Permohonan Yang Dikabulkan

Renungan

I Samuel 1:1-28
By. Esra Alfred Soru

Cerita tentang Samuel ini diawali dengan pergumulan seorang wanita mandul bernama Hana yang merasa sakit hati karena perbuatan madunya. Ia datang membawa semua pergumulannya ke hadapan Tuhan dalam doa dan tangisan (ayat 10). Dalam doanya itu ia meminta seorang anak kepada Tuhan dengan nazar bahwa jika permohonannya dikabulkan, maka anak itu kelak akan dipersembahkan sebagai pelayan di rumah Tuhan (ayat 11). Singkat cerita, akhirnya permohonan Hana dikabulkan, dan satu tahun kemudian ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Samuel yang artinya tangan Allah, dan sesuai dengan nazarnya itu, maka setelah beberapa waktu ia datang untuk membawa anak itu menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan imam Eli. Ia berkata : “Maka aku akan menyerahkannya kepada Tuhan ; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan …” (ayat 28).

Permohonan Hana dikabulkan oleh Tuhan sebagaimana yang dikatakannya pada imam Eli “…dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya” (ayat 27). Adalah kerinduan setiap orang agar segala permohonannya kepada Tuhan dikabulkan sebagaimana yang terjadi pada Hana. Namun apakah rahasianya? Apakah kunci yang membuat permohonan kita dikabulkan oleh Tuhan?

 

  1. Percaya kepada Allah

    Mengapa Hana berdoa? Mengapa ia datang membawa semua pergumulannya ke hadapan Tuhan? Karena ia percaya kepada Tuhan. Ia percaya akan kasih Tuhan, ia percaya akan kuasa Tuhan dan ia percaya akan kedaulatan Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan sanggup menolongnya, dan ia juga percaya bahwa Tuhan berhak untuk tidak menolongnya. Ini adalah suatu kepercayaan mutlak kepada Tuhan. Kepercayaan semacam ini bukan lagi kepercayaan pada level believe namun pada level trust. Kata percaya dalam bahasa Yunani adalah : pistoV (pistos). Kata ini mengandung makna ganda di mana bukan hanya percaya kepada Tuhan tetapi juga mempercayakan diri kepada Tuhan dan setia kepada-Nya. Kepercayaan Hana kepada Tuhan ini adalah suatu kepercayaan yang mutlak. Suatu kepercayaan dalam level trust dan pistos. Inilah kunci dari pengabulan doa.

  2. Dipercaya oleh Allah

    Dalam doanya Hana bernazar atau berjanji kepada Allah bahwa anak yang akan diberikan kepadanya akan ia berikan untuk melayani Tuhan. Rupanya Tuhan percaya akan janji Hana ini sehingga Ia mengabulkan permohonan Hana, dan memang benar bahwa akhirnya Hana membuktikan diri bahwa ia bisa dipercaya oleh Tuhan. Tuhan dengan kemahatahuan-Nya dapat mengetahui siapa yang bisa dipercaya, dan siapa yang tak bisa dipercaya. Jika Tuhan telah percaya pada seseorang, maka semua permohonannya akan dikabulkan. Kepercayaan Tuhan pada kita meliputi dua hal yakni Ia perlu percaya pada janji kita, dan Ia perlu percaya bahwa kita tidak akan salah memanfaatkan pemberian-Nya itu. Hana berhasil membuat Tuhan percaya kepadanya. Itulah sebabnya permohonannya dikabulkan oleh Tuhan.

Soal percaya kepada Tuhan, mungkin itu adalah hal yang gampang bagi anda, tetapi apakah anda bisa membuat Tuhan percaya pada anda?

Comments are closed.

Trackback URL for this entry

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.