Mazmur 23:1-6
By. Esra Alfred Soru
Mazmur yang terkenal ini ditulis oleh raja Daud. Pemahaman bahwa Tuhan itu adalah gembala yang baik lahir dari pengalamannya sebagai seorang gembala yang memelihara, menjaga dan melindungi domba-dombanya dikaitkan dengan pengalamannya yang lain di mana Ia senantiasa merasakan pemeliharaan, penjagaan dan perlindungan Allah. Itulah sebabnya ia berkata Tuhan itu gembalaku yang baik.Sebagai gembala yang baik, maka Tuhan itu memperhatikan kebutuhan jasmani dari domba-domba-Nya (ayat 1-2), dan juga kebutuhan jiwani/rohaninya (ayat 3). Selanjutnya ayat 4 hingga ayat 6 menerangkan suatu hal yang lebih dalam di mana Sang Gembala itu tetap menjaga, memelihara dan melindungi domba-domba-Nya sekalipun mereka berada di dalam lembah kekelaman. Apakah lembah kekelaman itu? Alkitab Terjemahan lama membahasakannya dengan istilah “lembah bayang-bayang mautâ€. Dengan demikian lembah kekelaman atau lembah bayang-bayang maut ini menunjukkan suatu situasi dan kondisi yang mengerikan, menakutkan dan mengancam, dan itulah situasi yang sering kita alami dalam kehidupan ini. Hidup ini tidak senantiasa menampilkan keadaan aman, damai dan tentram, namun juga menyodorkan berbagai pergumulan, persoalan yang menakutkan dan mengerikan bagai di dalam lembah kekelaman. Sekalipun demikian Pemazmur berkata : “aku tidak takut bahaya†(ayat 4). Mengapa seharusnya kita tidak perlu takut ketika kita berada di dalam lembah kekelaman?
1. Karena Allah akan tetap bersama dengan kita (“…sebab Engkau besertaku..â€). Ia akan tetap menyertai kita, menjaga, memelihara dan melindungi kita. Itulah janji-Nya. Sesungguhnya di dalam penyertaan-Nya terdapat rahasia kedamaian yang sejati. Kedamaian yang sejati itu bukan karena kita hidup tanpa masalah, bukan karena segala sesuatu berjalan dengan aman, bukan karena jalan-jalan kita bertaburan bunga, tetapi karena Tuhan bersama-sama dengan kita, berjalan mendampingi kita serta memegang tangan kita. Sekali lagi itulah janji-Nya. Sebuah syair lagu yang sangat indah berkata :
Tak pernah Tuhan janji hidupmu tak akan berduri
Tak pernah Dia janji lautan tenang
Tetapi Dia berjanji ‘kan selalu sertaku
Dan menuntun jalan hidupku selalu
Biarkan Ia memegang tanganmu dan menuntunmu di tengah-tengah lembah kekelaman, maka niscaya engkau akan merasakan damai yang sesungguhnya.
2. Karena Allah sanggup memberkati kita di tengah-tengah lembah kekelaman. Daud berkata “Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku, ….pialaku penuh melimpahâ€Â Bayangkanlah bahwa di hadapan lawan sekalipun hidangan disediakan bagi Daud yang adalah domba-Nya, bahkan pialanya penuh melimpah. Memang Allah itu sanggup memberkati domba-domba-Nya di tengah lembah kekelaman sekalipun. Itulah sebabnya bersama dengan Pemazmur kita seharusnya berkata “aku tidak takut†Mungkin kesulitan hidup menghimpitmu, kondisi ekonomi keluarga makin payah, beban semakin berat, tetapi janganlah takut karena Ia akan mencurahkan hujan berkat-Nya.