paham pluralisme dan eksklusifisme

Tanya-jawab

 

Mohon penjelasan tentang paham pluralisme dan eksklusifisme dan alasan orang Kristen memilih salah satunya yang benar.

Jawaban Ev.Esra Soru

Jika kita membahas istilah-istilah ini dalam kaitan dengan soteriologi (doktrin keselamatan) Kristen maka sesungguhnya ada 3 istilah yang terkait di sini :

1. Pluralisme

Pandangan pluralisme mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak. Segala sesuatu bersifat relatif dan karena itu maka kebenaran agama pun bersifat relatif. Apa yang benar bagi satu agama belum tentu benar bagi agama yang lain dan karenanya tidak boleh ada agama apapun yang boleh mengklaim diri sebagai agama yang paling benar. Para pemegang paham pluralisme agama percaya bahwa masing-masing agama itu memiliki kebenaran tentang Allah yang bersifat parsial dan karenanya maka ada keselamatan dalam setiap agama bahkan setiap agama memiliki Kristus sendiri-sendiri dan Yesus hanyalah salah satu Kristus (Kristusnya Kristen). Mereka percaya bahwa Yesus memang satu-satunya jalan ke surga tetapi itu khusus bagi orang Kristen saja.

Keberatan

Ada beberapa keberatan terhadap paham pluralisme ini :

• Jika tidak ada yang mutlak di dunia ini, lalu pandangan pluralis sendiri mutlak atau tidak? Tentu tidak mutlak kan? Lalu mengapa harus dipercaya ?

• Tidak ada dasar Alkitabiah sama sekali bagi paham yang mengatakan bahwa masing-masing agama itu memiliki kebenaran yang parsial dan bahwa ada keselamatan dalam setiap agama atau bahwa masing-masing agama mempunyai Kristusnya sendiri-sendiri. Lihat Yoh 1:18 :

Yoh 1:18 – Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

• Kis 4:12 tidak diucapkan untuk orang Kristen tetapi untuk pemuka agama Yahudi. 

Kis 4:12 : Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” 

• Kalau Yesus adalah satu-satunya jalan hanya untuk orang Kristen, lalu untuk apa ada perintah untuk memberitakan Injil untuk segala bangsa? (Mat 28:19-20)

Mat 28:19-20 : Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

2. Inklusifisme

Paham Inklusifisme mengajarkan bahwa Yesus memang adalah satu-satunya jalan keselamatan tetapi itu tidak berarti bahwa orang dalam agama lain tidak bisa diselamatkan. Akan ada orang Islam yang masuk surga, demikian juga orang Hindu, Budha, dll namun mereka diselamatkan bukan karena keislaman mereka, kehinduan mereka, kebudhaan mereka. Mereka diselamatkan oleh Kristus. Kristuslah yang menyelamatkan mereka di dalam agama-agama mereka masing-masing.

Keberatan :

Ada beberapa keberatan terhadap paham inklusifisme ini :

• Tidak ada dasar Kitab Suci sama sekali untuk paham seperti ini.

• Perlu ditanyakan, apakah orang dalam agama lain itu diselamatkan seluruhnya atau hanya sebagian orang saja? Jika seluruhnya berarti jatuh pada paham Universalisme di mana pada akhirnya semua manusia akan diselamatkan. Jika hanya sebagian, lalu apa dasarnya yang sebagian itu diselamatkan? 

3. Eksklusifisme

Paham eksklusifisme mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan dan ini adalah kebenaran mutlak! Hanya setiap orang yang percaya kepada Yesus sajalah yang dapat diselamatkan. Yang tidak percaya akan binasa/masuk neraka. Dasar Kitab Sucinya adalah : 

Yoh 3:16 - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

1 Yoh 5:10-12 : (10) Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. (11) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. (12) Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Paham eksklusifisme mengajarkan bahwa orang-orang beragama lain (termasuk orang Kristen KTP) adalah orang-orang yang tidak percaya pada Kristus maka jelas tidak mungkin bagi mereka untuk masuk surga. Mereka pasti masuk neraka! Apakah ini arogan? Tidak! Ini kepercayaan pada kata Alkitab! 

Dari ketiga pandangan ini jelaslah bahwa yang harus kita percaya adalah paham eksklusifisme karena itu sesuai dengan Firman Tuhan dan lebih masuk akal.

You must be logged in to post a comment.

Trackback URL for this entry

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.