Siapa sebenarnya Melkisedek?

Tanya-jawab

 

Siapa sebenarnya Melkisedek? Kok cerita Alkitab tentangnya rasanya aneh sekali? Apakah ia setara dengan Yesus?

Jawaban Ev.Esra Soru:

Persoalan tentang siapakah Melkisedek sering sekali ditanyakan. Persoalan utamanya adalah gambaran Alkitab tentang Melkisedek yang aneh. Lihat Ibr 7:3 :

“Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Melihat deskripsi tentang orang ini, sepertinya dia adalah Allah. Ini ditegaskan dengan frase “dijadikan sama dengan Anak Allah”. Tapi kalau dia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus) berarti dia bukan pribadi yang sama dengan Yesus. Lalu siapa dia? Bapa? Roh Kudus? Atau yang lain lagi? Berarti bukan tritunggal lagi. 

Dalam Alkitab kita mengenal apa yang disebut sebagai tipologi yaitu gambaran tentang sesuatu yang akan datang di mana gambarannya disebut TYPE dan penggenapannya disebut ANTI TYPE. Tipe ini di dalam Alkitab bermacam-macam :

 

  • Ada tipologi orang (misalnya Adam adalah gambaran Kristus).
  • Ada tipologi upacara (misalnya ritual korban dalam PL adalah gambaran Kristus yang akan datang).
  • Ada tipologi peristiwa (misalnya peristiwa Musa meninggikan ular tembaga adalah gambaran dari Kristus yang akan ditinggikan).

 

Tipe ini sampai pada taraf tertentu mempunyai kemiripan dengan anti tipenya tetapi ada perbedaannya. Misalnya, sesuai contoh di atas :

 

  • Adam mempunyai kemiripan dengan Yesus (Adam terakhir) yakni sama-sama adalah awal dari sebuah generasi (Adam manusia lama, Yesus manusia baru) tetapi ada perbedaan yakni Adam berdosa dan Kristus tidak.
  • Domba korban mempunyai kemiripan dengan Kristus yakni darahnya dicurahkan, tidak bercacat cela tetapi darah domba mempunyai keterbatasan dalam penebusan.
  • Ular tembaga mempunyai kemiripan dengan Kristus di mana ular tembaga dapat menyembuhkan dan Kristus dapat menyelamatkan tapi ular tembaga hanya memberikan kesembuhan secara fisik sedangkan Kristus memberikan keselamatan kekal. 

 

Dengan demikian, menurut saya Melkisedek ini adalah tipe/gambaran dari Kristus. 

Sesuai dengan konteksnya maka penulis surat Ibrani sementara berbicara tentang keimaman Kristus dan karenanya dia melihat keimaman Melkisedek yang tak berakhir itu dilihat sebagai gambaran keimaman Kristus yang bersifat kekal.

Ibr 6:20 – di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Ibr 7:17 – Sebab tentang Dia diberi kesaksian: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

Lalu bagaimana dengan gambaran lain tentang Melkisedek? Benarkah dia tidak mempunyai bapa, ibu dan silsilah? Benarkah dia tidak punya awal dan akhir? Persoalannya adalah terjemahan Baru Indonesia memberi kesan seperti itu namun sesungguhnya tidak demikian.

BIS : Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.

TEV : There is no record of Melchizedek’s father or mother or of any of his ancestors; no record of his birth or of his death. He is like the Son of God; he remains a priest forever. (Tidak ada laporan tentang ayah atau ibu Melkisedek atau nenek moyangnya; tidak ada laporan tentang kelahirannya atau kematiannya…”)

CEV : We are not told that he had a father or mother or ancestors or beginning or end. He is like the Son of God and will be a priest forever. (Tidak dinyatakan bahwa ia mempunyai ayah atau ibu atau silsilah atau awal atau akhir…”)

GW : No one knows anything about Melchizedek’s father, mother, or ancestors. No one knows when he was born or when he died. Like the Son of God, Melchizedek continues to be a priest forever. (Tidak ada seorangpun yang tahu hal-hal tentang ayah, ibu dan silsilah Melkisedek. Tidak ada orang yang tahu kapan ia lahir dan kapan ia mati….”)

Dari sini jelas bahwa Melkisedek bukannya tidak mempunyai ayah, ibu, silsilah, dll. Jelas dia punyai semuanya itu tapi tidak ada informasi sama sekali tentang dia. Siapa ayahnya, ibunya, nenek moyangnya, kapan dia lahir dan mati, kapan dia menjadi imam, kapan ia berhenti menjadi imam, tidak ada yang tahu. Dia muncul sebagai tokoh misterius begitu saja. 

Penulis surat Ibrani menggunakan gambaran Melkisedek ini untuk membuktikan keimaman Kristus sebagai sesuatu yang sah walau Ia tidak berasal dari suku Lewi melainkan dari suku Yehuda karena kalau Melkisedek yang tidak jelas silsilahnya saja bisa menjadi imam, mengapa Yesus tidak bisa menjadi imam hanya karena Ia tidak berasal dari suku Lewi ? Jadi kesimpulannya adalah Melkisedek adalah manusia biasa seperti kita hanya tidak ada informasi tentang dirinya. Dia dilihat sebagai gambaran dari Kristus sendiri.

You must be logged in to post a comment.

Trackback URL for this entry

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.