Contoh lain adalah Nietzsche yang berkata bahwa peristiwa terbesar di zaman ini adalah bahwa Allah sudah mati. God is die, everything permission (Allah sudah mati, segala sesuatu diizinkan). Kedua : Atheis Praktis yaitu orang-orang yang mempercayai adanya Allah tetapi hidup seolah-olah Allah tidak ada. (Latin : ut si Deus non daretur) Mereka hidup seenaknya dalam dosa tanpa pernah memikirkan tentang hidup mereka dalam hubungannya dengan Allah. Golongan semacam inilah yang terdapat di dalam kota Sodom dan Gomora. Mereka hidup seperti Allah tidak ada. Itulah sebabnya Allah berkata : “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya” (Kej 18:20). Dosa yang sangat menonjol yang ditampilkan dalam kisah ini adalah yang tercatat dalam ayat 4-9 :

“Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.” Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, dan ia berkata: “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.” Tetapi mereka berkata: “Enyahlah!” Lagi kata mereka: “Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!” Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu”.

Perhatikan kalimat “…supaya kami pakai mereka” Apa maksudnya? Jika kita lihat konteks selanjutnya di mana Lot menilai tindakan mereka sebuah kejahatan dan menawarkan kedua anak perempuannya sebagai ganti kedua orang itu, maka kita dapat berkesimpulan bahwa sebenarnya istilah “kami pakai mereka” menunjuk kepada dosa homo seksual yang rupanya sudah biasa bagi masyarakat kota itu. Bayangkan saja kehidupan moral yang sangat bobrok telah terjadi di sana. Mereka mungkin percaya bahwa Allah ada, namun mereka hidup seolah-olah Allah tidak ada. Mereka adalah orang-orang atheis, dan mereka semualah yang menuai kebinasaan pada saat Allah menunggangbalikkan kota itu.

2. Orang yang akan binasa adalah orang-orang yang menolak kabar keselamatan

Golongan kedua yang akan menuai kebinasaan dalam penghukuman Tuhan adalah golongan orang yang telah mendengar kabar keselamatan namun tidak mengindahkannya. Golongan ini diwakili oleh kedua calon menantu Lot yang malah menganggap Lot yang menyampaikan kabar keselamatan itu sebagai orang yang berolok-olok saja atau sebagai orang yang kurang waras. Ayat 14 berkata :

“Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.” Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja”.

Mereka menolak kabar keselamatan dan akibatnya adalah kebinasaan.

Aktivitas misi dan penginjilan yang dilakukan oleh penginjil-penginjil, misionaris-misionaris, pendeta-pendeta dan hamba-hamba Tuhan adalah sebuah upaya pemberitaan kabar keselamatan bagi orang berdoa. Yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan, dan yang menolak-Nya akan binasa. Bagaimana sikap anda? Mau selamat atau mau binasa? Semuanya ada di tangan anda.

3. Orang yang akan binasa adalah orang yang sebenarnya telah menerima keselamatan namun gagal di tengah jalan. Golongan ini diwakili oleh isteri Lot.

Sebenarnya ia telah berjalan dalam jalan keselamatan, namun rupanya ia gagal di tengah jalan. Ia menoleh ke belakang dan mengingat segala harta kekayaan yang hangus dimakan api dan akhirnya ia menjadi tiang garam. Ia keluar dari Sodom dan Gomora namun sayangnya adalah Sodom dan Gomora tidak keluar dari hatinya. Ia gagal di tengah-tengah perjalanan keselamatan.
Kita telah percaya kepada Kristus, maka kita sementara berjalan dalam jalan keselamatan itu. Berhati-hatilah agar kita tidak berbalik dan keselamatan itu menjadi hilang bahkan kita menjadi binasa. Ibrani 6:4 berbunyi :

“Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum”.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply