PD Air Hidup

Jl. Bhakti Warga 5 Kupang – NTT

Pendosa yang Diubahkan

Written By: admin - Aug• 31•08

Matius 9:9-13
By. Esra Alfred Soru

Ketika Yesus melanjutkan perjalanan setelah menyembuhkan seorang lumpuh di kota-Nya sendiri (Mat 9:1-8), Ia bertemu dengan seorang pemungut cukai yang bernama Matius (artinya anugerah Allah) yang sementara duduk di rumah cukai.

Ia lalu memanggil Matius dan berkata “Ikutlah Aku” dan Matius pun berdiri dan mengikut Dia. Pemungut cukai yang bernama Matius inilah yang akhirnya menjadi salah seorang murid Yesus.

Ada 3 hal yang menarik dari cerita ini :

  1. Ia rela meninggalkan kesibukannya karena panggilan Yesus.

    Kira-kira apakah yang dikerjakan oleh Matius di rumah cukai itu ketika Yesus memanggilnya? Alkitab tidak mengatakannya, namun jika kita melihat bahwa ia adalah seorang pemungut cukai dan saat itu ia lagi duduk di rumah cukai (bukan duduk-duduk) maka kemungkinan besar ia sementara berurusan dengan masalah keuangan. Ia sementara sibuk dengan urusan kantor. Ia sementara sibuk menghitung keuntungan atau penghasilannya hari itu. Disaat semacam inilah ada suara yang memanggilnya “Ikutlah Aku” dan Alkitab berkata “Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia” ia pun meninggalkan segala kesibukannya itu lalu mengikut Yesus. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi kita di mana panggilan Kristus untuk mengikut Dia dan berbakti kepada-Nya lebih utama daripada segala kesibukan dan pekerjaan kita.

  2. Ia mau menjalin hubungan yang lebih akrab dan intim dengan Yesus

    Ayat 9 berkata bahwa Yesus mengajak Matius untuk mengikuti Dia, tetapi tiba-tiba ayat 10 berkata “Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius…” Apa sebenarnya yang sementara terjadi? Rupanya di tengah perjalanan itu Matius mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Menurut tradisi Yahudi, makan semeja adalah lambang persekutuan dan persahabatan. Dengan demikian sebenarnya melalui undangan makan itu Matius hendak menjalin hubungan yang lebih dalam, lebih akrab dan lebih intim dengan Yesus.

Kehidupan kekristenan kita tidaklah cukup sampai kepada suatu kesediaan untuk menerima panggilan Yesus, tetapi lebih jauh daripada itu adalah mau menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Dia seperti apa yang dikatakan dalam lagu “Deeper in Love” karangan Robert & Lea :

Satu hal yang kurindukan ya Tuhan
Selalu berada di dekat-Mu
Dengan seg’nap hati
Dengan seg’nap jiwa
Kumenanti di hadirat-Mu

Lebih dalam lagi kurindu Kau Tuhan
Lebih dari segala yang ada
Lebih dalam lagi kucinta Kau Tuhan
Kumengasihi-Mu

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.